
Seorang pria duduk di kursi tua berukiran kuno yang berada ada di sudut ruangan, pandangan matanya tertuju kepada bunga-bunga yang ada di halaman rumahnya. Di tangan pria itu terdapat satu foto yang selalu ia bawa kemanapun sang pria pergi.
"Aku harus segera bertemu dengan satu-satunya keturunan Fernando yang masih hidup, hanya dia yang bisa membantuku." Sang pria kembali teringat akan masa lalunya bersama orang yang ada di foto tersebut.
Saat seorang pria terhanyut dalam masa lalunya, seorang pria lebih muda menghampirinya.
"Ayah, sudah saatnya kita pergi dari rumah ini. Bukannya kau ingin bertemu putra dari Paman Fernando?" ucap sang pria yang yang lebih muda.
"Iya, tidak terasa kita sudah tinggal di sini selama 25 tahun, rasanya baru kemarin kau lahir di rumah ini," jawab sang pria yang ternyata adalah ayah dari pria yang lebih muda.
"Ayah benar sekali, setelah Blue Sea hancur, para musuh mengira hanya keturunan Paman Fernando yang masih hidup, tetapi masih ada kita berdua ayah." Pria yang lebih muda menatap ke seluruh sudut ruangan, dia mengingat saat pertama kali datang ke rumah itu. Dua puluh lima tahun yang lalu dia masih berusia sangat muda. Tapi pembumihangusan Blue Sea menghancurkan masa depannya. Dia dan sang ayah hampir tewas jika tidak ada seorang pria yang mengaku sebagai anak buah Tuan Fudo menyelamatkannya.
__ADS_1
Tuan Fudo tidak mengatakan jika ada salah satu kerabat sang mafia yang masih hidup, karena keberadaannya selalu diincar oleh para musuh. Selain kehebatannya setara dengan Tuan Fernando, mereka memiliki ilmu bela diri yang lebih tinggi.
Meskipun mereka hebat, tetapi ayah dan anak itu tidak sombong. Sama seperti Tuan Fernando, mereka lebih senang bergaul dengan orang-orang biasa tanpa embel-embel anggota mafia ataupun penjahat lainnya.
"Joan Vin, aku tahu kau sangat merindukan Alex, karena selain Justin hanya Alex yang menjadi kawanmu," ucap sang ayah yang bernama Vin.
"Iya ayah, aku ingat waktu itu Alex mengajariku banyak hal. Sampai saat ini aku masih mengingat kebaikannya, jika aku bertemu dengannya aku akan sangat bahagia. Apakah dia juga memiliki istri sepertiku?" Joan Vin memiliki istri bernama Rean, selama berapa tahun ini mereka hidup membina rumah tangga, namun kehidupan rumah tangganya hancur karena Rean lebih memilih pria lain yang lebih kaya dan yang pasti seorang bos mafia.
"Apa gadis itu bernama Laras? nama yang sering ayah katakan sebagai gadis yang mampu menaklukkan kekejaman bos mafia itu?" Joan Vin sering mendengar ayahnya berbicara tentang Laras dan Alex saat anak buah Tuan Fudo menghubungi sang ayah lewat sambungan telepon.
"Benar sekali, aku tidak sabar bertemu dengan cucuku. Andaikan, Fernando masih hidup, pasti dia akan senang karena semua cucunya adalah laki-laki." Tuan Vin tersenyum saat membayangkan betapa bahagianya dirinya dan Tuan Fernando saat menimang kelima cucu yang lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Joan Vin menggenggam pundak sang ayah dengan lembut, dia mengingatkan agar segera berkemas karena mereka harus sampai di bandara internasional kota tersebut untuk melakukan perjalanan udara menuju kota New York untuk bertemu dengan Alex Fernando.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1