Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 178


__ADS_3

Di ruang rapat...


"Richi, seberapa berpengaruhnya Chen Gao saat ini?" tanya sang mafia.


"Sangat berpengaruh 100 persen bos," jawab Richi.


"Dia masih bersembunyi di balik nama sang kakak?" tanya sang mafia yang baru saja selesai membaca berkas tentang aset Blue Dragon.


"Iya bos," jawab Richi yang juga sedang memeriksa informasi penting dari tim penyelidik yang ada di ponselnya.


Saat Richi membaca beberapa file yang di kirimkan tim Willy, dia terkejut saat nama Kyara masuk ke dalam situs prostitusi online dengan bayaran mahal.


"Kepar*t itu menjual keponakannya sendiri, padahal Kyara sudah menjadi isteri dari Hang Zhi," Richi tidak habis pikir dengan Chen Gao, dia pria biad*b yang kejam.


"Apa kau bilang? bukannya dia hamil anak Hang Zhi? bagaimana si tua bangka itu menjualnya? jika si kembar tahu, bisa habis Chen Gao," Alex terkejut mendengar berita tidak masuk akal ini.


"Kyara hamil? darimana kau tahu?" tanya Richi.


"Bocah itu yang bilang," jawab Alex santai.


"Dia ada di sini? bocah tidak tahu aturan itu akan membuat ricuh kalau sampai dia bertemu Jiho," Richi ingin bergegas mencari Hang Zhi, tetapi sang mafia mencegahnya.


"Biarkan saja, mereka berdua urusanku, kita lanjutkan pekerjaan ini," ucap sang mafia yang tidak mau repot.


Alex dan Richi menyusun sebuah rencana. Jika Chen Gao ingin menjebak Alex, kali ini sang mafia yang akan menjebaknya.


Sang mafia berencana meminta Hang Zhi untuk menggiring Chen keluar dari markasnya untuk bisa meringkusnya, tetapi hal ini sangat berbahaya, Chen Gao pria teliti, dia akan dengan mudah membaca tentang pengkhianatan di sekitarnya.


"Lalu bagaimana baiknya bos?" tanya Richi.


"Bekerjasama dengan Kyara, kita harus meminta bantuan gadis itu," jawab Alex.


"Kita temui Hang Zhi dan Jiho bersama-sama, bagaimana?" tanya Richi.


"Boleh, kita lanjutkan nanti saat bertemu si kembar," jelas sang mafia.

__ADS_1


Bos dan anak buah itu keluar dari ruang rapat dan segera mencari keberadaan Hang Zhi dan Jiho.


Saat keduanya akan keluar markas, tidak sengaja Alex bertemu dengan si kembar.


"Kebetulan kalian di sini, aku ingin bicara dengan Jiho, " ucap sang mafia.


"Apa kau tidak bertanya tentang aku?" tanya Hang Zhi.


"Memangnya kau kenapa? aku harus bertanya tentang apa?" Alex pura-pura tidak mengetahui jika si kembar terlibat baku hantam.


"Hey bos! aku babak belur, aku baru saja berkelahi dengan kakakku, apa kau tidak bisa melihat?" Hang Zhi terlihat kesal.


"Hahaha aku tahu itu, dan aku mengabaikannya, yang terpenting adalah kita harus bekerja sama, kabar terbaru mengatakan jika istrimu akan dijual dengan harga tinggi kepada pria hidung belang. Apa kau lebih memikirkan tentang pertanyaan konyol itu daripada istrimu sendiri?" ucap sang mafia.


"Chen Gao? dia memang pria brengsek, aku tahu dia ingin melakukan apa. Biarkan aku saja yang menyelamatkan istriku," pinta Hang Zhi.


"Jika kau melakukannya sendirian, kau akan mati. Anakmu akan kehilangan ayahnya sebelum lahir ke dunia, tetapi jika kau mengajakku bergabung, semuanya akan baik-baik saja. Bagaimana tawaranku, cukup menarik bukan?" tanya sang mafia.


"Bekerjasama dengan bos Alex saja Hang Zhi, aku juga akan membantumu, tenang saja," saran sang kakak.


"Aku akan menjadikan istrimu umpan, aku akan membelinya, setelah itu kau selamatkan isterimu, aku dan Jiho akan menghabisi Chen Gao, bagaimana?"


"Tidak masalah, itu ide yang bagus bos, kapan kita akan mengeksekusinya?" tanya Jiho.


"Sudah ada banyak orang yang menawar dengan harga tinggi dan aku akan menawar dengan harga lebih tinggi dari yang lain, setelah deal, kita pergi ke tempat yang di janjikan oleh Chen Gao," saran sang mafia.


"Kami mengikuti arahanmu," ucap Hang Zhi.


Hang Zhi menelepon Kyara, dia teringat akan keinginan Jiho yang ingin bertemu dengan Kyara. Sebelum dia bicara tentang rencana bos Alex kepada Kyara, Hang Zhi meminta Jiho berbicara dengan isterinya.


"Kau bicaralah dengannya," Hang Zhi menyerahkan ponsel miliknya kepada Jiho.


Jiho menghela nafas, setelah tenang dia mencoba berbicara dengan Kyara.


"Kya, apa kabar?" tanya Jiho berusaha tegar.

__ADS_1


"Ini kau, Jiho?" Kyara terkejut saat mendengar Jiho di sambungan telepon.


"Kau sudah mati? apakah ini arwahmu? sumpah demi apapun aku telah melakukan segalanya untukmu, jika sampai kau mati, hidupku akan hancur!" ucap Kyara panik, dia merasa tidak berdaya.


"Aku masih hidup tenang saja, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu, dengarkanlah baik-baik,"Jiho ingin menggeluarkan uneg-uneg dalam hatinya kepada Jiho.


"Katakanlah! aku akan mendengarkannya," jawab Kyara.


"Aku telah mengikhlaskanmu, adikku adalah pria yang baik, hanya saja sia sedikit nakal. Tetapi aku berjanji padamu, aku akan membuat adikku menjadi lebih baik daripada aku. Tolong kau terima, jangan membencinya lagi. Bagaimanapun juga Hang Zhi adalah ayah dari anakmu," Jiho berada di titik terendahnya, mengikhlaskan cinta sejatinya.


Terdengar suara isak tangis dari balik sambungan telepon, beberapa menit kemudian Kyara menjawab,"Sebelumnya aku tidak pernah bisa melupakanmu, tetapi saat aku berusaha keras untuk bersamamu, ternyata semua usahaku sia-sia. Aku menyadari satu hal jika memang kita tidak berjodoh, hingga detik ini pun Hang Zhi memang kejam, tapi dia juga memiliki sisi baik sepertimu. Aku mengalah dengan keadaan, aku menerima takdir ini Jiho, yang aku inginkan hanya kau hidup lebih baik dari sebelumnya, mungkin ini berat untuk kita, tapi aku yakin kita bisa menjalaninya. Semoga kau akan mendapatkan pengganti yang terbaik dan lebih baik dariku. Aku mohon jangan membenciku karena aku telah memutuskan hal yang melukai hatimu. Ini demi keponakanmu juga, jika hubungan kita harus berakhir dan membuat semua orang bahagia, aku rela memanggilmu dengan sebutan kakak ipar," Kyara semakin deras meneteskan air matanya, dia menangis, Jiho pun sama tapi mereka berdua belajar untuk menguatkan satu sama lain.


Hang Zhi merasa jika dia orang paling jahat saat ini, tapi dia juga mencintai gadis itu. Dia tidak bisa melepaskan Kyara begitu saja, yang bisa Hang Zhi lakukan hanyalah menjaga sang isteri agar dia tidak terluka olehnya.


"Jiho, aku ingin bicara dengan Hang Zhi," pinta Kyara.


"Ada apa isteriku," tanya Hang Zhi lembut.


"Kau sudah dengarkan apa yang dikatakan Jiho? itu alasannya mengapa aku sangat mencintai kakakmu, bukan saja baik, dia adalah orang yang ikhlas menerima apapun, dia juga orang yang sabar, dan penyayang. Aku percaya kepadamu suamiku, dibalik sifat kejammu, kau memiliki sifat yang kurang lebih sama dengan Jiho. Aku juga yakin kau mampu melindungiku dan anak kita, jangan pernah merasa jika aku masih mencintai Jiho. Ketika aku mengatakan ingin bersamamu maka itu adalah hal yang akan aku lakukan, suamiku mari kita memulai hidup baru dan meninggalkan masa lalu," ucap Kyara dengan berlapang dada.


"Iya isteriku, aku telah menyadari banyak hal. Maafkan aku yang tidak berguna ini," Hang Zhi menyesali perbuatannya.


"Aku sudah memaafkanmu sayang, tetaplah menjadi pria yang bertanggung jawab seperti sebelumnya," pesan sang isteri kepada Hang Zhi.


"Terimakasih sayang, aku akan berusaha menjadi ayah dan suami yang bertanggung jawab untukmu dan anak kita," Hang Zhi merasa hidupnya lebih berarti saat Kyara mau menerimanya dengan sepenuh hati.


"Suamiku, baru saja Chen Gao meneleponku, satu jam lagi, dia akan datang. Entah apa yang akan dia lakukan di rumahmu," ucap Kyara menyampaikan pesan dari Gao.


"Sayang, Chen Gao ingin menjualmu kepada pria hidung belang, kau tetap tenang. Setelah ini, aku, bos Alex serta anggota Death Angel akan segera menyelamatkanmu," ucap Hang Zhi.


"Baik suamiku," jawab Kyara.


Hang Zhi mematikan ponselnya, kemudian berdiskusi dengan bos Alex serta yang lain. Alex memastikan jika dirinyalah yang akan membeli Kyara. Sang mafia menelepon nomor Chen Gao dengan nama samaran, setelah itu Alex menawar Kyara dengan harga 850 triliun. Tapi Alex kalah cepat,ada yang sudah membeli Kyara dengan harga 855, hanya selisih 5 triliun saja.


"Ada yang mendahuluiku Richi, sial! kita segera bergerak ke rumah Hang Zhi, kita selamatkan gadis tidak berdosa itu," pinta sang mafia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2