Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Dua minggu kemudian...


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, namun kabar dari sang suami belum juga terdengar. Selama ini Laras dan kelima anaknya di rumah Guru Fu karena masih banyak ancaman yang merongrong mereka.


"Mom? daddy masih sakit kah?" tanya Adya saat sang mommy menyuapi si kecil.


"Nanti siang mungkin daddy akan pulang," ucap Laras yang menghibur dirinya sendiri dan si kecil.


"Jika tidak pulang?" tanya sang baby yang masih penasaran dengan sang daddy yang tak memberikan kabar selama dua minggu tersebut.


"Mommy akan menasehati daddy agar tidak nakal. Sayang kau selesaikan sarapanmu dulu, bicaranya nanti saja." Laras mengatakan hal yang benar karena selama ini Adya selalu tersedak saat makan sambil bicara.


"Oke mom, aku terima beres saja. Mommy akan menasehati daddy yang nakal! hore!!! daddy pasti akan selalu di rumah! yes!" Adya berjingkrak tanda gembira, selama ini hanya sang mommy yang mampu membuat daddy mereka bertekuk lutut.


Laras tersenyum saat melihat kebahagiaan di wajah putranya.


Sang putra berlari kedalam rumah karena ingin bermain dengan ke empat kakaknya, sang mommy yang tanpa lelah mengikuti setiap langkah putra-putra hebatnya, beranjak dari tempat duduknya dan segera menyusul langkah sang putra.


"Laras!"


Deg!

__ADS_1


Tepat di depan pintu utama, Laras mendengar suara yang sangat ingin ia dengar.


Tanpa terasa, air mata wanita itu tumpah. Dia belum siap menoleh ke belakang.


Tapi derap langkah orang itu terdengar semakin dekat dan kini tidak berjarak lagi.


Orang tersebut memeluk Laras dari belakang, dan membisikkan sesuatu kepadanya.


"Maaf! aku terlambat!"


Seketika isak tangis Laras pecah, dia tak mampu lagi menahan kerinduannya.


Laras berbalik dan memeluk erat sang suami.


Meskipun kesal dengan kelakuan sang suami, namun Laras tetap mencintainya tanpa batas.


"Sayang? bisa lepaskan pelukanmu?" panggil sang mafia.


"Iya, ada apa?" tanya Laras heran, tidak biasanya dia menyuruh melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Lepaskan pelukanmu!" pinta sang mafia sekali lagi.


"Memangnya kenapa?" tanya Laras masih belum memahami situasi jika...


"Semua anggota keluarga dan anak buahku sedang melihat kita, kau tahu apa yang lebih menyeramkan? coba kau lihat! anak-anak ingin membunuh kita setelah ini!" ucap Alex yang menyadarkan sang istri dari segala kebahagiaan yang membuatnya terbuai.


"Mommy! kau curang! curang!" pekik semua anak-anaknya. Mereka tidak terima saat sang daddy kembali tetapi hanya mommynya yang mendapatkan pelukan.


Laras merapikan bajunya, dia canggung sekali. Apalagi ada Guru Fu dan anggota Death Angel yang lain, seperti Willy dan Zu.


"Lanjut di dalam Nyonya, kami tidak akan menggangu," celetuk Willy.


Sorot mata sang mafia langsung menatap ke arah Willy, kemudian dia berkata," Wil, kau tidak akan aku izinkan bertemu anak dan istrimu selama 2 bulan penuh!"


Seketika Willy lemas, dia melakukan kesalahan telah mengatakan hal tersebut kepada sang mafia.


"Tapi bos? kenapa kau jahat? aku hanya bercanda bos!" rengek Willy yang tak mampu tanpa Jeni dan baby nya.


"Itu salahmu! apa aku tambah 2 bulan lagi?" Alex benar-benar kejam, membuat Willy memohon agar diberikan keringanan. Namun pria itu tak menghiraukan ucapan Willy, dia tetep kekeuh dengan pendiriannya.

__ADS_1


"Kejam kau bos, Guru Fu! bantu aku!" Kali ini Willy merenggek kepada sang Guru.


"Itu salahmu Will!" ucap Guru Fu yang semakin membuat Willy terpuruk.


__ADS_2