Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 38


__ADS_3

"Tuan Hans, kami sudah mencari di seluruh penjuru kota, tetapi tidak kunjung menemukannya." Lapor salah satu anggota kepolisian.


"Cari ulang, kau harus segera menemukan anakku dan mafia itu!!!" Perintah Tuan Hans.


Tuan Hans terlihat sangat emosional, dia tidak habis pikir jika anaknya tetap nekat menjalin hubungan dengan sang bos mafia tanpa mengindahkan posisi dirinya sebagai pelindung masyarakat.


Dia juga menyalahkan sang istri yang tidak segera bertindak, nyonya Fira di marahi habis-habisan oleh sang suami.


"Ini semua salahmu, kau tidak becus mengurus anak. Hanya pekerjaan saja yang ada di otakmu itu." Ucap Tuan Hans penuh emosi.


"Bukannya kau juga? otakmu juga hanya pekerjaan saja tanpa mempedulikan anak dan istrimu. Jika aku berkarier, itu sudah sewajarnya karena gajimu sebagai kepala polisi tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga kita." Jawab nyonya Fira.


"Lancang sekali kau, Fira!!!" Ucap Tuan Hans dengan mengepalkan tangannya, dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada istrinya yang telah berkata kurang ajar kepadanya, tetapi dia mencoba menahan dirinya. Sebagai seorang kepala polisi, pantang baginya untuk melakukan hal buruk kepada istri maupun anaknya. Dia hanya akan marah jika sikap anak dan istrinya terlewat batas seperti saat ini.


"Diamlah Tuan Hans, aku sudah menduga kau akan memaki diriku, tapi aku tidak perduli. Kau cari saja putrimu di seluruh penjuru kota, pada akhirnya hanya aku yang mampu menemukannya." Jawab nyonya Laras sambil beranjak pergi dari rumahnya.


"Kau mau kemana Fira? aku belum selesai bicara denganmu!!!"


Nyonya Fira tidak menghiraukan ucapan sang suami, dia tetap saja pergi meninggalkan Tuan Hans.


"Suamiku itu terlalu kaku, lebih baik aku segera pergi ke kantor dan menyelesaikan urusan dengan Tuan Xiauling." Gumam nyonya Fira sambil mengendarai mobilnya menuju kantornya.


Melihat sang istri yang pergi, Tuan Hans masuk ke kamarnya dan berganti baju kebanggaannya. Dia bergegas pergi ke kantor polisi mengendarai mobil dinas miliknya.


"Siall!!! aku sama sekali tidak berharga di mata Fira, awas saja jika kau melakukan hal yang melanggar hukum demi menyelamatkan anakmu, aku tidak akan ragu untuk memenjarakanmu meski kau istriku. Alex, kau adalah benalu dalam hidup anakku. Tidak ada yang bisa kau berikan kepada anakku selain penderitaan, sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan anak gadis kesayanganku kepadamu. Saat aku menemukanmu, kau akan hancur di tanganku, Alex Fernando." Gumam Tuan Hans sambil fokus mengendarai mobil dinasnya.


* * *


Nyonya Fira kini telah berada di kantor Dounghun Farmasi, meski hari masih pagi, dia tetap ingin pergi ke kantornya karena ada beberapa berkas perjanjian yang harus di siapkan. Sambil menata berkas itu, Nyonya Fira menelfon Tuan Xiauling.


"Tuan, jam delapan tepat kau harus sampai di kantorku." Ucap nyonya Fira.

__ADS_1


"Baik, kau sudah mempersiapkan segalanya?" Tanya Tuan Xiauling.


"Sudah, kau hanya perlu datang dan tanda tangan semua berkas perjanjian." Jelas nyonya Fira.


"Nyonya Fira, suamimu sudah tahu jika anakmu di bawa oleh Alex rupanya. Sejak dini hari tadi, beritanya sudah santer terdengar. Di televisi dan media lain juga sudah ramai memberitakan tentang anakmu yang di bawa pergi oleh Alex. Anak buahku juga melaporkan jika seluruh kota ada banyak polisi yang berjaga. Apa kau yang memberitahunya?" Tanya Tuan Xiualing.


"Tidak, apa yang di lakukannya atas inisiatifnya sendiri. Aku juga tidak perduli dengan apa yang di lakukannya, dia terlalu percaya diri bisa menemukan Laras dengan cepat." Jawab nyonya Fira.


"Sepertinya hubunganmu dengan suamimu kurang baik, apa tidak sebaiknya kau menjadi istriku saja?" Ucap Tuan Xiualing.


"Pembahasan kita hanya tentang surat perjanjian dan Laras, yang lain tidak perlu di bahas. Cukup sekian dan terima kasih." Jawab nyonya Fira sambil mengakhiri panggilan teleponnya karena kesal dengan sikap Tuan Xiauling yang berlebihan.


Tiba-tiba Tuan Xiauling kembali menelfon nyonya Fira.


"Ada apa lagi Tuan?" Tanya nyonya Fira.


"Jangan terlalu kaku nyonya, aku hanya bercanda saja." Ucap Tuan Xiauling.


Tuan Xiauling kemudian mengatakan kepada nyonya Fira jika dia bosan dengan sang suami, bisa mempertimbangkan dirinya untuk menjadi pendamping. Dengan tegas, nyonya Fira menolak permintaan Tuan Xiauling.


"Tuan, tolong bersikaplah profesional." Ucap nyonya Fira.


Tuan Xiauling masih terus berusaha mendekati nyonya Fira, tapi tidak berhasil, taktiknya terlalu kuno.


"Baiklah, kalau kau memang tidak mau denganku, tapi kalau anakmu itu? bisakah kau berikan padaku? dia akan hidup bergelimang harta jika mau menjadi istriku." Jawab Tuan Xiauling.


"Tuan Xiauling, dengarkan aku. Aku saja tidak setuju anakku menjalin hubungan dengan Alex yang tampan mempesona itu, kau jangan bermimpi menjadi pendamping Laras. Ayolah Tuan, pembahasan kita cukup bisnis dan uang saja, kemudian segera pertemukan segera aku dengan anakku." Ucap nyonya Laras.


"Kata-katamu cukup kasar nyonya, apa kau tidak takut jika akan ada orang yang menyakitimu?" Tanya Tuan Xiualing.


"Maaf aku sedang sibuk."

__ADS_1


Nyonya Fira mengakhiri panggilan Tuan Xiauling.


Dia sangat kesal dengan sikap pria tua itu yang sembarangan.


"Aku merasa jika telah melakukan kesalahan dengan meminta bantuan Tuan Xiauling, lebih baik aku minta maaf kepada suamiku dan meminta bantuannya, aku belum tahu Tuan Xiualing itu orang seperti apa, aku khawatir dia akan benar-benar menyakitiku bahan anakku nanti."


Setelah memikirkan dengan matang, nyonya Fira akhirnya membuat panggilan ke nomor pribadi sang suami.


"Sayang, sedang apa kau?" Tanya nyonya Fira sok manis.


"Kau ini kerasukan hantu apa? tiba-tiba begitu manis? apa kau lupa sikapmu yang kurang ajar tadi?" Jawab Tuan Hans ketus.


"Kalau istri sedang telepon itu harusnya kau senang, kau malah menuduhku kerasukan. Oh ya, kalau soal itu, aku minta maaf. Aku hanya emosi sayang. Sebenarnya aku meneleponmu itu karena ada hal yang harus aku sampaikan, tapi kau harus berjanji tidak akan marah kepadaku." Ucap nyonya Laras.


"Aku sudah menduganya, kau bersikap manis pasti ada yang kau inginkan. Katakan saja, sebisa mungkin aku tidak akan marah jika itu suatu hal yang tidak berlebihan." Jawab Tuan Hans.


"Begini suamiku, aku meminta bantuan kepada Tuan Xiauling untuk menemukan anak gadis kita karena aku merasa dia dan Alex sama-sama seorang mafia, jadi akan dengan mudah untuknya menemukan keberadaan Laras." Ucap nyonya Fira.


"Apa? kau meminta bantuan kepada Tuan Xiauling? kau telah melakukan kesalahan besar Fira. Track record nya di dunia mafia luar biasa kejam, sudah lama dia bersembunyi, tapi anehnya ,kenapa kau bisa bertemu dengannya?" Tanya Tuan Hans.


"Kau tidak marah padaku kan? dia yang datang kepadaku dan mengatakan akan membantuku memisahkan Alex dan Laras." Jawab nyonya Fira.


"Untuk saat ini kau ku ampuni, tapi untuk selanjutnya tidak akan pernah!!! jika ingin bertindak, pikirkan dulu, siapa orang yang kau ajak kerjasama. Untung saja kau memberitahuku, kalau tidak, kau akan habis olehnya." Ucap Tuan Hans.


"Terima kasih sayang, kau memang suamiku yang terbaik. Suamiku, apa Tuan Xiualing itu sekejam itu? setahuku dia hanya bos mafia yang hanya mengurusi bisnisnya, meskipun sudah lama tidak terlihat, tapi dia cukup mumpuni setelah muncul kembali." Jawab nyonya Fira.


"Tidak perlu kau pikirkan tentang hal itu, kau beri tahu aku kapan dia akan datang lagi ke kantormu." Ucap Tuan Hans.


"Pagi ini jam delapan pagi." Jawab nyonya Fira.


"Baiklah, aku akan mengirimkan beberapa anggotaku dan menyuruh mereka menyamar sebagai karyawanmu untuk mengawasi Tuan Xiauling, jadi kau akan aman." Ucap Tuan Hans.

__ADS_1


Nyonya Fira sangat bahagia, meskipun suaminya galak dan sering marah padanya, tapi setidaknya Tuan Hans masih memikirkan keselamatan dirinya.


__ADS_2