Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Mata-mata Raf


__ADS_3

Anak buah pilihan Raf sudah mulai bergerak, mereka mencari tahu rumah sang mafia melalui titik-titik handal dengan bayaran selangit.


"Kau sudah menemukan rumah itu?" tanya sang anak buah kepada sang detektif lewat sambungan telepon.


"Masih mencari, kau tenang saja! 1 hari, berikan aku waktu 1 hari. Setelah itu, aku akan memberikan kabar baik." Tuan detektif meminta tempo untuk mencari rumah sang mafia, karena selain sulit dideteksi, rumah Alex sering berpindah-pindah. Jika sang detektif menemukan titik terang keberadaan rumah Alex, pasti rumah tersebut hanyalah tempat persinggahan, sang mafia pasti akan berpindah tempat lagi.


"Oke, tetapi setelah 1 hari tersebut, tidak ada tempo lagi! kami bertaruh nyawa untuk menemukan rumah bos mafia itu! jika kau tidak menepati apa yang kau ucapkan tadi, sebelum kami tewas, kau harus tersiksa lebih dulu! paham kan?" Salah satu anak buah Raf memberikan ancaman yang cukup menakutkan, tetapi sang detektif tidak gentar, kredibilitasnya di dunia detektif tidak bisa dianggap remeh, sang detektif yang bernama Nicolas itu santai menanggapi ancaman anak buah Raf.


"Penggal leherku jika esok hari aku tidak mampu menemukan kan tempat tinggal bos mafia itu! bukan hanya kalian saja yang bar-bar, aku juga bisa melakukannya! tetapi karena pekerjaanku ini tidak harus menumpahkan darah, malas berurusan dengan kalian! 2 menit lagi transfer uangnya esok hari akan kuberikan alamat sang mafia!" Tuan detektif membuat kesepakatan yang menarik, dia tidak mau rugi, uang harus ada di tangan sebelum tugas selesai dilancarkan.


"Shiit*! semakin lama kau kurang ajar juga, jika kau bukan kakak dari Theo, mana mungkin sikap kami akan lemah lembut seperti ini, harusnya kepalamu sudah aku penggal saat detik pertama kita bertatap muka!" Sang pemimpin mata-mata terlihat sangat kesal atas kesombongan dari Tuan detektif.

__ADS_1


"Haha! aku menyukai gayamu, pria pemberani yang sangat membela Tuannya! tetapi akan lebih baik jika kau mau intropeksi diri sendiri, lakukan yang terbaik jangan membuatku menjadi pria yang kejam!" Sang detektif yang merupakan mantan anggota Death Angel, tidak mengetahui jika Alex yang dimaksud adalah mantan bosnya. Ini sangat menarik karena mantan bos menjadi sasaran utama mantan anak buah.


"Cih! kau mulai mengaturku lagi, aku tahu kok detektif hebat tetapi jangan mengatakan hal yang membuat kami marah, kau mengerti kan apa maksud kami? jika setelah ini kau tidak menjadi mayat, Jangan sebut kami anak buah Tuan Raf!" Pemimpin mata-mata terlihat sangat kesal dengan sikap Tuan detektif yang merendahkan dia dan anggota yang lain.


"Ini demi kebaikanmu! jika terlalu sombong bukannya akan menang justru mengalami kekalahan yang bertubi, apa kau tidak mengetahui riwayatku? aku adalah mantan anggota terbaik geng mafia paling ditakuti, Death Angel!" Tuan detektif sangat membanggakan mantan gengnya, padahal dia sendiri telah melepaskan diri dari geng tersebut.


Pemimpin mata-mata Raf mengambil kesempatan ini untuk memprovokasi sang detektif.


Pemimpin mata-mata mengatakannya dengan nada penekanan.


"Seperti kasus lain yang pernah aku ungkap, pasti orang itu adalah penjahat yang bersembunyi di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh orang biasa seperti kalian," ucap Tuan detektif dengan sombongnya.

__ADS_1


"Haha! jika kau mengetahui siapa orangnya pasti akan terkejut!"


Tutt...Tut...Tut..


Pemimpin mata-mata segera mengakhiri panggilan teleponnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2