Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 130


__ADS_3

Tuan Yin Wei pamit, dia memberikan sebuah kotak musik kepada Gerald. Pria tua itu mengatakan jika Li menyukai kotak musik yang pertama kali di berikan oleh Yin Wei saat si kecil Li berulang tahun. Pria tua itu berharap Gerald mampu membuat Li tersadar.


"Maaf tuan, apa aku boleh aku bertanya sebelum kau pergi?" tanya Gerald.


"Tanyakan saja," jawab Yin.


"Mengapa Li Wei mengganti identitasnya?" tanya Gerald serius.


"Dia merubah identitasnya karena ingin menjadi gadis yang bebas, dia tidak ingin terbebani dengan statusku sebagai tetua Shadow," jawab Yin dengan tenang.


Gerald terperanjat, orang yang sedari tadi berbicara dengannya adalah ninja legendaris Shadow yang tak terkalahkan itu. Dia meminta maaf atas kelancangannya yang telah mencintai putri tetua Shadow.


Yin tersenyum mendengar pengakuan Gerald, dia memeluk tubuh pria itu dan membisikkan sesuatu.


"Kau adalah calon suami anakku, tidak perlu merasa bersalah jika kau memberikan cinta yang tulus kepada anak semata wayangku,"


Gerald bersemangat saat mendapatkan restu dari tetua Shadow, dia berjanji akan menjaga Li dengan baik.


"Aku pamit Gerald, jangan sungkan meminta bantuanku jika kau memang membutuhkannya," pinta Yin.


Gerald mengangguk dan mengantar calon ayah mertuanya sampai depan apartemen. Setelah Yin pergi, dia masuk kembali ke dalam apartemennya.


Dia melangkahkan kedua kakinya menuju kamar utama dan mengetuk pintu itu. Lama sekali Livy tidak membuka pintu, Gerald mulai panik.


KLEK!


Pintu kamar utama terbuka, nampak wajah sendu Livy di hadapan sang mafia.


"Apa orang tua itu sudah pergi?" tanya Livy.


"Sudah sayang," Gerald memeluk tubuh sang kekasih dan mencium kening Livy.


"Kenapa?" Livy heran dengan sikap Gerald yang tidak seperti biasanya.


Gerald menggeleng kepalanya dan memberikan sebuah kotak musik kepada Livy. Gadis itu sangat bahagia, dia mengajak Gerald menikmati lagu kesukaannya. Mereka duduk di atas ranjang, Livy memeluk tubuh pria tampan di sampingnya itu dan mengecup bibir Gerald mesra.


"Kau nakal," ucap Gerald yang memeluk erat tubuh sang gadis.

__ADS_1


Livy semakin nyaman dengan pelukan hangat itu dan tertidur di dada bidang sang mafia.


"Lagunya sangat mendukung untuk kita memejamkan mata," Gerald terbuai oleh lagu di kotak musik itu dan segera saja dia menuju alam mimpi dengan Livy di pelukannya.


...* * *...


Setelah pertarungan usai, anggota Death Angel membiarkan tubuh Helian berada di tengah hutan, sedangkan kepalanya benar-benar Erland buang ke jurang, akhir tragis si sombong Helian.


Para anggota Death Angel kembali ke markas membawa kemenangan yang sempurna. Perjalanan menuju markas lumayan jauh karena mereka berjalan kaki.


Sesampainya di markas, semua anggota Death Angel masuk ke dalam kecuali Zicko dan Erland, Zicko ingin segera memberitahukan kabar kematian Helian dan kedua ninja terbaiknya kepada bos Alex. lewat sambungan telepon. Suami Laras itu merasa puas dengan kinerja para anggota. Dia meminta Zicko tetap berada di markas menggantikan Willy.


"Willy sedang jatuh cinta bos!" bisik Zicko.


"Siapa gadis tidak beruntung itu?" ledek bos Alex.


"Haha, Jeni bos! seringnya mereka bersama membuat keduanya saling cinta, tetapi Willy masih gengsi, Erland pernah memergoki mereka berciuman di kamar Angela," jelas Zicko.


"Astaga! pria kaku itu telah tersentuh cinta ternyata!" ledek bos Alex.


"Yang pasti Jeni tidak mengganggumu lagi bos, itu point utamanya," jawab Zicko.


"Siap bos!" jawab Zicko.


Bos Alex menutup panggilan teleponnya. Dia melihat Erland sedang menghubungi seseorang.


"Land, kau sedang berbicara dengan siapa? mengapa kau tidak membersihkan noda darah di tubuhmu?" tanya Zicko.


"Aku rindu anak gadisku, dia sedang bersekolah tapi aku memaksanya meneleponku," jawab Erland.


"Kau bersabarlah! setelah semua musuh kita habisi, kau bisa berkumpul dengan anak dan isterimu, bos Alex adalah bos yang berhati mulia, jika kau minta cuti padanya, pasti dia akan mengizinkanmu menemui anakmu," ucap Zicko sembari menepuk pundak Erland.


"Mendengarkan suaranya saja ku rasa lebih dari cukup, aku tidak ingin membuat bos Alex kecewa, anak dan istriku sudah memahami jika aku seorang anggota Death Angel yang bersumpah setia kepada bos Alex," jawab Erland tersenyum bangga.


Zicko merangkul pundak Erland dan mengajaknya masuk ke dalam markas. Saat mereka ingin membersihkan diri, tidak sengaja mereka berdua melihat kebersamaan Jeni dan Willy yang terlihat malu-malu saat berbicara.


"Ehm," Erland berdehem.

__ADS_1


Kedua orang itu terkejut, langsung saja mereka berdua salah tingkah.


"Kak Erland," ucap Jeni lirih, raut wajah cantiknya memerah.


"Kau harus bergerak cepat Will, nona Jeni akan kabur jika kau hanya diam saja," goda Erland.


"Iya Will, ajak dia berkencan, tapi jangan sampai ketahuan bos Alex jika kau belum siap untuk di nikahkan olehnya," tambah Zicko.


Erland dan Zicko tertawa setelah puas menggoda rekannya. Jeni perlahan menjauh dari para pria tangguh itu dan masuk ke dalam kamar Angela.


"Will, kejar dia, nyatakan cintamu!" bisik Erland.


"Sial! kau memang paling bisa membuatku mati kutu Land," Willy di buat malu oleh kedua rekannya itu.


"Haha, nikmati sikap kaku yang kau miliki, jika kau tidak bisa fleksibel, Jeni akan benar-benar kabur," goda Erland.


Willy mulai memikirkan bagaimana cara untuk menyatakan cinta kepada Jeni. Setelah kedua rekan menyebalkan itu pergi, Willy perlahan menuju kamar Angela dan mengetuk pintunya. Jeni langsung membuka pintu, sebenarnya dia sangat bahagia karena Willy mau bertemu dengannya. Tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


Jeni mempersilakan Willy masuk ke dalam, mereka duduk di kursi yang tersedia di kamar itu. Willy mencoba memulai pembicaraan dengan menanyakan keadaan Jeni.


"Aku baik Will," jawab Jeni.


"Syukurlah!" tukas Willy.


Suasana menjadi semakin canggung kemudian kata-kata cinta itu terucap begitu saja dari mulut Willy.


"I love you Jen," Willy menatap mata Jeni.


Keduanya saling bertatap, Jeni menitihkan air matanya. Willy panik, dia kira apa yang di ucapkannya adalah sebuah kesalahan. Dia memeluk tubuh Jeni erat. Dalam dekapan Willy, Jeni menjawab kata cinta itu.


"I love you too Will,"


Willy menatap mata Jeni, dia semakin erat memeluk gadis yang telah resmi menjadi kekasihnya itu.


"Terima kasih Will, kau baik! kau sangat baik, aku beruntung bisa mendapatkan cintamu," jelas Jeni.


"Aku yang beruntung Jen, aku akan melindungimu dari Mike, dia akan habis di tanganku jika ingin merebutmu dariku," Willy mengecup kening Jeni, tangannya membelai rambut sang kekasih.

__ADS_1


Willy dan Jeni akhirnya mampu jujur dengan perasaan masing-masing. Satu persatu anggota Death Angel kini mulai menemukan titik terang tentang masa depan mereka kelak setelah semua musuh berhasil di musnahkan tanpa sisa.


__ADS_2