
Di sebuah ruangan yang cukup luas, terdapat seorang pria gagah dan tampan sedang membaca berkas, ia menatap orang di depannya sesekali.
"Dua ratus milyar, tutup kasusku," pinta orang yang duduk berhadapan dengan pria gagah itu.
Sang pria membuang berkas itu dan menatap orang yang ada di depannya.
"Cih, murah sekali! kasusmu rumit Tuan Zhi, dua triliun, bagaimana?" sang pria gagah mencoba bernegosiasi.
"Gila! itu sama saja dengan pemerasan, bisnisku bisa hancur seketika saat mengeluarkan uang sebanyak itu!" Orang yang lebih tua itu tidak terima jika harus memberikan uang begitu banyak kepada sang pria muda.
"Tuan Zhi, kau harus modal jika ingin selamat, kau lihatlah Dio, adikku, bisa kabur dengan mudah. Hanya aku dan kau yang tahu tentang hal ini," imbuh sang pria muda.
"Raf! aku meminta bantuanmu karena kita sering bekerja sama, tentang Dio, aku tidak ragu jika kau membuatnya bebas dengan kedok kabur dari penjara, karena dia mampu memberikan 500 triliun sekaligus!"
Raf, pria muda berpangkat kepala polisi New York yang baru saja resmi diangkat hari ini menggantikan sang ayah.
Harusnya bukan dia, tetapi Tuan Hans, tetapi jangkauan wilayah kekuasaannya melebihi mertua Alex Fernando, alhasil Raf yang sejak awal merupakan kandidat terkuat menjadi kepala polisi dengan mudahnya mendapatkan jabatan itu.
"Keluar jika tak mampu mengeluarkan uang!" gertak Raf sembari berdiri dan menggebrak meja.
Si pria tua tidak bisa melakukan apapun selain setuju dengan kesepakatan tidak seimbang ini, dia bahkan harus mengeluarkan biaya berlipat-lipat untuk menutupi kasus peredaran uang palsu dan narkotika yang menjeratnya.
Sebagai anggota dewan yang terhormat, dia merasa terancam dengan bisnis terselubungnya, oleh karena itu, saat kasusnya terendus pihak kepolisian, Tuan Zhi langsung datang ke kantor polisi pusat agar bisa bernegosiasi dengan kepala polisi yang baru, so pasti yang lebih bisa di ajak kerjasama.
Tuan Zhi berpikir cukup lama, dia harus memikirkan dengan serius tawaran Raf yang gila itu.
Persekian detik kemudian, pria tua mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Baiklah, aku setuju."
"Cih, Tuan Zhi, harusnya kau setuju sejak awal. Aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk marah-marah."
__ADS_1
Keduanya saling berjabat tangan, senyum penuh misteri menggembang di bibir keduanya.
"Aku akan mengirim uangnya dua jam lagi, sebelum itu, kau harus menutup kasusku!"
Tuan Zhi melepaskan jabatan tangannnya, Raf mulai tenang dan kembali duduk di kursi kebanggannya.
"Tenang saja, semuanya beres jika ada uang."
"Cih, kau dan ayahmu sama saja, gila uang!"
"Tutup mulutmu pria tua!"
"Haha! calm down bocah tengik! aku harus segera pergi banyak pekerjaan yang tertunda hari ini."
"Pergilah! aku juga muak terlalu sering melihatmu!"
Pria tua beranjak dari tempat duduknya, Raf memandang punggung si tua yang menghilang di balik pintu.
"Huft! pria tua merepotkan sekali, bagaimana bisa dia menghargaiku dengan uang di bawah 500 triliun? cari mati saja!" Raf memijat kening saking penatnya karena baru hari pertama sudah banyak yang datang untuk mengurus ini dan itu.
"Ayah!"
"Wah ada kepala polisi yang baru, selamat ya?"
"Cih! ayah? jangan membuatku malu, aku hanya menggantikan ayah, tidak benar-benar menjadi diriku sendiri."
Raf mulai gelisah, muram dan merana.
Melihat hal ini, sang ayah mencoba menghibur putra sulungnya.
"Aku akan membawa Laras kemari, kau bisa berbincang dengannya cukup lama jika kau berkenan."
__ADS_1
Deg!
Jantung pria itu rasanya ingin melompat dari tempatnya, tidak ada alasan lagi untuknya tidak bahagia, karena intinya adalah Laras Nugraheni.
"Ayah? ayah mengetahui tentang gadis pujaanku?"
"Tentu."
"Tapi dia sudah memiliki suami berstatus bos mafia."
"No problem boy! ini adalah urusanku! lebih baik kau siapkan dirimu, nanti malam akan ada wawancara ekslusif dengan seorang gadis yang pernah kau selamatkan dulu, ini bagus untuk kamuflase, track recordmu di dunia kejahatan sangat banyak, tidak selamanya ayah bisa melindungimu, kau harus memberikan image polisi menjadi pelindung masyarakat."
Sang ayah ternyata memberikan kabar tentang kasus seorang gadis beberapa bulan lalu yang membuat publik gempar.
Raf meringsek masuk dalam kobaran api dan menyelamatkan sang gadis, dia juga harus terluka saat mengeluarkan gadis itu dari bahaya.
Setelah itu, kemunculannya selalu disorot, apalagi saat publik mengetahui jika Raf adalah anak sulung kepala polisi New York.
Semua media masa tidak henti memberitakan tentang hal ini, saat mengetahui jika Raf sudah berada di negeri Paman Sam, para awak media langsung berbondong-bondong mencari keberadaan Raf di apartemennya, namun tidak mudah untuk bertemu dengannya, sifatnya yang sok misterius selalu menghindar saat semua orang mencari keberadaannya.
"Kau tidak perlu lari, pulang ke mansion dan semua kasus yang melibatkanmu di masa lalu, akan aku bereskan dengan segera."
"Thanks ayah!"
Raf tersenyum puas, dia akan menjadi pria bersih setelah ini.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...