
"Sayang, apa kau akan menyiksaku hingga pagi menjelang?" tanya Laras yang telah kehilangan sebagian besar tenaganya karena kegilaan sang suami.
"Kita beristirahat sebentar untuk makan dan mandi, setelah itu kita reka ulang," jawab Alex santai.
"Apa?" ucap Laras dengan mata terbelalak, dia serasa berada dalam genggaman singa yang buas dan tak mampu keluar dari cengkramannya.
"Aku suamimu 'kan? bolehlah meminta hakku," goda Alex.
"Iya, tapi sampai kapan kau akan berhenti bermain-main?" tanya Laras.
"Sampai kau positif hamil!" jawab Alex lugas.
"Tapi sayang?" tukas Laras.
Alex meletakkan jari telunjuknya di mulut sang isteri, dia ingin Laras diam dan menjadi penurut.
"Aku tidak menyukai penolakan! kita mandi dulu, setelah itu makan," pinta Alex.
"Kau ini memang big baby menyebalkan sayang," ucap Laras.
"Tadi kita hanya pemanasan, kau lihat tubuhmu sudah penuh dengan tanda kepemilikan yang ku buat," ledek Alex.
"Kau ini, aku sudah bilang berhenti, tapi masih saja kau lanjutkan! kau nakal sekali suamiku," tukas Laras.
Alex mengendong tubuh Laras dan merebahkannya di atas ranjang, dia ingin kembali beraksi, tapi suara ketukan pintu membuat mood bos Alex turun.
"Sial! siapa juga yang mengganggu di saat penting ini," gerutu Alex sembari turun dari ranjang.
'Thanks God! siapapun itu, aku sekarang bisa beristirahat sebentar, suamiku ini luar biasa tenaganya, dia liar sekali. Dia tidak waras,' batin Laras.
Saat Alex melihat siapa yang mengetuk pintu, Laras perlahan turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Alex membuka pintu kamar utama, dia terkejut saat ibu mertuanya menyodorkan nampan berisi dua mangkuk sup dan dua gelas minuman asing yang belum pernah ia lihat.
"Makanlah sup ini yang berguna menambah stamina, kalau ini adalah air ramuan mempercepat hadirnya para cucu," jelas nyonya Fira.
__ADS_1
"Minumannya berwarna aneh, Laras pernah membuatkanku air ramuan, tetapi tidak se-pekat ini," tukas Alex.
"Dia belum lihai membuat air ramuan, nanti kau coba, kekuatanmu akan bertambah tiga kali lipat jika meminumnya, aku akan membantumu segera mendatangkan cucu-cucuku ke dunia ini," jawab nyonya Fira.
"Kau ibu mertua yang sangat pengertian, kau tahu saja apa yang ada di pikiranku," ucap Alex.
"Sudahlah, memang sudah menjadi tugasku, bawa nampan ini, kau segera eksekusi," pinta nyonya Fira sambil menyerahkan nampan itu kepada bos Alex.
"Siap ibu mertua," jawab Alex segera menerima nampan tersebut.
Alex menutup pintu dan mendapati sang isteri tidak berada di ranjang, dia meletakkan nampan itu di atas meja.
"Dia pasti sedang mandi," ucap Alex.
Bos Alex mengetuk pintu kamar mandi yang lupa Laras tutup, dari balik pintu samar terlihat tubuh aduhai sang isteri yang berada di bilik kaca, Alex langsung masuk ke dalam bilik kaca itu tanpa seizin sang isteri.
Sang isteri terkejut saat melihat bos Alex ada di depan matanya, sang mafia melihat dengan jelas tubuh polos yang basah karena percikan air shower itu.
"Kau sengaja tidak menutup pintu agar aku bisa menjamahmu lagi kan? kau licik sayang, kau bilang tidak ingin, tetapi terus menggodaku, jangan salahkan aku jika akan terjadi sesuatu setelah ini," tukas bos Alex.
Alex mendekati tubuh Laras dan mendaratkan ciuman di tengkuk sang gadis.
"Kau ingin, tapi berpura-pura, kau tahu? wajahmu begitu menggemaskan saat air shower ini membasahi wajah cantikmu," jawab Alex yang tiada bosan membuat Laras terbuai oleh sentuhannya.
Tangan Alex kembali bergerilya, dia bermain di area sensitif sang gadis yang kenyal dan berisi itu, dia memainkannya dengan mulutnya secara bergantian, di bawah sana sudah ada yang mulai menegang, tetapi Alex tidak ingin segera menuntaskannya, dia lebih rileks saat sang isteri merasa nyaman karena sentuhannya.
"Kau membuatku candu sayang, aku akan benar-benar gila jika sedetik saja tidak menyentuhmu," ucap Alex lirih.
Laras tidak menggubris perkataan bos Alex karena sang suami yang begitu lihai bermain di area sensitifnya. Gadis itu ingin lepas, tetapi tubuhnya justru menerimanya.
"Sayang, aku lelah! aku mandi dulu, kita lanjutkan nanti," ucap Laras dengan nafas tersengal-sengal.
Alex menghentikan aksinya, dia menuruti permintaan sang isteri.
"Baiklah, kita mandi bersama, setelah ini lanjutkan di ranjang, awas kalau kau berbohong, hukumanmu akan ku lipat gandakan!" ucap bos Alex.
__ADS_1
Alex melucuti celana pendek dan t-shirt yang ia pakai, kini tak terlihat satu helai benangpun di tubuh keduanya, pasangan suami isteri itu melakukan sesi pembersihan diri bersama, tidak ada tindakan lanjutan dari bos Alex karena sang isteri telah memintanya menghentikan kebrutalannya.
Setelah selesai, Alex mengambilkan handuk untuknya dan sang isteri, mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh keduanya dan dua handuk di tangan untuk mengeringkan rambut masing-masing.
Saat Laras ingin mengambil baju di lemari yang ada di kamar itu, dia terkejut dengan apa yang ada di dalamnya.
"Ini tidak wajar suamiku," ucap Laras.
"Apanya yang tidak wajar?" tanya Alex.
"Di lemari ini hanya ada lingerie, ini pasti kerjaanmu kan?" tukas Laras curiga.
"Haha... mana aku tahu, tapi bagus juga, aku akan mudah tergoda olehmu, jadi kau akan segera hamil," jelas bos Alex.
"Sayang! jangan bercanda di saat seperti ini," pinta Laras.
"Pakai kemejaku, kau akan lebih imut mengenakannya," jawab Alex.
Bos mafia itu membuka sebuah ruangan rahasia yang hanya berisi baju pria dengan segala jenis merek terkenal.
"Kau mampu membeli banyak baju pria, tetapi kau tidak menyiapkan untukku baju wanita meski sehelai saja," gerutu Laras.
"Ini rencana Richi dan Angela sepertinya," terka Alex.
"Rencana mereka tapi kau yang menyuruh tuan Richi dan Angela yang melakukannya, tidak ada bedanya sayang," ucap Laras kesal.
"Sudahlah, nikmati saja menjadi pengantin baru, oh iya tadi ibu mertua datang kemari, dia membawa sup penambah stamina dan air ramuan yang berkhasiat mempercepat kedatangan 5 baby A," jawab Alex.
"Cih! ibuku itu selalu mengada-ada, mana ada makanan seperti itu," tukas Laras.
"Kita makan saja meskipun sudah dingin, kita harus menghargai usaha ibu mertua, dia telah susah payah membuat sup dan air ramuan ini, dia pasti sedih jika tahu kita tidak menghabiskannya," jelas Alex bijak.
"Iya, kita pakai baju dulu, setelahnya baru menikmati hidangan buatan ibuku. Wah kau memang luar biasa sayang, empatimu begitu besar terhadap usaha ibuku, terima kasih karena kau begitu menghargainya," ucap Laras.
Alex mengangguk, untuk selanjutnya, mereka masuk kedalam ruangan rahasia yang ada di kamar itu dan segera mengenakan pakaian untuk menutupi tubuh polos keduanya. Setelah itu, mereka berdua duduk di atas sofa sembari menikmati sup yang mulai dingin itu dengan lahap.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...
...* * *...