
Macau ...
"Kau Yovan kan? harusnya berpikir! bagaimana nasib Sia! turuti perkataanku atau dia akan mati!" ucap MK, di depan Yovan yang terikat tali di kedua tangan dan kedua kakinya.
MK duduk di kursi singgasana nya sedangkan Yovan, berada di bawahnya dengan posisi bersimpuh.
"Tidak, aku sudah berkhianat kepadanya. Jangan kau menyuruhku untuk membunuh Tuan Fudo, dia adalah ketua yang sangat aku hormati. Bunuh saja aku, jika kau menginginkan nyawaku!" Yovan, tidak akan pernah rela menjadi penghianat yang sebenarnya di depan semua anggota Death Angel, terutama Tuan Fudo dan Alex.
Dia melakukan penghianatan juga bukan karena keinginan yang sendiri, dia akan membongkar segala kebusukan MK di depan gengnya serta Tuan Fudo.
Tapi, untuk saat ini dia belum bisa melakukannya, MK terlalu sadis menyiksanya hingga dirinya tidak bisa melakukan apapun.
"Apa kau bilang? apakah kau ingin dicambuk lagi?" MK Yovan.
"Silahkan saja, aku tidak perduli! pada intinya, biarkan aku menjadi penghianat di depan mereka tetapi hatiku membela mereka sampai titik darah penghabisan!" ungkap Yovan, kata-katanya membuat MK geram.
"Cambuk dia!" perintah MK.
Satu anak buah yang berbadan tinggi dan kekar, udah siap dengan cambuk di tangannya.
Ia mencambuk punggung Yovan sampai lebam.
Tidak sampai di situ, dia juga menendang tubuh itu sampai tersungkur tepat di kaki MK.
"Cepat! katakan kepadaku jika kau setuju untuk melakukannya!" pekik MK.
Dia sangat tidak sabaran, sudah 2 jam dia melakukan penyiksaan terhadap Yovan.
Namun, pria itu tidak bergeming.
Yovan tetap keukeuh dengan pendiriannya.
"Hah! menyebalkan sekali! kurung dia di penjara jangan berikan makan selama satu minggu!" MK menendang tubuh Yovan tinggal dia tersungkur, siap tersiksa oleh karena memegang teguh pendiriannya untuk tidak membunuh Tuan Fudo.
__ADS_1
MK beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar dari ruangan yang cukup luas yang biasa digunakannya untuk menyiksa Yovan.
Selepas MK pergi, anak buah yang mencambuk Yovan, menyeret pria itu masuk ke dalam besi yang berada ada di pojok ruangan itu.
Setelah berada di depan jeruji besi itu, sang anak buah membuka pintunya dan melempar Yovan ke dalam jeruji besi tersebut.
"Aku akan melihat, seberapa kuat kau ada di dalam ruangan ini! aku bisa memastikan kau akan tewas setelah 24 jam tanpa makan dan minum!" Anak buah MK tersenyum sinis kemudian pergi meninggalkannya.
Di dalam jeruji besi, dia mendengar suara seorang gadis bertanya kepadanya.
"Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya si gadis.
"Apa matamu tidak jelas saat melihat? kau lihatlah aku terikat dan tubuhku banyak bekas cambukan sampai baju yang kupakai robek semua, apakah aku bisa mengatakan, jika aku baik-baik saja?" ungkap Yovan dalam posisi tengkurap.
"Aku akan menolongmu, melepaskan tali yang mengikat kaki dan tanganmu." Si gadis dengan perlahan membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Yovan, setelah itu dia mengambil kotak obat yang ia curi dari MK.
"Aku akan mengobatimu dengan ini," ucap si gadis yang membiarkan kepala Yovan berada di pangkuannya.
"Iya, diapakan merenggut mahkota yang aku miliki, coba kau lihat wajahku! banyak lebam di sana-sini, aku takut kekasihku marah, karena ini juga salahku. Apalagi, saat mengetahui jika aku tidak suci lagi, dia akan memutuskanku dengan segera." Tak terasa, bulir bening itu menetes di punggung Yovan dan dia berteriak.
"Aw! apa itu, kau sudah memberikan obat?" pekik Yovan, yang mengira ia meneteskan obat antibiotik ataupun alkohol.
"Bukan, itu air mataku yang jatuh!" jawab si gadis.
"Oh, sudahlah! tidak ada gunanya menangis, lebih baik kau kabur bersamaku. Kelak aku akan menjagamu sebagai balas budi karena kau telah menolongku," ungkap Yovan.
"Hah, kau pasti meminta balasan malam yang indah kan?" Si gadis mengira-ngira isi otak Yovan.
"Haha, aku tidak akan melakukan apapun terhadap, usiaku dan usiamu terpaut 10 tahun lebih, aku bisa mendengar dari suaramu kalau kau masih bocah!" Yovan melihat wajah artis tetapi sudah mampu menerka umur si gadis.
"Iya, kau benar. Hm ... kau dari mana? apakah MK memiliki masalah yang besar terhadap mu? sehingga dia menyiksa kamu terlalu berlebihan?" tanya si gadis penasaran.
"Tidak juga, aku sudah terbiasa seperti ini, karena aku adalah anggota mafia. Harusnya, aku bertanya kepadamu, mengapa kau berada di sini?" Yovan ternyata juga merasa penasaran dengan jati diri si gadis.
__ADS_1
"Ceritanya panjang tetapi aku hanya menunggu Han Bin, dia kekasihku, dia mengatakan ingin menyelamatkan ku tetapi tak kunjung datang, sampah MK melakukan hal yang menjijikkan terhadapku!" Si gadis menghentikan aksinya dalam mengobati Yovan, dia menangis sesenggukan.
"Sudahlah, tidak perlu menangis. Tetesan air matamu bisa membuat punggungku kesakitan, aku akan membantumu tenang saja. Kita akan kabur dari sini tetapi menunggu, aku memiliki ide yang cemerlang." Yovan tetap menghibur sang gadis meskipun dia juga merasakan seluruh badannya.
Keduanya terdiam, sampai dengar langkah seseorang mendekati keduanya.
Yovan dan si gadis pura-pura tidak melakukan apapun, si gadis kotak obat yang ia curi dari MK.
"Hei gadis sialaan! dua jam lagi, bos akan kemari, biasakan tersenyum manis padanya! jangan membuatnya marah, hari ini dia akan mengajakmu pergi ke sebuah bar tempatnya berjudi, dia akan menjualmu kepada pria kaya raya! jadi, bersiap-siaplah!" ujar anak buah MK, dia memberikan baju yang bagus yang dimasukkan di dalam kotak besar. Ia makannya di depan sel, anak buah itu, menyuruh sang gadis untuk keluar. Di dalam ruangan itu ada sebuah kamar tempat MK melakukan hal yang buruk terhadap si gadis, sang anak buah, meminta sang gadis untuk segera masuk ke kamar tersebut dan menyiapkan segalanya.
"Ya," jawab sang gadis.
"Kau akan menjadi santapan para pria tua itu, Haha ... gadis yang malang, mana kekasihmu itu? kau bilang dia akan datang? dia sudah mati? Haha!
Deg!
Sang gadis seperti disambar petir saat mendengar kabar tersebut, dia merasa sendiri saat ini.
Rasa sesak seketika menyeruak di dalam dadanya, pria yang sangat ia inginkan kedatangannya dan menyelamatkan dirinya dari amukan MK ternyata telah tiada.
"Kalian tega!" Si gadis bangkit dan memukul jeruji besi itu saat anak buah tersebut pergi.
Si gadis menangis histeris saat mengetahui sang kekasih telah tewas.
Yovan, ia mendengar suara pintu ruangan itu ditutup.
Ini berarti anak buah tersebut telah keluar dari ruangan yang cukup luas itu.
"Jangan menangis, aku akan membawamu pergi dari sini. Kau bisa membuktikan sendiri bahwa kekasihmu belum tewas, mereka hanya menggertak mu saja! agar kau sedih, jika kau bersedih kau akan putus asa dan menyerahkan seluruh hidupmu kepada mereka! aku mengetahui hal ini karena aku adalah seorang mafia, jadi kau tenanglah! janji akan melindungimu sampai mati karena kau telah berbaik hati mengobati lukaku," ucap Yovan.
Dia tidak akan mengetahui jika apa yang ia katakan akan berbuntut panjang di masa depan.
....
__ADS_1