
Sang gadis masih penasaran dengan Alex, dia berusaha untuk mendekatinya lagi. Si gadis yang seorang penghibur mencoba mencari cara yang instan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Hey, kau mau uang tidak?" tanya si gadis kepada seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi tiga gelas jus buah.
"Tidak, terimakasih." Si pelayan tak menggubris apa yang dikatakan oleh si gadis.
Sang gadis mencari lagi orang yang bersedia membantunya.
Akan tetapi tidak ada yang mau membantunya, hingga seorang pria tiba-tiba menghampirinya dan menawarkan bantuan.
"Nona? apa kesulitanmu?" tanya seorang pria berjaket kulit berwarna coklat.
"Saya ingin bersama pria itu, tetapi dia terlalu cuek, tolong saya!" jawab si gadis.
"Oke, bayar dengan tubuhmu! kau harus menjadi milikku, oke?" Si pria yang tak kalah tampan, juga ingin imbalan yang setimpal.
"Aku tidak mau, jika tidak ingin membantu, enyahlah! aku akan mencari orang lain saja!" So gadis akan kabur, tetapi si pria justru menarik pinggang sang gadis dan memeluknya dengan erat.
"Haha, kita bermain baby! aku akan memberikanmu segalanya!" Si pria di atas angin, dia menjadi orang yang sangat menyeramkan.
Si pria bahkan menarik dengan kasar si gadis.
Frank yang mendengar keributan, langsung melaporkan kepada Tuan Win.
"Tuan Win, ada ribut-ribut apa itu?" tanya Frank.
"Biasalah, mungkin gadis itu sedang tawar menawar dengan para pelanggan." Tuan Win yang sudah paham akan kondisi bar, tidak terlalu memikirkan hal tersebut.
__ADS_1
Namun semakin lama, keributan semakin menjadi, Frank gemas untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di bar itu.
Frank menghampiri sang gadis dan mendengar jika dia akan bekerjasama menjebak sang mafia.
Seketika itu juga, Frank melabrak keduanya.
"Cari mati ya?"
Bug!
Frank menghajar si pria dan keduanya terlibat baku hantam.
Melihat keributan di dalam bar miliknya, Tuan Win bersama Alex mendekati dua pria yang sedang berkelahi.
"Frank! ada apa ini? hentikan!" pekik sang mafia sehingga dua orang itu benar-benar menghentikan perkelahian.
Si pria yang ketahuan menyembunyikan obat itu di saku celananya kemudian mendapatkan tatapan tajam dari sang mafia.
"Dimana obat itu?" tanya Alex.
"Dia berbohong! Aku sama sekali tidak melakukan, itu adalah gadis ja*Lang itu! dia yang merencanakan segalanya karena ingin tidur bersamamu!" ucap si pria yang tidak mau disalahkan.
Sang gadis otomatis langsung maju ke depan menghadapi sang mafia.
"Memang ini ideku dan kau harus tidur bersamaku!" Sang gadis dengan gilanya langsung memeluk tubuh Alex, tak ambil pusing, sang mafia seketika itu juga mendorong tubuh sang gadis. Gadis itu jatuh tersungkur.
"Gadis tak tahu malu, seharusnya aku sudah membunuhmu dari tadi!"
__ADS_1
Sang mafia mendekati gadis tersebut dan meraih pisau lipat yang ada di saku celananya.
Alex mengarahkan pisau lipat itu tepat di ...
"Ampun Tuan jangan bunuh aku!" ucap si gadis memohon, namun ...
Jleb!
Pisau itu menancap di meja pengunjung yang ada di belakang sang gadis.
"Hari ini kau bisa hidup, pergilah! dewa kematian masih mau berbaik hati kepadamu! lain kali, jangan mengusikku! karena isi perutmu bisa saja berserakan karena pisau milikku yang akan menggoyaknya!"
....
#Bonus jokes gak penting, karena authornya lagi pening oy! 🤣🤣🤣🤣
Laras : Ganteng amat suami bule ku! badannya makin bagus, tapi awas saja kalau di Macau tergoda gadis lain. Tiada jatah bagimu!
Alex : No baby! aku setia padamu, neng othornya yang nakal kasih gadis penggoda.
Laras : Neng othor!! 😤😤😤😡😡😡
Authornya : Pura-pura gak lihat dan gak tahu #masih di bawah umur🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Sekian dan terima gaji ⛈️⛈️⛈️💵💵💵💵
__ADS_1