Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Makan siang


__ADS_3

Sang mafia sudah merasa lebih bersemangat dari sebelumnya. Dia meminta sang isteri untuk memanggil kelima anaknya karena sudah waktunya makan siang. Laras beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri anak-anak yang masih berada di dalam ruang ganti.


Sesampainya di dalam ruang ganti, dia memberitahukan kepada kelima anaknya bahwa sudah waktunya makan siang. Mereka sangat antusias, si kembar lima berlarian keluar dari ruang ganti. Bahkan mereka tidak menghiraukan kehadiran Laras.


"Mereka terlihat sangat lapar, saat aku mengatakan makan siang, ke lima anakku langsung berlarian," ucap Laras sembari tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.


Laras pun mengikuti langkah lima bayi kembarnya yang ternyata berhenti di satu titik, yaitu menghampiri daddy mereka.


"Dad! ruang ganti ada permainan ding dong." Lexis sangat bersemangat menceritakan apa yang ia lihat di dalam ruang ganti.


"Iya dad! di sana juga ada banyak permainan seru, daddy harus membuat Taman Hiburan!" seru anak-anaknya yang lain.


Kini Lexis mendapat dukungan penuh dari keempat saudaranya. Tidak ada alasan lagi untuk Alex menolak permintaan luar biasa si kembar lima nya.


"Satu minggu lagi daddy akan merencanakan pembangunan Taman Hiburan yang kalian inginkan." Alex segera mengabulkan permintaan lima bayi kecilnya yang telah beranjak dewasa.


Kelima anaknya berjingkrak-jingkrak, mereka sangat bahagia mendengar bahwa Alex akan membuat Taman Hiburan sendiri untuk keluarga.


Laras ikut merasa senang saat suami dan anak-anaknya terlihat akrab dan dekat meskipun hanya 1 hari. Biasanya Alex hanya akan menemui mereka di saat hari libur tiba. Itupun hanya seminggu sekali, selain menjadi CEO, Laras juga menyadari jika sang suami tidak akan pernah lepas dari dunia mafia yang membesarkan namanya. Dia selalu mendukung apapun keputusan yang akan diambil oleh Alex Fernando.


Selama itu baik, dia tidak akan melarang sang suami itu terjun kembali ke dunia mafia, karena kehidupan mereka pun tidak akan pernah lepas dari ancaman para musuh. Sebagai seorang suami, Alex Fernando telah melakukan segalanya untuk istri dan anak-anaknya, segala perlindungan telah dilakukan oleh sang mafia.


Laras diam-diam mengetahui jika selama ini saat dia pergi keluar rumah bersama bayi kembarnya, anak buah sama mafia selalu menjaganya. Meskipun Alex tak pernah membicarakan hal ini karena Laras merasa terlalu berlebihan jika ada bodyguard yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.


Tapi kini sang isteri yakin, jika apapun yang dilakukan oleh Alex hanya untuk melindungi dirinya dan lima baby jenius dari segala gangguan para musuh yang sewaktu-waktu bisa melakukan hal yang buruk kepada mereka.

__ADS_1


"Sayang? kau melamun? apa kau sakit?" Alex memanggil nama sang isteri, namun Laras sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Dia terlihat tersenyum ke arahnya, tetapi bola matanya tidak fokus.


Saat menyadari jika dirinya sedari tadi hanya diam dan terlalu dalam masuk ke dalam alam bawah sadarnya, dia langsung menjawab pertanyaan sang mafia.


"Aku baik-baik saja sayang, kita makan siang yuk? mommy sudah lapar!" Laras semakin bersemangat, tidak ada hal yang perlu dicemaskan, selama ada Tuhan dan sang suami, dirinya dan kelima anaknya tidak akan mendapatkan masalah.


Laras, Alex dan kelima baby kembarnya keluar dari pusat oleh-oleh dan souvernir membawa banyak belanjaan, karena sudah membayar DP 300juta, Laras dan Alex boleh memilih apapun souvenir yang ada di sana tanpa perlu membayar sepeserpun.


Laras menitipkan barang belanjaannya kepada para karyawan pusat oleh-oleh dan souvenir karena dia akan makan siang dengan keluarganya. Dengan senang hati para karyawan menjaga barang belanjaan isteri sang mafia tersebut.


Perjalanan menuju restoran yang telah disiapkan oleh Tuan Carlo dipenuhi dengan kehebohan si kembar lima karena di sepanjang jalan terpampang nyata banyak jenis ular dan burung koleksi dari Taman Hiburan itu.


Mereka banyak sekali bertanya kepada Alex, tentang jenis ular dan burung yang ada di sepanjang jalan menuju restoran.


Untung saja! sebelumnya, dia sudah mempelajari hal ini, jadi dia tidak terlalu canggung menjawabnya. Dengan fasih dan lancar, sang mafia jawab satu persatu pertanyaan dari anaknya yang sangat luar biasa aktif dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi itu.


"Ya Tuhan! ini bagus sekali!" Laras sangat excited, melihat pemandangan menakjubkan di depannya. Sebuah restoran yang dibangun di tepi danau buatan, di sekelilingnya ada berbagai jenis bunga mawar, bunga lily jenis dan warna yang berbeda. Paket komplit keindahan surga dunia.


Perlahan tapi pasti, mereka berjalan menuju restoran unik bertema flower and lake itu.


Setelah sampai di restoran unik itu berada, sudah tersedia banyak hidangan dan minuman segar yang menggugah selera.



__ADS_1





"Wah!!! semuanya sangat enak daddy! Japanese food, i like it!" ucap Aarav serta ke empat adiknya yang memiliki makanan kesukaan seperti sang daddy, makanan khas Jepang.


Laras dan Alex duduk lesehan di antara anak-anaknya yang saling berebutan mengambil makanan. Mereka terlihat sangat lapar, mungkin saja kelelahan saat bermain tadi.


Restoran yang hanya ada satu keluarga sang mafia namun sudah mampu meramaikan Taman Hiburan yang tertutup seharian untuk para pengunjung umum itu karena ada tamu penting di dalamnya.


"Jangan berebut sayang, semuanya sudah tersedia untuk masing-masing, jika kurang, bisa pesan lagi." Sang mafia berusaha melerai Adelio dan Adya yang sering berselisih paham tentang memilih makanan, entah di rumah ataupun di luar rumah.


"Iya nak, dengarkan apa yang daddy sampaikan, besok daddy akan membuat Taman Hiburan seperti yang ada disini untuk kalian semua tetapi tidak boleh berebut ya?" Rayuan maut Laras, mampu membuat kelima anaknya luluh. Pada akhirnya, suasana kembali kondusif.


Melihat anak-anak bahagia dan sehat, membuat Laras dan Alex merasa bangga. Di tengah segala permasalahan yang ada, apa itu masalah bisnis ataupun masalah di dunia mafia, Alex tetap menjadi ayah dan suami idaman untuk keluarganya.


Tidak terkecuali jika dia sedang marah, tetap akan tegas kepada anggota keluarganya. Karena rasa sayangnya kepada anak dan isteri lebih dari segalanya.


Angin sepoi-sepoi mengiringi kehangatan keluarga yang sedang menikmati hidangan khas Jepang itu.


Ini kali pertama mereka keluar rumah setelah satu bulan yang lalu, Alex benar-benar meluangkan waktunya untuk bersama keluarga. Dia tidak ingin kehilangan momen ini, selain demi kebahagiaan anak dan isterinya, dia juga ingin menjadikan momen ini lebih dekat dengan kelima anaknya yang merasa tidak diperhatikan olehnya. Sang mafia akan menunjukkan jika dia adalah daddy yang bertanggung jawab dan penyayang.


"Terimakasih daddy, love you full for daddy!" ucap kelima anak kembarnya serentak.

__ADS_1


"Love you all, sayang," jawab sang mafia dengan senyum bahagia.


__ADS_2