
Alex segera melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Guru Fu, setelah mendapatkan izin dari seluruh anggota keluarganya serta sang Guru. Dia mendekat kearah mobilnya dan segera masuk ke dalamnya.
Alex harus waspada, kali ini ada musuh yang harus segera di basmi. Secepat kilat, sang mafia mengendarai mobil miliknya menuju markas utama. Di tengah perjalanan, ada sebuah mobil yang sengaja berhenti di tengah jalan.
"Sial!" Alex kesal karena di saat keadaan genting, ada saja orang yang tidak jelas menghadang mobilnya. Sang mafia segera turun dari mobilnya.
Alex mendekat ke arah mobil kurang kerjaan yang menghalanginya, tak di sangka, ada sepuluh orang yang tiba-tiba muncul dan mengepungnya.
"Cih! tipuan kuno. Siapa kalian?" tanya sang mafia dengan senyum sarkasnya, dia melipatkan tangan di dada. Mencoba melihat ketua dari sekumpulan pria berbadan kekar di depannya tersebut.
"Kami? pembunuh! kau adalah pria yang pantas mati! serang....!!!" pekik seorang pria yang langsung membawa katana di tangan masing-masing.
Alex yang tanpa persiapan apapun berusaha menghindari serangan katana dari segala arah.
__ADS_1
Bug!
Satu persatu pria yang menyerangnya menggunakan katana, ambruk akibat pukulan sang mafia, meskipun Alex harus merelakan lengan dan dadanya terkena tebasan katana lawan yang sangat tajam itu. Darah segar mengucur dari lengan, dada serta kaki sang mafia, di saat terakhir sang mafia roboh, dia tak mampu melanjutkan pertarungannya, matanya masih terjaga saat sepuluh katana mengarah kepadanya. Namun tiba-tiba saja ada sebuah mobil datang, beberapa detik setelahnya, seorang pria turun dari mobil itu.
Pria itu membelah sekumpulan pria yang haus darah, saat menatap pria yang ia incar tak berdaya, pria tersebut meminta semua pria kekar yang berdiri mengelilinginya enyah segera.
Kini hanya ada pria tersebut dan sang mafia.
"Apa kabar Lex? sudah lama tidak berjumpa," ucap si pria dengan senyum menyeringai.
Tiba-tiba suara sang mafia menghilang, dia tak sadarkan diri.
"Bawa dia! penjarakan di penjara bawah tanah! aku tidak ingin segera menghabisinya, aku dengar dia memiliki seorang istri yang cantik, bisalah menghangatkan malamku suatu hari nanti Haha! rasanya puas! Blue Sea! keturunan satu-satunya Tuan Fernando, telah berada di tanganku. Setelah ini, tidak akan ada lagi yang menghalangiku!" ucap pria tersebut yang ternyata adalah Asley Xie, pria yang sangat membenci Alex. Dia tidak segan-segan membunuh sasarannya, tetapi untuk sang mafia berbeda. Dia memiliki rencana lain, selain ingin menguasai Death Angel, mengurungnya dipenjara dan menyiksanya dengan keji merupakan salah satu tujuan utamanya selain mendapatkan anak dan istri dari sang mafia.
__ADS_1
Alex di seret oleh 2 anak buah Asley Xie menuju mobil milik mereka. Jejak darah yang masih segar menempel di aspal, cipratan darah akibat lengan sang mafia yang terluka juga ada disana.
...* * *...
Di markas utama Death Angel...
"Bos Alex sulit sekali dihubungi, apa dia mendapatkan masalah?" tanya Willy, dia mengkhawatirkan keadaan sang mafia.
"Tenang saja, dia pasti baik-baik saja," jawab Zicko meyakini jika sang mafia memiliki kelebihan yang mencengangkan.
"Tapi, dulu aku pernah melihat Bos Alex, dikeroyok oleh pendekar katana GX, dia terluka parah. Untung ada Tuan Fudo yang sudah mengetahui bahwa sang mafia dalam bahaya, semoga saja bos Alex tidak mendapatkan hal yang buruk," ucap Willy mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat dirinya menemukan gembong narkotika yang sedang buron. Waktu itu, dia sedang menyelidiki dana yang di gunakan oleh Human Farmasi, sebuah perusahaan nomor 2 yang bergerak di bidang obat-obatan medis.
Dia menemukan fakta bahwa selain sebuah perusahaan, Human Farmasi juga memiliki bisnis lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu menjadi salah satu penyumbang senjata api terbesar dari kota itu.
__ADS_1
Namun, karena izin tentang penjualan senjata api belum mendapatkan titik terang, alhasil sang Bos dengan percaya diri mendirikan sebuah perusahaan senjata api ilegal.
Saat Willy sedang mencoba menghubungi sang mafia berulang kali, dia menemukan sesuatu yang aneh di radar ponselnya.