
Guru Fu berpamitan dengan Tuan Fudo karena dia tidak bisa meninggalkan para muridnya terlalu lama. Tuan Fudo berpesan agar Guru Fu tidak sungkan untuk meminta bantuannya jika mendapatkan kesulitan.
"Baik Fudo, jika aku membutuhkan bantuan darimu, pasti akan segera datang kepadamu." Ucap Guru Fu sambil memeluk erat kawannya itu.
"Kau hati-hatilah di jalan Fu Renzo." Jawab Tuan Fudo sambil melepaskan kepergian Guru Fu.
"Ya, terima kasih Fudo. Saat kau berbicara dengan Alex, sisi lain darimu muncul. Aku hampir tidak mengenalimu tadi. Kau terlihat dewasa dan bijaksana saat menanggapi hubungan Alex dan seorang gadis yang menjadi kekasihnya itu." Ucap Guru Fu.
"Apalah kau ini, aku memang seperti ini sejak dulu, kau saja yang tidak memperhatikannya. Sudahlah, di akhir pun kau masih sempat memujiku, padahal jika soal kedewasaan, kebijakan dan hal luar biasa lainya, kaulah yang terbaik. Fu, aku mohon tuntaskan misimu menyembuhkan Justin. Aku kadang merasa kasihan dengannya, meskipun dia itu sangat sulit untuk di nasehati, tapi semoga saat kau yang mengurusnya, keadaannya menjadi berbeda." Jawab Tuan Fudo.
"Mungkin karena kau sudah memiliki hubungan yang dekat dengan Alex, sehingga sisi lain mu itu muncul dengan sendirinya. Baik Fudo, akan ku lakukan yang terbaik untuk Justin."
Guru Fu perlahan melangkahkan kedua kakinya keluar dari kediaman Tuan Fudo. Dia pergi dengan melambaikan tangan serta melempar senyum kepada Tuan Fudo. Tetua Death Angel itu juga membalas senyuman serta lambaian tangan sang kawan.
Tuan Fudo kemudian menelfon anak buahnya untuk segera mencari informasi lengkap tentang gadis yang sedang menjalin hubungan dengan Alex itu.
"Zack, tolong kau beri tahu aku segala hal tentang gadis yang bersama Alex akhir-akhir ini, aku tidak mau kecolongan lagi, aku harus segera mengetahui dengan jelas latar belakangnya." Perintah Tuan Fudo.
__ADS_1
"Baik Tuan, tunggu aku dua jam lagi, setelah itu akan aku bawa berkas informasi lengkap tentang sang gadis." Jawab Zack.
Tuan Fudo kemudian menutup panggilan telefonnya dan kembali beraktivitas, dia tiba-tiba teringat akan file tentang propaganda sang adik.
"Sebaiknya selembar file saja yang aku bakar, karena empat lembar yang lain adalah file penting. Toh semuanya sudah jelas, jika Justin dan Alex adalah anak kandung dari Tuan Fernando dan Nyonya Raihana. Akan menjadi perdebatan jika selembar file ini jatuh ke tangan orang yang salah."
Fudo membakar selembar file itu dan menyisakan empat lainnya karena ada hal penting yang di tulisnya dulu mengenai riwayat serta kelemahan yang di miliki Xiauling dan Zhen Ming.
Setelah selesai memusnahkan selembar file tadi, Fudo segera menyimpan sisa file itu ke dalam lemari besi yang berisi banyak pusaka milik Death Angel dan segala senjata milik Tuan Fudo dari awal bertarung hingga dia memutuskan untuk turun tahta.
Tiba-tiba Fudo teringat akan kisah masa lalu nya bersama seorang gadis desa. Dia dan sang gadis, dahulunya adalah sahabat, karena dirinya memutuskan untuk bergabung menjadi anggota Death Angel, dia tidak tahu lagi kabar sang gadis. Terakhir kali dia tahu, sang gadis telah pindah ke luar negeri ikut bersama sang ayah yang memang bukan asli pribumi. Saat itu, ibu dari Haruka tidak ikut pergi bersama anak dan suaminya karena harus mengurus ladang dan hewan ternak milik kedua orang tuanya. Hingga pada waktu Blue Sea dan Naga Api berperang, banyak masyarakat yang menjadi korban, termasuk Ibu dan keluarga Haruka. Semua anggota keluarga Haruka berhasil selamat karena saat itu kebetulan sang suami sedang berada di desa dan mendengar kabar ada dua geng besar yang akan berperang merebutkan wilayah. Dia segera membawa semua anggota keluarganya yang ada di desa untuk ikut bersamanya ke luar negeri. Ibunya Haruka awalnya enggan meninggalkan tanah kelahirannya, tetapi para anggota geng yang telah datang ke desa mereka dan membuat ricuh seketika membuat dirinya harus memilih pergi bersama sang suami ke luar negeri.
"Setelah tiga puluh tahun lamanya kita tidak bertemu, apa kabar kau Haruka? jika saja aku tahu kau akan pergi, pasti perasaan ini sudah aku sampaikan kepadamu." Gumam Tuan Fudo sambil menatap sapu tangan warna biru yang di buat oleh sang sahabat sebagai hadiah karena Tuan Fudo telah menjadi sahabatnya.
"Aku bisa sebijak dan sedewasa ini karena kau Haruka, aku tahu rasanya menjadi Alex. Memiliki perasaan yang mendalam kepada seorang gadis adalah hal yang paling menyiksa. Aku yang seorang anggota geng, merasa tidak layak untuk mendampingi seumur hidup Haruka sebagai suaminya karena beban berat yang setiap hari aku pikul. Aku memiliki tanggung jawab terhadap Death Angel dan segala permasalahan yang terjadi di dalamnya. Jika waktu itu aku benar-benar menyatakan perasaanku, mungkin Death Angel tidak akan menjadi sekuat ini. Apa lagi Haruka akan terluka karena harus memilki pendamping yang setiap saat berhadapan dengan kematian, aku merasa tidak mampu menjalani peran sebagai suami yang baik jika hidup bersama Haruka. Fudo, ini adalah keputusan yang terbaik. Kau tidak perlu menyesalinya." Gumam Tuan Fudo.
Dia kemudian menutup dan mengunci lemari besi itu dan segera kembali berlatih bela diri di depan kediamannya. Saat dia sedang melakukan pemanasan, Zack sudah datang dengan membawa berkas tentang kekasih Alex Fernando. Tuan Fudo mengajak Zack masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kau ini, belum juga dua jam, sudah beres saja tugasmu." Ucap Tuan Fudo sambil membuka berkas tentang Laras yang masih tersimpan rapi di sebuah map berwarna coklat.
"Terima kasih atas pujiannya Tuan, tapi aku masih jauh dari kata cekatan untuk menyelesaikan tugas yang Tuan berikan padaku." Jawab Zack merendah.
"Iya, kau memang yang terbaik Zack." Ucap Tuan Fudo sambil tersenyum.
Zack heran melihat senyum sumringah dari sang tetua, dia ingin sekali bertanya, tetapi dia khawatir jika pertanyaannya akan menyinggung Tuan Fudo.
"Apa yang kau pikirkan? apa aku heran melihat aku bisa tersenyum?" Tanya Tuan Fudo sambil membaca berkas yang ada di tangannya itu.
"Tidak Tuan, aku hanya senang saat melihat tetua yang sangat bersemangat hari ini." Jawab Zack beralasan.
Tuan Fudo sekilas menatap wajah tegang sang anak buah dan kembali membaca berkas, dia terkejut saat mengetahui jika ayah dan ibu dari sang gadis adalah Tuan Hans sang kepala polisi dan nyonya Fira seorang Ceo Dounghun Farmasi.
"Alex memang luar biasa, bisa-bisanya dia berhubungan dengan gadis yang memiliki orang tua yang berpengaruh di dunia bisnis farmasi dan dunia hukum. Dia mencari masalah denganku, semoga dia tidak lupa jika Hans itu sangat menginginkan kematiannya, ini gawat. Aku harus segera bertindak." Gumam Tuan Fu.
Tuan Fu menyuruh Zack untuk segara mencari informasi terbaru dari Tuan Hans dan Nyonya Fira, karena dirinya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang sang gadis dan keluarganya.
__ADS_1