Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 166


__ADS_3

Malam harinya di markas Death Angel...


Malam semakin larut, kini Alex dan Jiho berada di ruang latihan. Ada beberapa anggota di sana yang juga masih berlatih beladiri dan lain sebagainya. Setelah melewati sesi pemanasan, Alex meminta Jiho untuk mempraktekkan apa yang diajarkan oleh sang mafia, tentang memukul musuh dengan trik yang cepat.


"Coba kau pukul aku," pinta sang mafia.


Jiho menghela nafas sembari memejamkan matanya, di dalam hati dan pikirannya dia mengingat Kyara. Seorang gadis yang mampu membuatnya lebih bersemangat dalam menghadapi kehidupan yang kejam ini.


Jiho memulai pukulannya, kali ini lebih bertenaga, namun kurang cepat. Alex meminta Jiho untuk lebih berusaha lagi. Setelah 5 kali percobaan, akhirnya Jiho mampu mempraktekkan apa yang gurunya ajarkan. Jiho mulai belajar cara memukul dengan trik lebih cepat dari sebelumnya. Jiho berlatih dengan keras. Tidak ada kata menyerah dalam kamusnya. Dia akan melewati segala halangan dan rintangan untuk menjadi seorang petarung tangguh. Jiho ngin segera menyelamatkan gadis pujaannya yang terjebak dalam lingkungan orang-orang yang kejam.


Sesi latihan sudah berlangsung sekitar 2 jam, namun ini baru saja permulaan, Alex masih memiliki banyak pelajaran yang harus diberikan kepada Jiho.


"Bocah kecil, semakin lama kau mampu menyesuaikan diri dengan gerakan-gerakan yang aku ajarkan. Tapi itu semua belum cukup, kau masih kaku dalam prakteknya," jelas sang mafia yang masih melihat banyak kekurangan dari pukulan yang dilakukan oleh Jiho.


"Buat aku menjadi hebat bos! jika setiap malam aku harus lelah berlatih hingga pagi menjelang, aku tidak masalah, yang terpenting adalah aku mampu menjaga orang-orang yang aku sayangi, termasuk Kyara dan ayah," Jiho merasa terpacu untuk terus belajar dan menguasai segala ilmu yang diberikan oleh bos Alex.

__ADS_1


Jiho memulai lagi sesi latihannya, kini dia belajar cara memukul musuh dengan trik tipuan. Jiho mengingat-ingat saat pertama kali sang mafia mengajarinya hal ini, dia memulai dari suatu tendangan ke arah bahu kiri sang mafia. Tendangan itu mampu dihalau oleh Alex dengan 1 tangannya. Jiho dengan cepat memutar tubuhnya dan melakukan tendangan dengan posisi kaki berada tepat di wajah sang mafia. Meskipun kakinya mampu ditangkis oleh lengan bos Alex, tapi sang mafia memuji usaha Jiho yang luar biasa itu.


Seorang gadis bernama Kyara, mampu mengubah sosok Jiho yang lembut, menjadi sosok pria yang memiliki semangat juang tinggi untuk belajar menguasai ilmu beladiri.


Meskipun Jiho memiliki basic ilmu bela diri, tetapi karena dia tidak memiliki guru yang tepat, ilmunya masih di bawah standar. Padahal di dalam dunia mafia, bertarung adalah tolak ukur utama menjadi penguasa sejati. Jika mereka tidak bisa bertarung, akan mudah dihancurkan oleh musuh. Tidak ada kata ampun untuk para mafia terhadap musuh-musuhnya, selain kematian tidak ada pilihan lainnya. Bos Alex menanamkan prinsip itu, menjadi seorang bos besar seperti dirinya bukan hal yang mudah. Meskipun Jiho melihat Alex seperti orang yang tak mudah dikalahkan, jika sang mafia setiap hari tidak berlatih, dan terus berlatih untuk mendapatkan jurus-jurus baru, mana mungkin dia akan bertahan di dunia hitam ini. Apalagi sekarang dia memiliki keluarga kecil, resiko terbesar menjadi seorang bos mafia adalah ancaman dari musuh yang akan selalu mengintai orang-orang yang lemah di sekitar Alex. Mereka menjadikan orang-orang itu sebagai kelemahan sama mafia.


"Kau berlatih sangat keras, aku menyukainya bocah! tapi kalau ingat satu hal, saat kau bertarung dengan musuh, fokuskan pikiran dan hatimu hanya pada satu tujuan, melumpuhkan musuh di depanmu hingga dia tidak memiliki daya untuk membalas setiap pukulanmu," Sang mafia menepuk lembut pundak Jiho, dia menyemangati bocah kecil itu agar tetap fokus dengan tujuan awalnya, dan mengurangi segala tindakan yang akan merugikan dirinya yaitu mengedepankan emosi dalam melakukan segala hal.


"Terima kasih bos! aku akan selalu mengingat apapun petuahmu, apa yang kau ajarkan akan menjadi bekal di masa depan," jawab Jiho dengan tubuh tegap dan penuh percaya diri.


Sesi latihan kembali dimulai, kini Alex mengajarkan jiho menangkis pukulan tiba-tiba dari seorang musuh. Alex meminta Jiho untuk memukulnya dari belakang, dengan gerakan sangat cepat, Alex mampu menahan pukulan yang dilayangkan oleh Jiho. Dalam hitungan detik, Jiho telah ambruk, karena tubuhnya di banting oleh sang mafia.


"Untung saja aku jatuh di atas matras, bisa sakit semua badanku bos kalau jatuh di atas permukaan yang lebih keras. Tapi aku akui kau sangat hebat, aku belajar banyak darimu," ucap Jiho bangga.


"Masih banyak yang belum kau pelajari, jangan berpuas diri hanya dengan menguasai satu atau dua gerakan, waktu berlatihmu hanya tersisa beberapa hari lagi. Satu minggu adalah waktu yang ideal untuk berlatih, maksimalkan waktu itu dengan baik. Serap ilmu yang aku berikan padamu jangan sampai ada yang terlewat," Sang mafia memberikan kekuatan, dukungan dan harapan penuh kepada Jiho agar dirinya menjadi pria tangguh yang mampu mengalahkan musuh-musuhnya dengan kekuatannya sendiri. Itu pesan dari bos mafia untuk Jiho jika bocah kecil itu ingin menjadi seorang bos yang berkuasa.

__ADS_1


Jiho sudah memahami segalanya, kini dia memiliki tujuan hidup. Bukan hanya untuk bertarung dengan alasan yang tidak jelas, kini alasannya bertarung adalah untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi dari gangguan para musuh yang tidak menyukai dirinya dan keluarganya.


Jiho menyadari jika sang ayah sudah hidup terlalu lama di dunia hitam ini, kini saatnya dirinya harus menggantikan posisi sang ayah, yang terpenting dari semua itu adalah, dia mampu mengungkap siapa pembunuh sang ibu yang sebenarnya dan mulai berdamai dengan sang adik, Hang Zhi.


Di saat sang mafia dan Jiho berlatih, Willy datang memberikan kabar yang baik.


"Bos aku aku mulai menemukan titik terang tentang pria bertopeng itu," ucap Willy yang kini berada di samping sang mafia.


"Aku meminta seluruh tim penyelidik untuk menyebar ke setiap tempat yang ada di seluruh penjuru kota, salah satu mata-mata menemukan seseorang yang dicurigai adalah pelaku pembunuhan itu. Pria itu selalu pergi menggunakan mobil dengan plat mobil yang pernah disebutkan oleh Jiho, dia juga sering pergi bersama seorang gadis di bar yang berada di kota barat," Lapor Willy kepada sang mafia.


"Bagus Will, kau pantau terus orang itu. Jangan sampe lolos," titah sang mafia.


"Siap bos, nanti kau terima beres saja," jawab Willy dengan tegas.


#Next❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2