Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Rencana


__ADS_3

Satu jam kemudian ...


Acara memandikan sang gadis telah usia, Alex yang sedari tadi duduk di ruang tamu sembari menonton TV, terkejut saat melihat Frank muncul dari balik pintu kamar utama.


"Sial! aku harus menahannya bos! dia sangat cantik dan molek, secepatnya aku akan menikahinya karena aku telah menyentuhnya." Frank merasa bersalah atas kelancangannya memandikan sama gadis.


"Kwkwk, tidak perlu merasa bersalah. Kau hanya menyentuhnya, tidak menyetubuhinya." Sang mafia yang selalu vulgar tidak pernah menyaring kata-katanya, dia selalu berbicara saat menyampaikan sesuatu kepada anak buahnya.


"Iya, tapi aku malu sekali. Ini pertama kalinya aku melihat sesuatu yang tidak aku lihat sebelumnya secara nyata, bahkan memintaku ini dan itu. Aku yang malu sendiri," jelas Frank, dia terlihat sangat gugup. Dia tidak bisa menyentuh seorang gadis apalagi memandikannya.


"Anggap saja itu rejekimu," jawab Alex. Dia selalu enteng dalam berucap, tak sekalipun memperhatikan Franklin yang basah kuyup akibat peluh yang membasahi nya.


"Tidak perlu merasa bersalah karena itu keinginan gadis yang bernama Angela, kau tidak perlu lebih menyedihkan seperti itu. Kita adalah mafia, tidak ada salahnya untuk bermain seperti itu dengan seorang gadis, Hahaa ...." Alex ingin menjerumuskan Frank akan melakukan hal yang lebih lagi tetapi, Frank tetap memegang teguh prinsipnya yang akan menikahi Angela terlebih dahulu karena merasa bersalah.


"Ini tidak benar bos." Frank terlihat sangat frustasi.


"Sedang apa gadis itu?" tanya Alex.

__ADS_1


"Dia sedang beristirahat, aku baru saja memakaikan pakaian untuknya." Frank mengacak rambutnya kasar, dia terlihat tidak biasa.


"Sudahlah! aku memiliki hiburan untukmu, kau harus mendengarkannya," jelas sang mafia.


"Apa itu bos?" tanya Frank penasaran.


"Aku akan membiayai segala yang kau butuhkan untuk pernikahanmu, bisa memiliki gedung mewah di NY sesuai dengan keinginanmu. Aku baik kan?" Alex merangkul pundak sang anak buah dan menatapnya dengan senyum yang berwibawa.


"Terserah kau saja bos, intinya aku akan menikahinya." Franklin memang menghormati wanita dan tahu diri.


Sang bos sudah terlalu baik padanya selama ini, dia mengajak Frank masuk ke dalam gengnya saat dirinya kehilangan arah akibat ulah salah satu terorrris yang waktu itu menghancurkan keluarganya.


"Kau sepertinya sangat mencintainya, aku bisa membacanya dari matamu," ucap sang bos menerka.


"Iya, aku mencintaimu tetapi tidak bisa memperlakukannya seperti ini sebelum pernikahan." Frank memperlihatkan bahwa dia laki-laki yang bertanggung.


"Angela harusnya menerimamu jangan Richi. Richi itu masih kekanak-kanakan beda dengan mu, tapi ya sudahlah namanya cinta kita tidak bisa memaksanya," jelas sang mafia sembari melirik ke arah Frank.

__ADS_1


"Haha ... ? itu hanya masa lalu bos, tidak perlu dijemput lagi karena sudah tidak ada di pikiran dan hatiku. Aku hanya akan memikirkan Angela yang lain, Angela yang sedang beristirahat di dalam kamar itu." Frank sangat tenang saat menyebut nama Angela yang sangat ia sayangi meskipun baru beberapa jam bertemu, mungkin ini yang dinamakan definisi jodoh.


Baru saja bertemu sudah menunjukkan ketertarikan.


"Cukup ya untuk masalah jodoh. Aku akan membahas tentang Aldren," ujar sang mafia yang merasa sudah waktunya membahas hal tersebut.


"Baik."


"Kita akan melakukan jalan selain pertarungan, bagaimana dengan cara lain?"


"Apa itu bos?"


"Kita usik bisnis mereka, setelah itu, buat semua anggota tidak mempercayai bos mereka masing-masing."


"Caramu tidak biasa bos!"


"Iya, kita coba saja."

__ADS_1


....


__ADS_2