Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Menerimanya


__ADS_3

Setelah berada di dalam ruangan tersebut, dia menatap ranjang yang digunakan MK untuk merobek harga dirinya sebagai seorang wanita. Dia marah, rasa di hati sangat dongkol dan sedih, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun.


Tak terasa airmata menetes dari pelupuk matanya, dia segera menyeka air mata itu dan duduk di tepi ranjang. Dia membuka kotak tersebut, ia meraih gaun yang seksi dan menggoda berwarna merah cerah, serta sepatu hak tinggi 5 cm. Gaun dengan belahan dada yang rendah, serta panjang roknya di atas lutut, di sana MK juga sudah menyiapkan lingerie, ada pesan juga di kotak itu.


Pakai lingerie ini baby, setelahnya gaun. Kau akan sangat seksi dan aku siap untuk melahap goamu.


Menjijikkan.


Itu kesan pertama yang ia lihat dari gaun dan kain kurang bahan yang harus ia kenakan di depan MK.


Dia berpikir, dia harus melakukan sesuatu.


Si gadis memilih untuk mandi, beberapa menit setelahnya dia mengenakan semua helai kain seksi yang MK inginkan.


Dia merias wajahnya sehingga nampak cantik dan rupawan.


"Aku akan ikuti rencana Tuan itu, aku tertarik untuk menjadi gadis penggoda dadakan yang akan membawa MK masuk ke dalam lembah kematian yang pedih." Si gadis secepat mungkin melaksanakan apa yang di perintahkan oleh anak buah MK.


Setelahnya, dia keluar dari kamar tersebut dan kembali ke pojok ruangan itu, tempat jeruji besi berada.


Tap ... tap ... tap ...


Langkah kaki yang di selingi suara sepatu hak tinggi mengejutkan Yovan.


Si gadis sudah berada tepat di depan jeruji besi dia meraih kotak obat itu dan pergi begitu saja.


"Ayo kita berkerjasama, kau lakukan bagian-mu, aku lakukan bagian-ku. Kau akan bebas dari MK lebih cepat." Yovan kembali mengiming-imingi Tyuzu, si gadis malang yang menyedihkan.


"Oke, aku menerimanya. Kau tunggu di sini, semuanya akan aku lakukan sesusai dengan yang kau inginkan Tuan, tapi kau ingat! jangan meminta malam yang indah padaku!" jelas Tyuzu.


"Ya, pergilah!" tukas Yovan.


Si gadis melangkah yakin meninggalkan ruangan tempat keduanya mendapatkan penyiksaan.


Dia berjalan menuju pintu keluar dan menutupnya rapat.


Tyuzu berjalan melewati lorong sepi dengan cahaya lampu temaram. Lorong itu merupakan jalan pintas menuju kamar MK, si binatang brutal yang kejam.


Tepat di depan pintu kamar tersebut, dia


Dia menatap mata penuh gairah dari pria tua yang sedang duduk di kursi singgasana yang berada di sudut ruangan itu.


Tzuyu merasa takut, tetapi dia berusaha tetap tegar.


Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar dan menemui pria laknat itu, dia menutup pintu dan menguncinya agar dia tidak ketahuan.

__ADS_1


Langkah yang semula gemetar, kini berubah menjadi yakin.


Inilah waktu kehancuranmu MK!


Kata-kata itu yang ia gunakan sebagai penyemangat dirinya saat ingin menghadapi MK.


“Baby, kau sangat seksi dan cantik, buah kenyalmu juga harum,” ucap MK yang menarik tubuh Tyuzu ke pangkuannya saat sang gadis sudah berada dekat dengannya.


Tenang Tyuzu, jadilah gadis kuat. Peranmu hanya menggodanya dan membuatnya terlena hingga pingsan.


Sang gadis mencoba menatap wajah MK dan memainkan rambut pria di depannya.


“Kau memang berpengalamn dalam bercinta, kau ingin diriku memakai gaun indah ini agar fantasimu semakin liar bukan? Kau memang hebat!” ucap Tyuzu langsung mencumbui bibir MK, sembari tangannya ia gunakan untuk mengambil gelas berisi wine tersebut.


Dia mencoba profesional dalam melakukannya.


Pertautan bibir yang panas itu terhenti, Tyuzu perlahan turun dari pangkuan MK dan meletakkan segelas wine itu di atas meja yang dekat dengan kursi singgasana sang penjahat biadab itu.


“Baby, kau semakin hebat saja,” puji MK.


“Kau tunggu aku di atas ranjang, aku akan melepas bajuku dan memperlihatkan dua buah


kesukaanmu,” jawab Tyuzu mulai beraksi.


Dia menjadikannya budak napsunya karena memang visual dan bentuk tubuhnya yang aduhai.


"Ok baby," ucap MK sembari memainkan buah kenyal sang gadis yang terlihat menonjol itu.


"Kau bersabarlah, buka bajumu juga, aku yang akan bermain hari ini," jawab Tyuzu, totalitas.


"Muah! baik." Si MK beranjak dari kursi singgansananya sembari melepas handuk kimono yang ia kenakan.


Terlihat dengan jelas sesuatu yang tegak dan menantang di atas ranjang.


Tyuzu tak ingin melihat itu, dia hanya ingin segera mengambil botol berisi pil yang ada di ****** ********, ia ambil beberapa untuk ia masukkan ke dalam segelas wine tersebut.


"Baby, cepat! milikku sudah tidak bisa menunggu terlalu lama! akan ku cambuk jika kau tak segera memuaskanku," ancaman MK tak membuatnya gentar, karena selepas ini, dia akan membuat MK pingsan dan menghantar menuju dewa kematian yang sesungguhnya.


"Iya baby, kau tak sabaran."


Si gadis telah menanggalkan helai gaun yang menutupi separuh tubuhnya, yang tersisa hanya lingerie.


Di sana terlihat pucuk ranum yang sangat menantang untuk di permainkan.


"Ini minum dulu, kau harus menghabiskan minumanmu sebelum menghabisiku," bisik Tyuzu yang kini duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Oke baby, tidak masalah!" Si MK telah tertipu rayuan Tyuzu, gadis itu berhasil.


MK menuruti semua perintah Tzuyu, untuk mempertegas perannya, dia mulai naik ke perut MK dan menari di atasnya.


Tarian erotis khas wanita malam yang sangat menantang.


"Masukkan baby!" pinta MK yang merasa semakin lama semakin pusing, tetapi geloranya masih sangat nyata.


Sial! apa aku harus benar-benar melayani pria busuk ini?


Belum sempat si gadis melakukan penyatuan dengan MK, pria busuk tersebut sudah benar-benar pingsan.


"Tuan Yovan, aku berhasil melakukan ini."


Si gadis tersenyum puas.


Dia segera turun dari tubuh si MK dan menutupi tubuh itu dengan selimut.


Si gadis segera mencari baju yang tertutup agar dia tidak di curigai oleh anak buah MK yang mungkin saja memergoki aksinya.


Dia mencari pakaian itu di dalam lemari, dia menemukan kursi roda yang sudah Yovan sebutkan.


"Tuan Yovan memang pria baik dan cerdik," ucap Tyuzu sembari tersenyum.


Gadis itu melakukan aksinya dengan sangat cepat, setelahnya, dia segera memakai topi dan jaket agar tidak terdeteksi jika dia Tyuzu.


Perlahan Tyuzu mendorong kursi roda yang ada MK di sana.


"Berat sekali bajingan ini," keluh Tyuzu.


Tetapi dia terus berjalan keluar dari kamar MK, menyusuri lorong untuk sampai di ruangan tempat Yovan berada.


KLEK!


Dia membuka pintu.


Pelan namun pasti, kursi roda itu telah sampai di depan jeruji besi yang menahan Yovan.


"Tuan Yovan, setelah ini apa lagi?" tanya Tyuzu.


"Masukkan dia ke dalam jeruji besi, dan bawa aku pergi bersamamu menggunakan kursi roda itu," jawab Yovan.


"Baik Tuan."


....

__ADS_1


__ADS_2