Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Gerak Cepat!


__ADS_3

Rumah Guru Fu...


Alex yang sedang berkumpul bersama keluarga besarnya merasakan kebahagiaan yang abadi. Apalagi sang ayah mertua yang sangat mencintai kelima cucunya. Seharian ini, Tuan Hans bermain bersama kelima baby A dengan riang gembira. Dia hanya garang saat menghadapi para penjahat, berbeda jika bertatap muka dengan Aarav,Arsenio,Lexis,Adya dan Adelio, ke lima jagoan sang mafia yang akan selalu membuat sang kakek menjadi muda kembali.


"Kalah lagi!" ucap Lexis yang mencoba menerima kekalahan yang harus di terima dengan hati yang lapang.


"Haha, kakek adalah the winner! kalian kalah semua!" ucap Tuan Hans sangat gembira karena mampu menghibur diri sekaligus momong lima cucunya.


Kelima cucu tidak terima karena sang kakek yang selalu mendapatkan kemenangan sejak awal permainan. Putera sang mafia merencanakan ingin menggelitiki sang kakek.


'Aduh! apa ini haha, geli sayang! stop!" Tuan Hans berusaha kabur dari lima baby A yang semakin gencar mengerjai sang kakek, alhasil mereka berlima mengejar Tuan Hans yang berlari ke arah taman belakang rumah Guru Fu.


Laras yang melihat keakraban kelima anaknya dan Tuan Hans merasa senang, akhirnya baby A bisa bertemu dengan sang kakek dan bermain bersama dengan riang gembira. Tapi saat dia menatap wajah sang mafia yang terlihat gelisah dan hanya melamun, sang isteri kemudian menegurnya.


"Sayang? kau baik-baik saja? kau lapar? atau ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya sang isteri yang juga merasa cemas.


"Tidak ada, aku hanya berpikir jika ada satu lagi anak perempuan, akan lebih baik," celetuk sang mafia yabg di dengar oleh Nyonya Fira.

__ADS_1


"Astaga! kau gemar menyiksa isterimu ya? lima anak saja sudah lelahnya minta ampun, apalagi enam?" Nyonya Fira mengetahui bagaimana lelahnya menjaga anak-anak, jadi wajar baginya untuk memprotes keinginan sang menantu.


"Anak satu lagi juga tidak masalah ibu, aku akan menjaganya dengan baik. Bukannya kau lebih suka anak perempuan? bisa menjadi hiburan untuk baby A kelak." Penjelasan isteri sang mafia cukup masuk akal, ia memang ingin anak satu lagi, jika Tuhan menghendaki.


"Terserah kau saja, kalian mampu mengatasinya aku tidak akan berkomentar," jawab Nyonya Fira menyadari jika keputusan akhir ada di dalam diri Laras, orang lain hanya sebagai pemberi saran.


"Iya, doakan kami ibu," pinta Laras meminta doa dari sang ibu agar di berikan kelancaran untuk mendapatkan baby B lagi, yang pasti seorang baby perempuan.


Saat kehangatan keluarga terjalin, ponsel sang mafia berdering, ia segera menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa Zicko?" tanya sang mafia yang heran karena salah satu anggotanya tanpa di duga menghubunginya, tidak seperti biasanya.


"Ada, apa yang ingin kau sampaikan?" jawab sang mafia, dia merasa jika Zicko akan menyampaikan sesuatu hal yang genting serta berbahaya.


"Datanglah ke markas utama bos, ada hal penting yang harus kita bahas, ini mengenai Asley Xie," ucap Zicko masih dengan berbisik.


"Oke, aku akan segera datang. Sepuluh menit lagi." Sang mafia langsung mengakhiri panggilan itu dan berpamitan kepada semuanya karena ada urusan mendadak.

__ADS_1


Laras mengkhawatirkan Alex, dia meminta sang suami agar tetap bersamanya di rumah Guru Fu, namun Alex tidak bisa.


"Apa ini karena musuh?" tanya Laras pasrah.


"Harusnya tidak aku katakan tapi prasangkamu ada benarnya, tapi kau tidak perlu khawatir! jaga anak-anak," pinta sang mafia mencoba menenangkan sang isteri.


"Jika itu memang mengenai pekerjaanmu, aku tidak masalah, tapi ini..." Belum sempat Laras melanjutkan ucapannya, sang mafia langsung memeluknya.


"Tenang sayang! aku mengetahui apa yang harus aku lakukan. Tugasmu sekarang adalah menjaga anak-anak, kau akan aman di rumah Guru Fu," jelas sang mafia sembari mendekap erat tubuh sang isteri.


Guru Fu memahami keadaan ini mencoba menyampaikan pendapatnya.


"Benar apa yang dikatakan oleh Alex, lebih baik kau di sini saja bersamaku, anak-anakmu dan kedua orang tuamu. Aku memiliki banyak kawan yang bisa dikatakan bodyguard, mereka akan senantiasa melindungi kita dari segala permasalahan yang ditimbulkan oleh para musuh yang sudah mempersiapkan segalanya. Para musuh pasti sudah mengintai keluargamu, mereka mungkin saja sudah mengetahui jika kalian berada di sini, sebelum mereka bertindak aku akan diam saja. Percaya padaku, dunia seperti ini sudah aku geluti sebelum Alex lahir," ucap Guru Fu penuh keyakinan.


Laras merasa tenang saat mendengarkan apa yang disampaikan oleh sang Guru. Dia merelakan kepergian sang suami dengan sebuah kecupan di pipi.


"Hati-hati sayang, jaga dirimu baik-baik." Sang isteri memiliki harapan agar sang suami tetap dalam keadaan hidup saat kembali ke rumah Guru Fu.

__ADS_1


"Baiklah! aku aku menjaga diriku dan tetap akan hidup! aku tahu kau terlalu mengkhawatirkan ku bukan? tenang saja nyawaku itu ada 30," canda sang mafia yang membuat sang isteri tersenyum.


__ADS_2