
"Suamiku, ayo masuk ke dalam, kau tidak ingin bertemu dengan putri kita?" Ajak nyonya Fira.
"Kau saja, salam buat Laras. Jangan berlama-lama di sini, nanti jadi urakan." Jawab Tuan Hans ketus.
"Cih, mau mu itu apa Tuan Hans? tadi bilang "calon menantu" saat berbicara dengan Tuan Roger. Sekarang kembali lagi ke awal, jadi anti sama bos Alex." Celetuk Angela.
"Hey penjahat kecil, kapan aku mengatakan "calon menantu" sebagai sebutan untuk bocah tengik itu? mungkin kau salah dengar." Jawab Tuan Hans sambil tersenyum.
"Mana ponselku? kembalikan." Pinta Angela.
"Iya, kau memang gadis berisik."
Tuan Hans mengembalikan ponsel milik Angela. Kepala polisi itu tiba-tiba turun dari mobil dan berjalan menuju markas utama Death Angel.
"Kau mau kemana suamiku?" Tanya nyonya Fira yang mengekor langkah sang suami.
"Bertemu anakku, apa kau tidak ingin?" Jawab Tuan Hans.
"Tadi kau tidak mau, sekarang malah mengajakku. Kau menjadi sangat aneh hari ini sayang?" Ucap nyonya Fira keheranan.
"Kepala polisi tidak jelas. Awas saja kalau kau memiliki tipu muslihat untuk menyerang bos kami secara diam-diam." Celetuk Angela.
"Sekali-kali urakan tidak apa lah. Ide yang bagus itu, tapi aku sedang tidak ingin berkelahi atau bermusuhan dengan siapapun. Aku hanya ingin bertemu dengan anak gadisku."
Angela dan nyonya Fira saling pandang. Mereka tidak percaya dengan apa yang di dengar dari mulut sang kepala polisi yang sangat ingin bos mafia itu tiada.
Angela menemani Tuan Hans dan Nyonya Fira untuk bertemu bos Alex. Dia mengantar kedua orang tua Laras menuju ruangan sang bos. Angela mengetuk pintu berulang kali, tetapi tidak lekas ada jawaban. Saat Angela mencoba membuka pintu itu, ternyata tidak terkunci. Angela, Tuan Hans dan Nyonya Fira kemudian masuk ke dalam ruangan Alex. Mereka terkejut melihat pemandangan romantis di depannya. Laras terlihat sedang menjaga Alex hingga dia terlelap tidur.
"Biarkan mereka istirahat, aku akan menunggu mereka hingga terbangun, Angela buatkan aku minum. Tenggorokanku sangat kering." Pinta Tuan Hans.
"Beres Tuan, karena kau tidak marah kepada bos ku, aku akan berbuat baik kepadamu. Mari ikut aku Tuan Hans."
Belum sempat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Alex, suara sang bos tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
"Kalian berisik sekali." Ucap Alex sambil membuka matanya.
"Maaf bos, ini ada Nyonya Fira dan Tuan Hans ingin bertemu dengan nona Laras, bos." Jawab Angela.
"Ya, tapi dia sedang tidur. Dari tadi dia menangis saat membantuku mengambil peluru dari dadaku. Aku sudah bilang jika mafia seperti ku terbiasa dengan hal seperti ini. Tapi dia bersikeras ingin membantu. Dia gadis lemah tapi sangat keras kepala." Ucap Alex sambil membelai rambut Laras lembut.
"Wah romantis sekali calon menantuku ini, baiklah, aku dan calon ayahmu tidak akan mengganggu kalian. Ayo suamiku kita pergi." Ajak Nyonya Fira.
"Hmm." Jawab Tuan Hans singkat.
Kali ini sang kepala polisi melepas seragam kebanggaannya. Tuan Hans kini berperan sebagai ayah dari gadis mungil bernama Laras Nugraheni. Dia tidak menjadi keras kepala seperti sebelumnya, dia sudah memahami ketulusan hati dan cinta yang sangat dalam yang di berikan Alex kepada Laras, begitupun sebaliknya. Dia memilih untuk menuruti ucapan Alex.
Angela mengajak Tuan Hans dan Nyonya Fira keluar dari ruangan bos nya. Gadis itu membawa kedua orang tua Laras duduk di sebuah ruang tamu khusus yang biasanya hanya di gunakan untuk pertemuan penting.
"Kau mau minum apa Tuan Hans?" Tanya Angela.
"Terserah kau saja." Ucap kepala polisi itu.
"Aku ikut suamiku saja." Jawab nyonya Fira.
Angela masuk ke dalam pantry dan segera membuatkan minuman untuk kedua orang tua Laras itu. Setelah selesai, Angela kembali ke ruang tamu dan menyajikan dua cangkir teh hangat beraroma chamomile kesukaannya.
"Teh buatanmu lumayan juga. Kau lebih baik dari istriku saat membuat minuman seperti ini." Sindir Tuan Hans.
"Cih, baru kali ini kau mengeluh? kau biasanya diam saja tidak berkomentar." Jawab nyonya Fira.
"Aku tidak berkomentar karena setiap pagi kau selalu sibuk dengan urusan pekerjaanmu. Telefon kolega A,B,C, apalah itu. Aku kesal tetapi daripada aku banyak bicara lebih baik aku segera berangkat kerja." Gerutu Tuan Hans.
Nyonya Fira kemudian memeluk Tuan Hans dan mengucapkan kata maaf. Dia menyadari selama ini dia memang banyak melakukan kesalahan terhadap sang suami. Tuan Hans juga mengatakan jika di balik sikapnya yang terlihat angkuh dan keras kepala, dia tetap menyayangi nyonya Fira.
Mereka berpelukan, nyonya Fira berderai air mata di dalam pelukan hangat sang suami.
"Hey dua orang tua sok romantis, apa kalian lupa jika ada aku di depan kalian?" Tanya Angela.
__ADS_1
"Kau diamlah anak kecil, istriku sedang terharu dengan apa yang ku katakan, kau jangan ikut campur." Ucap Tuan Hans.
"Iya, aku pergi sajalah daripada menjadi lalat di antara mereka berdua." Gumam Angela.
"Kau mau kemana gadis kecil?" Tanya Tuan Hans.
"Menghubungi kekasih ku, memangnya kau dan bos Alex saja yang punya pasangan, aku jugalah."
Tuan Hans tersenyum mendengar jawaban dari Angela. Kepala polisi itu sekarang bisa mengerti dan memahami jika tidak semua anggota mafia itu kejam dan licik. Ada di antara mereka yang sangat polos meski akan menjadi garang saat bertarung.
Angela berjalan menuju ruangannya, dia membuka pintu dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Angela mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan terlihat sedang menelfon seseorang.
"Hay Kak? kapan kau kembali?" Tanya Angela kepada orang yang sedang dia telfon.
"Aku tidak tahu Angela. Aku sedang menunggu Tomy, aku memintanya untuk mengantarku ke perbatasan karena masih ada tugas. Kami sedang menyelidiki hilangnya Tuan Xiauling. Apa ada masalah di markas utama? Tuan Hans berbuat ulah lagi kah?" Jawab sang penerima telfon yang ternyata adalah Richard.
"Baiklah, anggota yang lain bagaimana? kepala polisi itu sekarang lebih terkendali, tenang saja tidak akan ada keributan di sini" Ucap Angela.
"Mereka ikut aku ke perbatasan. Syukurlah kalau begitu." Jawab Richi.
"Kakak, berhati-hatilah. Bos Alex saja bisa tertembak, apa lagi kita? terus waspada." Ucap Angela.
"Iya Angela, aku akan berhati-hati. Bagaimana kalau keadaan Alex dan nona Laras?" Tanya Richi.
"Mereka berdua dalam kondisi baik. Di sini aku menjadi orang paling membosankan." Gerutu Angela.
"Memangnya ada apa, Angela?" Tanya Richi dengan lemah lembut.
"Tuan Hans dengan istrinya, bos Alex dengan kekasihnya. Dan aku? mereka tidak memikirkan aku sama sekali. Sedih sekali hati ini." Jawab Angela berakting sok sedih.
"Tenang saja, kan ada aku. Kau tidak perlu bersedih." Ucap Richi.
"Terima kasih Kak." Jawab Angela dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1