
Alex dan anggotanya mencari tempat persembunyian yang paling aman agar tidak dapat ditemukan oleh para anggota kepolisian.
Salah satu anggotanya memberikan opsi bahwa ada salah satu rumah kosong biasa digunakan untuk bersembunyi mereka semua.
"Bos, di tempat ini ada rumah kosong yang biasa kami gunakan untuk singgah saat perjalanan jauh, karena dari sini adalah tempat strategis untuk jalur desa ke kota. Kami yang beroperasi di tempat ini karena banyaknya penjudi yang selalu membuat ulah di bar Tuan Win." Sang anggota memberikan penjelasan secara detail karena dia sudah terbiasa lewat jalan itu.
"Oke, kita bersembunyi di sini, sembari memikirkan rencana selanjutnya," ucap Alex setuju dengan ide para anggotanya.
Alex dan anggota Death Angel kemudian masuk ke dalam rumah kosong itu dan segera melakukan perundingan agar segera mendapatkan solusi untuk rencana selanjutnya.
"Rumah ini sudah kalian tata sedemikian rupa ya? sudah seperti markas saja." Sang mafia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut dan mendapati keadaan di dalamnya sangat bersih dan rapi.
"Iya bos, kami sudah 3 minggu berada disini. Para pembuat onar akan kami eksekusi di sini karena markas utama harus kita sembunyikan dari khalayak ramai. Rumah ini adalah markas kedua, bisa untuk mengecoh para musuh," jelas sang anggota.
"Oke, kita mulai saja perundingannya."
...
__ADS_1
Alex dan para anggotanya, duduk di kursi yang sudah disediakan posisi duduk mereka melingkar dengan meja di depannya.
"Bos, apa sebaiknya kita melakukan penyerangan terhadap markas kepolisian? atau kita mencari tahu siapa yang membuat berita hoax itu?" tanya sang anggota.
"Jangan gegabah, kita harus menyelesaikannya dengan kepala dingin. Kita tidak perlu melibatkan anggota kepolisian dalam hal ini, pelaku sebenarnya adalah dari kalangan kita sendiri. Ini masalah lingkaran antara para mafia yang ada di Macau, mereka sepertinya sudah mengetahui identitasku yang sebenarnya dan berlomba-lomba untuk menjatuhkan namaku agar mereka bisa bersaing mendapatkan predikat mafia paling berpengaruh di kota ini." Sang mafia mencoba menganalisa apa yang sedang terjadi saat, besar kemungkinan pelakunya adalah MK dan Aldren, 2 pria baaajinngaan yang sedang berurusan dengannya.
"Mereka Aldren dan MK bos?" celetuk salah satu anggota.
"Bisa saja, tapi kita harus melakukan penyelidikan lebih. Kau kembali ke markas, buat tim penyelidikan. Aku akan tetap di sini bersama salah satu anggotaku, akan terlalu beresiko jika aku keluar dari sini. Aku percayakan penyelidikan ini kepadamu!" ucap sang mafia pada anggota yang ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab atas pendidikan berita hoax yang beredar di Makau akhir-akhir ini.
Anggota yang di utus segera pergi dari rumah kosong itu.
Dia berjalan perlahan dan menghilang di keramaian jalan.
"Aku menelpon istriku dulu," pinta sang mafia.
"Oke bos!"
__ADS_1
...
"Halo baby! aku sangat merindukanmu." Sang mafia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.
"Kau darimana saja? mengapa lama sekali menghubungiku? kau bilang akan meneleponku dalam satu jam, tetapi mengapa kau lama sekali!" Sang istri terdengar sangat kesal, tapi ini adalah respon yang normal. Dia sangat merindukan sang suami.
"Maaf baby, ada urusan yang sangat mendadak, aku butuh waktu untuk menyelesaikannya." Sang mafia mencoba mencari alasan yang lebih masuk akal tapi dia cemas istri terlalu memikirkannya.
"Benarkah?"
"Iya, kau jangan terlalu memikirkanku, aku bisa menjaga diriku sendiri."
"Baik, tapi kau harus menjaga dirimu ya? jangan sampai terluka."
"Oke."
....
__ADS_1