Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 123


__ADS_3

Di Paradise Land...


Kehamilan Laras sudah menginjak usia enam belas minggu, perutnya sudah mulai membuncit, sang suami yang mengetahui itu menjadi sangat gemas, ingin rasanya mencium dan memeluk perut itu setiap hari. Apa lagi dua aset milik sang isteri yang semakin berisi itu, membuat bos Alex ingin sekali bermain di area kenyal itu.


"Sayang, apa kau tidak bosan memelukku sepanjang hari?" tanya Laras.


"Tentu saja tidak, kau ini kan isteriku yang sangat seksi dan menggoda," jawab Alex.


"Sayang, aku merasa bosan di kamar terus, aku ingin berjalan-jalan," rengek Laras.


"Tapi sebelum itu, aku ingin...," Kata-kata Alex terhenti, dia ragu dengan apa yang ingin dia ucapkan.


"Ingin apa?" tanya sang isteri yang heran melihat raut kebingungan yang nampak di wajah bos mafia itu.


"Itu sayang," jawab Alex yang masih saja berkelit.


"Oh, apa kau ingin menengok baby kita?" tanya Laras.


"Haha, kau ini tahu segalanya," jawab Alex merasa malu sendiri.


"Kau lakukanlah dengan berhati-hati," pinta Laras.


Alex beranjak dari ranjang, dia keluar dari kamar utama, beberapa menit kemudian, dia kembali dengan membawa sebuah buku.


"Kau darimana? itu buku apa?" tanya Laras.


"Ini adalah buku horor, kau tidak boleh melihatnya, ibu mertua yang memintaku untuk membaca ini," jawab Alex.


"Kau mengambil buku lagi dari kamar tamu? dasar anak nakal, kau membaca semua buku itu dan menambah bacaan dengan tema horor," ledek Laras.


"Ini horor yang menyenangkan, kau tahu?" ucap Alex.

__ADS_1


Setelah mengerti isi dari buku itu, Alex mendekati sang isteri dan mencium bibirnya, meski terkejut, Laras menikmati sentuhan sang suami di bibirnya.


Dia mulai melakukan aksi yang lain, tangannya sudah mulai meringsek masuk ke dalam tempat sensitif sang isteri. Alex mendapatkan apa yang dia inginkan, dia bermain cukup lama di sana.


"Sayang, kau harus bertanggung jawab jika aku ingin lebih lama lagi kau sentuh," ucap Laras dengan mata sayu yang menggoda.


"Iya sayang, aku siap membuatmu terbang," jawab Alex.


Awalnya Alex tidak percaya dengan buku yang baru saja ia baca, tetapi apa yang ada di buku horor itu benar, seorang ibu hamil memiliki gairah dan hasrat yang lebih membara, dia mulai kewalahan karena harus menjaga kondisi miliknya yang mulai menegang itu, sedangkan di perut Laras ada baby boy yang juga harus ia jaga.


"Ini lebih berat dari menahan diri untuk tidak berperang, maaf sayang aku tidak bisa, meski aku ingin," ucap Alex menyerah.


Sang bos mafia mengurungkan niatnya, dia lebih ingin calon baby-nya sehat daripada menuruti keinginan sesaatnya itu.


Dia merubah posisinya dan merebahkan tubuh kekarnya di samping sang isteri.


"Cium saja aku, aku sangat ingin," pinta sang isteri.


Laras mencuri start karena sang suami tak kunjung menyentuhnya, ia mendekati tubuh sang suami, jari telunjuknya mulai menelurusuri hidung, bibir, dagu, leher, dan berhenti di dada bidang sang suami. Dia mencium dada bidang itu dan sesekali menatap wajah sang suami yang memejamkan matanya.


"Sayang, buka matamu, mengapa kau tutup mata indahmu itu? apa kau tidak suka aku sentuh? apa kau kesal? ya sudah, aku berhenti saja," Laras mengatakan hal yang tidak masuk akal.


Laras pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Alex.


"Ya ampun, ini apa lagi? aku memejamkan mata karena sedang menahan diri untuk tidak berbuat lebih padanya, tetapi dia marah, belum juga aku menjelaskan, dia sudah membuat kesimpulan sendiri dan salah paham padaku, apa ini yang di sebut hormon ibu hamil, memilki perasaan yang tidak menentu," ucap Alex kebingungan.


Di saat kebingungan melandanya, dia memilih untuk menelpon sang ibu mertua.


"Ibu, tolong aku, isteriku marah," ucap Alex.


"Kau ini, baru menelponku sekali ini, darimana saja kau? apa kau mampu mengurus isterimu sendirian? sombong sekali," gerutu nyonya Fira.

__ADS_1


"Maaf ibu, aku terlalu sibuk mengurus Laras yang banyak maunya, aku harus begadang tiap malam karena dia kadang memiliki keinginan yang super aneh, kadang kalau dia tidak melihatku setelah dia terbangun, dia akan menangis tanpa alasan yang jelas, alhasil aku harus benar-benar standby berada di sampingnya, kalau ibu tahu, mataku menghitam bagai panda, kalau anak buahku tahu, aku akan jadi bahan lelucon," jelas Alex.


"Hahahaha, bos mafia turun tahta jadi pengasuh ibu hamil, hiburan di saat aku penat karena pusing mengurus berkas perusahaanku yang tak kunjung usai. Lex, kau ini lucu sekali," tawa nyonya Fira tiada henti, sampai membuat sakit perut.


"Tertawalah sepuasmu ibu mertua, kalau anak ku sudah lahir kau bantu aku mengasuhnya, besar kemungkinan aku akan segera kembali ke dunia ku, " ucap Alex.


"Kau tenang saja, aku yang akan membantu mengurus anak-anakmu," jawab nyonya Fira.


Alex menanyakan tentang cara merayu Laras agar marahnya segera reda, sang ibu mertua meminta Alex untuk memeluknya dari belakang dan menyanyikan sebuah lagu.


"Lagu?" tanya Alex.


"Iya, lagu mu sendiri saja, kau bisa kan menyanyi?" ucap sang ibu mertua.


"Bisa, aku akan mempraktekkan sekarang," ucap sang mafia.


Dia menutup panggilan teleponnya dan beranjak dari tempat tidur, Alex segera mencari keberadaan Laras. Sang mafia sudah mencari sang isteri di seluruh ruangan, tetapi tak juga ia temukan sosok sang isteri.


Alex keluar dari bangunan megah itu, benar saja, sang isteri sedang bermain dengan ombak kecil yang berusaha menyentuh kakinya, Laras terlihat gembira.


Alex memandang sang isteri dari jauh, dia melihat sosok yang mulai berisi itu dengan senyum manisnya.


"Dia, gadis konyol yang cantik, tetapi sangat menyenangkan, dia hanya memikirkan diriku di saat semua orang menentang cintanya terhadapku, Laras, aku bersumpah, meskipun aku harus turun tahta menjadi pengasuh ibu hamil, memiliki mata panda karena sering begadang, menuruti semua keinginanmu, dan segala hal tentang kehamilan yang tidak aku ketahui, semoga kau tetap menjadi gadis mungilku yang imut dan penurut, love you Laras," ucap Alex.


Laras mengetahui sang suami memandangnya, karena masih merasa kesal, Laras tidak menghiraukan pria tampan bermata panda yang sangat mengaguminya itu.


Sang isteri masih tetep bermain dengan ombak dan tertawa lepas. Alex perlahan menghampirinya.


Saat posisinya dekat dengan sang isteri, dia langsung mempraktekkan saran sang ibu mertua, tangannya mulai melingkar di pinggang Laras. Mulutnya mulai bersenandung, tapi di hentikan begitu saja oleh Laras.


"Apa ibuku belum mengatakan padamu jika aku tidak menyukai suaramu?"

__ADS_1


Seketika petir menyambar hati yang paling dalam seorang Alex Fernando, dia baru menyadari jika sang ibu mertua sedang mengerjainya.


__ADS_2