
Mobil setan telah sampai di gang yang akan mengantar keduanya menuju rumah tua, tempat si tua Dama dan sekutunya bersembunyi.
Yovan memarkirkan mobil sang mafia di pinggir jalan.
Kemudian, keduanya, keluar dari mobil tersebut secara bersamaan.
"Kau tidak takut mobilmu di bawa mobil derek Lex?" tanya Yovan, sembari berjalan menyusuri gang sempit.
"Mana ada mobil derek berani? yang ada mereka mencari masalah denganku, kau tenang saja! jika mobil ini hilang, pencurinya yang akan celaka." Alex menunjukkan eksistensinya sebagai bos mafia yang mendapat julukan malaikat maut itu.
"Wow! kau hebat Lex!" Yovan kagum, dia merangkul pundak sang mafia.
"Kau baru tahu ya?" jawab Alex.
"Haha, sialan! aku menyesal telah memujimu." Yovan melepas rangkulan tangan di pundak Alex.
"Cih, aku tidak membutuhkan pujianmu kawan! lebih baik, kita fokus untuk membasmi Dama!" jawab sang mafia sembari melepas rangkulan tangan Yovan di pundaknya.
Saat kedua masih berbincang hal ringan, terdengar suara derap langkah seseorang.
Alex menyeret Yovan untuk bersembunyi dibalik tumpukan ban bekas yang ada di sekitar tempat kumuh itu.
"Wah, bos Dama akan kaya raya. Dia mendapatkan lebih dari 1 ton heroin dari Tuan Josep. Dia adakah mafia heroin kelas kakap yang juga bekerja sama dengan Tuan Dio."
"Iya, kau benar. Tapi anehnya, mengapa mereka ingin Alex tewas? bukannya tidak ada hubungannya heroin dengan malaikat maut itu?"
"Tentu saja ada, Alex adalah penguasa seluruh wilayah di kotanya, Tuan Josep merasa tersinggung dengan sang mafia yang menuduhnya sebagai mafia kelas rendahan karena membunuh warga sipil untuk kepentingan pribadi."
__ADS_1
"Oh, rumor itu? aku juga mengetahuinya, tetapi apa benar? dia menjadi pembunuh warga sipil?"
"Entahlah! lebih baik, kita segera temui Tuan Dio di tempat yang sudah dijanjikan, dia pasti sudah membuat istri Alex malu dengan video itu, Haha."
"So pasti!"
....
Alex muncul dari balik tumpukan ban bekas dan menghadang langkah kedua orang yang sudah dipastikan anak buah Dama.
"Kalian sangat berani, membicarakanku di belakangku!" ucap sang mafia.
"Alex?" jawab kedua anak buah Dama serempak.
"Iya, ini aku! sebagai sesama penjahat, seharusnya kau sudah memahami, jika aku adalah pria baik hati yang tidak akan membunuh kalian secara cepat, tetapi perlahan hingga satu tetes darahpun akan terasa sangat menyakitkan saat keluar dari tubuhmu!" Sang mafia selalu tenang saat membicarakan kematian, karena dewa pencabut nyawa dua orang itu adalah Alex sendiri.
"Banyak ceramah kau Lex!"
Bug!
Bug!
Yovan melindungi sang mafia yang terluka, meskipun Alex juga ikut bertarung meskipun darah di lengannya kembali menetes.
Tidak butuh waktu lama, Yovan dan Alex mampu mengalahkan kedua anak buah Dama.
Ini saatnya permainan dimulai.
__ADS_1
Yovan dan Alex mengenakan pakaian dua orang yang sudah tidak berdaya itu, mereka berdua sepakat untuk menyamar menjadi anggota Dama.
"Kau siap Lex?" tanya Yovan sembari menatap wajah sang mafia.
"Siap Yov!"
Keduanya berjalan yakin menuju rumah tua yang akan menjadi tempat pertempuran paling sengit antara Dama Cs dan Death Angel.
Sepanjang perjalanan, Yovan terus berkomunikasi. dengan Willy dan Zicko yang masih standby di rumah tua.
Mereka berhasil menyusup, caranya sama seperti Alex dan Yovan.
Keduanya juga menyamar.
Sedangkan sang mafia, berkomunikasi dengan pasukannya yang di pimpin olehnya nanti agar bersiap-siap datang ke alamat yang akan ia sebutkan.
"Datang ke area pemukiman kumuh di jalan xxx, bawa pasukan! kita basmi Dama!"
....
Hadir dengan rekomendasi novel kece😍😍😍
Jangan lupa mampir ya akak!
Like, komen, tap ❤️ juga ya?
__ADS_1
Love you all...
❤️❤️❤️