Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 36


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, akhirnya Guru Fu sampai di kediaman Tuan Fudo.


Guru Fu langsung di sambut dengan pelukan hangat Tuan Fudo yang sedang berlatih bela diri di depan kediamannya. Tuan Fudo mengajak kawannya itu masuk ke dalam, Ia membuatkan teh beraroma chamomile kesukaan Guru Fu.


"Ada angin apa yang membuat Guru Fu yang hebat ini datang menemuiku." Ucap Tuan Fudo dengan senyum bahagia.


"Kau terlalu memuji, Fudo. Tujuanku datang kemari karena anak-anak dari Tuan Fernando kini sedang berselisih paham." Jawab Guru Fu sambil menyeduh teh buatan Tuan Fudo.


"Maksudmu Justin dan Alex? bukannya Justin telah tewas?" Tanya Tuan Fudo heran.


"Itulah masalahnya, karena Justin masih hidup, mereka akan tetap berseteru." Jawab Guru Fu.


"Coba kau ceritakan secara gamblang, aku sama sekali tidak memahami apa yang kau katakan." Ucap Tuan Fudo.


Guru Fu menghela nafas panjang dan kembali melanjutkan ceritanya.


"Maaf Fudo, aku terlalu bersemangat menemuimu dan menceritakan semua yang ku ketahui padamu. Begini Fudo, Justin belum tewas. Dia ada di tempat persembunyianku." Jelas Guru Fu.


"Wah kau ini masih sama seperti dulu, selalu saja terburu-buru saat membicarakan suatu hal. Ini informasi yang bagus kan, apa masalahnya?" Ucap Tuan Fudo.


"Hehehe.. kalau kebiasaan itu masih sama lah, tapi tidak aku perlihatkan kepada murid-muridku. Hanya kau yang tahu sifat asliku. Fudo, Justin dan Alex menyukai gadis yang sama. Bagaimana menurutmu?" Tanya Guru Fu.


"Awalnya aku kesal, karena gadis itu akan membuat Alex menjadi lemah dan rapuh. Tapi karena dia berjanji padaku jika sang gadis tidak akan menjadi penghalang, aku memberikan dia kelonggaran. Tapi jika aku tahu gadis itu membuat Alex berani melawanku, dengan sangat terpaksa aku akan menyingkirkannya." Jawab Tuan Fudo.


"Baguslah kalau kau sudah mengambil sikap, tugasku sekarang hanya mengobati Justin dan terus mempengaruhinya agar kembali bergabung di Death Angel." Ucap Guru Fu.


"Jangan terlalu berharap lebih, dia tidak akan mau masuk menjadi anggota Death Angel jika masih ada Alex di dalamnya." Jawab Tuan Fu.

__ADS_1


"Apa memang tidak bisa Fudo?" Tanya Guru Fu.


Tuan Fudo mengatakan jika Justin bukanlah orang yang sama dengan Justin di masa lalu. Dia telah menukarkan jiwanya kepada Xiauling dan bergantung dengan "One Eye" membentuk geng baru bernama "Toxic", Tuan Fudo meminta kepada Guru Fu agar berhati-hati jika Justin telah sembuh, dia bisa saja menjadi duri dalam daging bagi Guru Fu. Justin dan Waylin itu sama-sama licik, Tuan Fudo meminta Guru Fu sebisa mungkin menahan Justin dan Waylin agar tidak bisa keluar dari tempat persembunyian miliknya, akan sangat berbahaya jika mereka keluar dari sana, Justin dan Waylin pasti akan melapor kepada Xiauling dan perang besar tidak dapat di hindari.


"Baiklah, terima kasih atas informasi yang penting ini Fudo. Kalau aku tidak datang kemari, mana mungkin bisa mengetahuinya." Ucap Guru Fu.


"Sama-sama Fu, kita kan sudah berkawan lama, hal biasa jika kita saling mengingatkan." Jawab Tuan Fudo.


"Oh ya, kemarin Alex dan temannya datang menemuiku, mereka bertanya tentang cara mengalahkan Xiualing, aku jawab jika Justin yang mampu mengalahkannya, sebelum aku tahu jika Justin ternyata memiliki pemikiran yang tidak sejalan dengan kita." Ucap Guru Fu.


"Aku yang menyuruhnya pergi menemuimu, teman yang datang bersamanya itu adalah Richard, sahabat Alex sejak kecil di Death Angel. Apa kau lupa dengannya?" Jawab Tuan Fudo.


"Astaga, dia terlihat berbeda, jadi aku tidak mengenalnya. Tiga serangkai yang mampu melibas lawan dalam satu pukulan, anak-anak legendaris kebanggaan Death Angel." Kenang Guru Fu.


"Iya, tapi sayang, Justin telah berkhianat. Kini hanya mereka berdua yang bisa ku andalkan, tapi di Death Angel juga ada satu lagi anggotaku yang tidak kalah kejam, dia adalah Angela, tangan kanan Alex." Ucap Tuan Fudo.


"Meskipun dia seorang gadis, tapi kemampuannya luar biasa." Jawab Tuan Fudo.


"Baguslah Fudo, di tengah kekacauan yang terjadi, kau masih memiliki anggota yang bisa kau andalkan." Ucap Guru Fu.


"Itu karena Alex juga, dia yang membuat anggotanya menjadi militan seperti dirinya." Jawab Tuan Fudo.


"Benar, tidak salah kau memilih dia menjadi bos, jiwa mafianya sangat mirip dengan Tuan Fernando. Fudo, aku punya rencana bagus untuk segera melenyapkan Xiauling." Ucap Guru Fu.


"Apa itu Fu?" Tanya Tuan Fudo.


Dia akan mengatakan rencananya saat ada Alex. Kemudian Tuan Fudo menghubungi bos mafia itu lewat sambungan telefon. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Alex menjawab panggilan dari Tuan Fudo.

__ADS_1


"Halo, apa ini Tuan Fudo?" Tanya Alex.


"Iya, Lex kau datanglah ke kediamanku sekarang juga, ada hal penting yang akan aku sampaikan kepadamu, Guru Fu juga ada di sini, beliau ingin bicara denganmu." Perintah Tuan Fudo.


"Baik Tuan, aku akan segera datang." Jawab Alex.


Tuan Fudo menutup panggilan telefonnya, Ia kembali berbincang-bincang dengan kawannya itu. Mereka mengenang masa-masa masih menjadi anggota geng masing-masing. Mereka terlihat sangat akrab. Tidak ada canggung dan basa-basi lagi, kadang mereka saling melempar canda ataupun saling menghujat. Sudah biasa diantara dua orang yang dulu sangat garang di medan pertempuran itu saling hujat ataupun bercanda. Kini dengan usia yang sudah kepala lima, mereka masih segar bugar karena rajin berlatih bela diri.


"Fudo, apa kau telah menyerahkan katana kepada Alex?" Tanya Guru Fu.


"Sudah Fu, kau tenang saja. Katana milik Tuan Fernando itu telah aku serahkan kepada yang berhak menerimanya." Jawab Tuan Fu.


"Baguslah." Ucap Guru Fu.


Di saat perbincangan antara Guru Fu dan Tuan Fudo berlangsung, seorang anak buah Tuan Fu mengabarkan jika Zhen Ming telah kembali. Dia juga mengatakan jika Zhen Ming telah bertemu dengan Xiauling.


"Apa yang kau katakan itu sebuah kebenaran?" Tanya Tuan Fudo kepada anak buahnya.


"Benar Tuan, aku mendapatkan informasi langsung dari anggota yang sengaja menunggu Tuan Zhen Ming yang akan keluar dari penjara kemarin. Dia mendapati Tuan Zhen Ming bertemu Tuan Xiualing." Jawab anak buahnya.


"Fudo, hal yang kita khawatirkan terjadi juga." Ucap Guru Fu.


"Siaal!!! Xiauling selangkah lebih maju daripada kita." Jawab Tuan Fu.


"Nanti kita bahas tentang kembalinya Zhen Ming saat Alex sudah berada di sini. Kau tenanglah Fudo, adikmu memang seperti itu. Yang terpenting adalah kita harus tetap waspada, agar tidak lengah dan mudah di kalahkan." Saran Guru Fu.


Tuan Fudo terlihat gelisah, lawannya kini adalah Zhen Ming. Pria tua yang terkenal dengan rencana kotornya, Ia mampu meluluh lantakkan bumi tempat berpijak Blue Sea, hingga anggotanya habis tidak tersisa.

__ADS_1


"Aku yang menjebloskanmu ke dalam penjara mengerikan itu selama tiga puluh tahun, tidak mungkin jika kau tidak akan menuntut balas padaku dan anggotaku. Saatnya sudah tiba, mari bertarung, Zhen Ming." Gumam Tuan Fu.


__ADS_2