
"Sayang, hari sudah semakin terik, apa kau masih ingin di sini?" tanya Laras.
"Apa kau takut sinar matahari membakar kulitmu?" tanya Alex.
"Bukan, aku ingin beristirahat di dalam," jawab Laras
"Baiklah, ayo kita masuk ke dalam," ucap Alex.
Alex dan Laras telah puas menikmati indahnya pemandangan pantai, mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam bangunan megah itu. Alex menuju ruang tamu dan duduk di sofa, dia menyalakan televisi, sedangkan Laras masih berada di dapur untuk mengambil segelas jus jeruk, dia langsung meminumnya. Laras berjalan menuju ruang tamu dengan membawa camilan.
"Mau makan camilan?" tanya Laras.
"Tidak," jawab Alex.
"Kenapa?" tanya Laras.
"Nanti aku gemuk," jawab Alex.
"Gemuk atau tidak, aku tetap akan menikah dengan mu," tukas Laras.
"Aku tidak suka gemuk karena akan membuatku tidak keren lagi," jelas bos Alex.
"Cih, apa kau se-keren itu?" tanya Laras.
"Ya begitulah, kau kan sudah tahu, aku sangat keren dan mempesona," jawab Alex percaya diri.
"Baiklah, kali ini kau yang menang, aku kalah, kau memang sangat keren dan mempesona sayang," jelas Laras.
"Mengapa kau berdiri? duduklah di sampingku," pinta Alex.
"Oke," jawab Laras.
Laras duduk di samping Alex dengan membawa camilan di tangannya, dia menikmati makan camilan itu, hanya butuh lima menit untuk menghabiskan satu toples kecil camilan.
"Aku baru tahu, gadisku ini memang penggemar camilan," ucap Alex.
"Dulu ibu selalu membuatkan aku berbagai jenis camilan, contohnya kripik pisang panggang yang sedang aku makan ini, semua sudah tersedia di dapur, jadi aku tinggal memakannya," jelas Laras.
"Kau ahli makan ya," ucap Alex sembari mencubit pipi Laras mesra.
"Aduh, sakit sekali, kau menyakiti pipiku sayang," ucap Laras sambil mengusap pipinya.
Alex bangkit dari sofa dan menuju kamar yang tersedia di lantai bawah, letaknya ada di sebelah dapur.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" tanya Laras.
"Ganti baju," jawab Alex.
"Gantilah, aku nanti juga akan mengganti bajuku," jelas Laras.
Alex masuk ke kamar itu, beberapa menit kemudian sang mafia keluar dengan penampilan mengejutkan, dengan bertelanjang dada dan memakai celana pantai, dia membawa papan selancar di tangannya. Melihat sang kekasih begitu mempesona, Laras tercengang, mulut gadis itu terbuka melihat pemandangan indah di depannya. Alex yang menyadari hal itu kemudian mendekati sang kekasih.
"Apa kau sedang melihat artis Hollywood?" tanya Alex.
Laras masih terpukau dengan keindahan tubuh sang kekasih, perutnya yang sispack, dada bidang yang kokoh, rahang yang kuat, wajah yang tampan, paket lengkap pria idaman.
'Sialan! ada pria sempurna di depanku dan aku benar-benar akan gila setelah ini,' batin Laras.
"Hey? apa aku sudah selesai melihatku?" tanya Alex sembari menepuk pundak sang kekasih.
"Oh apa? aku sedang, aku..." jawab Laras salah tingkah.
"Cih, lihatlah dirimu sayang, air liurmu menetes dan salah tingkah, ada apa denganmu?" tanya Alex
"Siapa juga yang salah tingkah? aku hanya... hanya, ah sudahlah," jawab Laras putus asa karena tidak kunjung mendapatkan jawaban yang tepat untuk menutupi kekagumannya, dia meraba sudut bibirnya yang mengeluarkan air liur, kemudian dia mengusap air liur itu dengan tangannya. Gadis itu merasa malu karena ketahuan terpesona dengan penampilan bos Alex, tetapi Laras tetap menutupinya.
"Hanya apa? kau banyak alasan sayang! lebih baik kau ikut saja denganku, akan aku ajari bermain selancar," pinta Alex.
"Terserah kau saja, aku ingin berselancar," tukas Alex.
"Darimana kau mendapatkan papan selancar itu?" tanya Laras.
"Saat aku mencari baju di ruang baju, aku menemukan papan ini di dalam lemari khusus, karena aku tergoda untuk bermain selancar jadi aku mengambilnya," jawab Alex.
"Kau bisa berselancar?" tanya Laras.
"Kau ganti bajumu dan ikutlah bersamaku bermain dengan ombak, kau akan tahu aku bisa atau tidak," pinta Alex.
"Kau saja, aku tidak tertarik," jelas Laras.
"Baiklah, jangan menyesal ya, jika kau melewatkan pertunjukkan luar biasa dariku, " ucap Alex.
Laras tidak bergeming, dia berpura-pura tidak memperhatikan Alex, padahal saat sang mafia berbalik dan berjalan menuju pantai, gadis itu melihat punggung sang kekasih yang tak kalah berotot dan terlihat kuat itu.
' Saat dia menyiksaku di ranjang, seluruh tubuhku pasti terasa sakit, terutama punggungku. Aku bermain dengan pria kuat seperti itu, tubuhnya sangat atletis, gila... ini benar-benar gila," batin Laras.
Laras menggelengkan kepalanya dan mengatakan kepada dirinya sendiri agar menahan diri.
__ADS_1
"Tenang Laras, jangan mengusik singa yang sedang tidur, jika kau tidak ingin di siksa olehnya," ucap Laras pada dirinya sendiri.
Untuk beberapa saat mungkin Laras tidak merasa bosan, tetapi untuk menit berikutnya, dia mulai gundah gulana.
"Apa aku ikut mafia itu saja ya?" tanya Laras pada dirinya sendiri.
"Ikut sajalah," jawab Laras pada dirinya sendiri.
Gadis itu seperti orang tidak waras karena berbicara sendiri, dia beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju kamar. Dia masuk ke ruang baju, dia sangat terkejut melihat baju yang tersedia disana. Semua baju serba minim, tapi dia tidak punya pilihan lain selain memakai bikini yang super seksi.
'Saat aku memakai bikini, apa Alex akan suka?'
batinnya.
Laras tidak perduli, dia nekat memakai bikini yang hanya menutupi dada dan bagian sensitifnya.
Gadis itu merasa was-was keluar dari kamar, dengan langkah tidak percaya diri, dia berjalan menuju pintu utama.
Dia masih ragu, tapi saat melihat sang kekasih begitu lihai bermain selancar, membuat Laras penasaran. Dia meyakinkan dirinya untuk percaya diri. Kini langkah sang gadis sudah mendekati bibir pantai. Di pandangnya aksi luar biasa yang di tunjukkan sang kekasih padanya. Laras duduk di pasir putih itu sembari menyaksikan Alex beraksi.
"Dia mafia, pandai bertarung, pandai memasak, pandai merayu dan pandai bermain selancar, dia pria yang penuh kejutan," ucap Laras kagum dengan sosok sang kekasih.
Beberapa menit kemudian, Alex telah selesai bermain selancar. Dia keluar dari balik ombak dengan tubuh yang basah, mafia itu terlihat sangat seksi. Alex kemudian menghampiri sang kekasih yang sedang duduk di bibir pantai.
"Ternyata kau tidak bisa jauh dariku ya?" tanya Alex.
"Tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya bosan saja," jawab Laras beralasan.
"Cih, apa itu benar," ucap Alex.
Untuk sejenak, Laras berpikir mengapa Alex tidak mengomentari dirinya yang memakai bikini, dia hanya duduk di sampingnya sembari meluruskan kaki dan tangannya. Keduanya diam untuk beberapa saat.
"Sayang, apa kau tidak suka aku pakai bikini?" tanya Laras membuka pembicaraan.
"Suka," jawab Alex tanpa melihat wajah sang kekasih.
"Tapi mengapa kau diam saja?" tanya Laras.
"Aku sedang menahan diri, aku tidak ingin merusak hari pernikahan kita besok, aku tidak ingin kau kelelahan, kau tahu? baju itu menyiksa milikku di bawah sana, dari tadi dia berteriak ingin segera di penuhi keinginannya," gerutu Alex.
"Hahhaa, sial! aku kira kau kenapa, ternyata apa yang ada di pikiranmu hanya sebatas itu," ucap Laras.
Gadis itu terus saja menggoda sang kekasih yang katanya sedang menahan diri itu. Alex memilih untuk kabur, dia tidak ingin merusak segalanya hanya karena keinginan sesaatnya.
__ADS_1
'Kadang dia menyebalkan, menggemaskan juga sangat lucu, tapi aku baru tahu jika dia mampu untuk menahan diri dari kebrutalannya, dia pria yang baik,' batin Laras sambil menatap punggung sang kekasih yang perlahan menghilang dari pandangannya.