
Di dalam mobil, Hang Zhi hanya diam. Kini dia sedang tidak ingin mengatakan apapun, hatinya kembali terluka oleh kata-kata Kyara.
Kyara juga sedang malas berucap, dia hanya memandang pemandangan di luar jendela. Di dalam pikiran gadis itu, dia hanya ingin bertemu Jiho, sampai dimana Hang Zhi menghentikan mobil miliknya secara mendadak.
"Aw! apa kau tidak waras?" ucap Kyara yang kepalanya hampir saja terbentur dashbor mobil.
"Aku akan menggugurkan kandunganmu," Hang Zhi membanting stir mobilnya, dan mengendarai mobil miliknya menuju dokter yang mampu menghilangkan janin yang ada di kandungan sang isteri.
"Apa maksudmu tuan?" Kyara masih belum mengetahui jika dirinya hamil.
"Kau hamil anakku, tetapi jika kau memilih bersama Jiho, akan ku bunuh anak itu! Selamanya kau akan menjadi budak napsuku, aku sudah terlalu bersabar dengan segala kebencianmu kepadaku. Saat malam itu, aku merasa kau sudah memberikan segalanya untukku, tapi apa? hanya Jiho di pikiranmu," Hang Zhi benar-benar menunjukkan sisi kejamnya, dia akan membunuh darah dagingnya sendiri yang masih berupa janin.
"Apa? aku hamil anakmu?" Kyara masih syok dengan apa yang di katakan oleh Hang Zhi.
Gadis itu menghela nafas panjang, ia belum mampu mengatakan apapun lagi. Hati dan pikirannya sunyi, di sisi lain di mencintai Jiho, tetapi di sisi lainnnya lagi, ada benih Hang Zhi di rahimnya.
Dia memang mencintai Jiho, tetapi jika harus mengorbankan bayi tidak berdosa, ia tidak akan sanggup.
Kyara, mengambil keputusan besar.
"Kita pulang Hang Zhi," ucap Kyara sembari menggenggam erat lengan sang suami, kali ini dia lebih tenang.
"Apa kau berubah pikiran? kau siap meninggalkan Jiho?" Hang Zhi memastikan jika Kyara tidak akan membohonginya lagi.
"Aku akan menjadi isterimu seutuhnya, anak ini akan tetap hidup, aku pasrah, apapun yang kau lakukan padaku, asal jangan bunuh Jihoku dan anak ini," Kyara menunduk dengan isak tangis yang menyayat hati.
"Bagus, sudah seharusnya kau patuh padaku, baiklah! aku akan menghentikan segala hal yang berkaitan dengan pencarian Jiho, anakmu akan aman sayang," Hang Zhi merasa menang, dia akan tetap membunuh Jiho, apapun yang terjadi Jiho harus mati karena akan menghalangi hidupnya dengan Kyara.
Sedangkan Kyara, hatinya hancur, kali ini dia memiliki dua hal yang sangat berarti dalam hidupnya yang harus ia jaga, Jiho dan janin dalam kandungannya. Dia pasrah dengan apapun yang Hang Zhi lakukan kepadanya, yang terpenting, Jiho dan sang janin selamat. Dia mengutuk Hang Zhi yang kejam itu, di dalam hatinya yang hancur, dia berdoa, 'Tuhan...! jika takdirku dan Jiho hanya sementara, semoga anak ini akan membuatku lebih kuat dalam menjalani hidup tanpa kekasih hatiku,'
Airmata Kyara tumpah, demi apapun, gadis itu telah mengutuk perbuatan Hang Zhi yang kejam itu, dan memohon kepada Tuhan untuk segera di berikan jalan keluar terbaik.
"Jangan cengeng, hapus air matamu! jadikan aku pria satu-satunya di hidupmu, jangan pernah kau sebut namanya lagi! dalam mimpi ataupun nyata jika kau tidak ingin Jiho dan anakmu tewas!" Ancaman yang sangat ampuh untuk membuat mental Kyara down.
...* * *...
Markas utama Death Angel...
__ADS_1
"Jiho," Suara Kyara menggema di telinga Jiho.
Saat pria itu membuka matanya, ia melihat Kyara bersama Hang Zhi dan seorang anak kecil di pelukannya.
Kyara mendekati Jiho yang sedang terbaring di ranjangnya.
"Maaf, aku harus melupakan kisah kita demi nyawamu dan nyawa anakku, aku harap kau tidak membenciku Jiho," Kyara memeluk erat tubuh Jiho, seakan pelukan itu tidak mau lepas.
"Kyara, apa yang terjadi?" Jiho mempertanyakan hal tidak masuk akal ini kepada gadis pujaannya.
Saat sang kekasih akan memberikan jawabannya, Hang Zhi dengan tega meletakkan bagian tajam pisau lipat di leher anak kecil itu, sehingga Kyara tak mampu menahan airmata.
"Kau masih bisa menyelamatkanku Jiho! bunuh Hang Zhi, bunuh pria biadb itu**!" Ketiga sosok itu tiba-tiba menghilang di balik cahaya yang sangat terang***.
"KYARA!!!" pekik Jiho.
Pria itu bangkit dari ranjang bos mafia, tanpa sadar dia telah tidur di kamar Alex.
"Astaga! apa itu tadi? pertanda apa?" Jiho mengeluarkan keringat dingin dari sekujur tubuhnya. Ia merasa jika Kyara sedang malam masalah besar.
KLEK!
"Iya, aku akan makan siang setelah ini," jawab Alex yang mendapat teguran dari sang isteri, karena dirinya selalu telat makan.
"Sekarang sayang!" ucap Laras dengan tegas.
"Iya isteriku, jangan marah-marah nanti anak kita dengar," jawab Alex.
Saat dia ingin duduk, ia melihat Jiho sedang melamun.
"Sayang, nanti aku akan meneleponmu lagi," ucap sang mafia.
"Baiklah, jaga kesehatan. Jangan lihat wanita lain, ingat! kau adalah daddy dengan lima anak, kau tahu kan? Love you sayang!" Laras memperjelas status Alex agar tidak melirik gadis lain yang lebih cantik
"Iya, love you too," ucap Alex mengakhiri panggilan teleponnya.
Bos mafia itu mendekati Jiho. "Kau baik-baik saja bocah?" tanya Alex heran saat melihat sang anak buahnya melamun.
__ADS_1
"Aku harus menyelamatkan anak dan ibunya," Jiho mengatakan hal yang tidak di mengerti oleh sang mafia.
"Apa maksudmu?" Alex masih belum memahami ucapan Jiho yang masih sepotong-potong itu.
Jiho menghela nafasnya, ia menata hati dan pikirannya agar tetap tenang dan tidak panik saat bercerita kepada sang bos.
"Kyara dalam bahaya bos! aku mendapatkan mimpi buruk jika gadisku sedang dalam kesulitan," jelas Jiho.
"Aku akan segera mengadakan rapat darurat untuk membahas hal ini. Kau dan Kyara memiliki ikatan batin yang kuat, aku yakin kalian memang berjodoh," ucap sang mafia.
Saat Alex sedang terlibat perbincangan dengan Jiho, ponselnya kembali berdering. Alex segera menjawab panggilan itu.
"Halo, siapa ini?" tanya Alex.
"Aku ingin mengajakmu bertemu tuan Alex," pinta sang penelepon.
"Katakan siapa kau?" ucap sang mafia.
"Kau akan tahu setelah bertemu denganku," Sang penelepon terdengar sangat sombong dan angkuh.
"Cih! ya baiklah, terserah kau saja. Dimana aku harus menemuimu?" tanya sang mafia.
"Bar terbesar kota barat, datanglah kemari!" jawab sang penelepon.
"Hahaha, siapa kau beraninya menyuruhku?hm..sepertinya kau bocah tengik yang hanya pandai menggertak orang tua," ledek sang mafia.
"Mengertak bos besar sepertimu? mana aku berani? datanglah pukul 4 sore, aku tunggu!"
Tutt..Tut..Tut...
Panggilan misterius itu tiba-tiba terputus.
"Siapa bos?" tanya Jiho yang sedari tadi memperhatikan sang bos yang sedang berbicara dengan seorang penelepon misterius.
"Bocah tengik sok berkuasa, dari suaranya saja aku sudah tahu, tapi aku pura-pura tidak mengenalnya agar permainan ini semakin menarik," jelas sang mafia.
"Memang siapa dia bos?" tanya Jiho penasaran.
__ADS_1
"Adikmu, Hang Zhi," jawab bos Alex.