Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 140


__ADS_3

Di Paradise Land...


Setelah masalah tentang pengkhianatan usai, kini bos Alex mampu bernafas lega. Dia tidak harus turun ke lapangan hanya untuk membasmi dua orang yang berpotensi memecah belah gengnya. Meski tidak di pungkiri, dia juga rindu bertarung.


"Sayang? kau dimana?" Laras memanggil sang suami yang sedari tidak terlihat dimanapun. Dengan perut yang sudah membuncit sempura, Laras berjalan perlahan mencari Alex di sudut ruangan. Punggungnya terasa pegal, dia ingin meminta tolong kepada suami untuk membantunya membersihkan diri.


Dari balik pintu utama, muncul pria gagah nan tampan, seluruh bagian tubuhnya basah. Dia bahkan bertelanjang dada membuat Laras harus menelan ludah berkali-kali.


"Sayang?" Suara sang suami membuatnya tersadar dari halusinasinya tentang pria sempurna yang ada di depannya.


"Oh, ya. Bantu aku mandi," pinta sang isteri.


Laras mengakui jika sang suami terlalu tampan, terlalu sexy dan terlalu hot untuk tidak di pandang.


"Apa tadi kau mengagumiku sampai menelan ludah?" Alex terlalu jeli untuk mengetahui apapun, sampai sang isteri menelan ludahpun tak luput dari pandangannya.


"Haha, kau bercanda, oh itu. Aku haus, ya haus," Laras beralasan.


"Cih, dasar! jika kau tidak hamil, sudah habis ku makan kau!" Alex mencium kening sang isteri, dia gemas tapi tak mampu melakukan apapun. Dia lebih sayang kepada sang isteri dan baby A nya. Dia tidak ingin membuat usaha dan penantian memiliki baby akan sia-sia hanya karena hasrat sesaat.


Tanpa aba-aba, Alex mengendong tubuh Laras ala bridal style. Laras menurut saja apa yang di lakukan sang suami padanya. Perlahan mereka berdua masuk ke dalam kamar utama, pandangan mata keduanya belum juga lepas. Sampai di dalam kamar mandipun, kedua mata itu masih terus berpandangan.


"Sayang? apakah aku boleh menciummu?" Kata-kata yang terpendam itu akhirnya lolos begitu saja.


"Kau suamiku, jika mau cium, cium saja. Setiap jengkal tubuhku adalah milikmu. Aku merasa bersalah tidak bisa melayanimu seperti seharusnya," ucap Laras. Dia menundukkan kepalanya dan menyeka air matanya, dia tak mampu menahan haru kala mengingat segala pengorbanan yang sang suami lakukan siang dan malam. Alex tak pernah lelah menjaganya.


"Apa yang kau katakan? aku seorang mafia dan aku masih punya hati, bukan berarti kau istriku, aku bisa melampiaskan hasratku kapanpun aku mau. Kau sedang hamil anakku sayang, sudah seharusnya aku melakukannya," Alex menurunkan tubuh sang isteri di pinggir wastafel kamar mandi yang terbuat dari batu marmer itu. Kini dia berdiri di hadapan Laras. Alex membantu menyeka airmata sang isteri. Airmata Laras semakin deras mengalir.

__ADS_1


"Mengapa kau menangis? maaf, aku belum menjadi suami yang baik untukmu," Alex memeluk tubuh ibu hamil itu dengan berhati-hati. Tanpa ia duga, ada sesuatu yang menendangnya.


"Astaga," Alex terkejut kala baby di dalam perut Laras bereaksi saat sang ibu menangis.


"Kenapa sayang?" tanya Laras heran.


"Apa tadi itu kaki jagoanku? kuat sekali dia!" Alex penasaran dengan apa yang baru saja di alaminya.


Calon hot daddy itu memastikan tentang prasangkanya, dia mengajak calon baby A berbicara.


"Hey jagoanku, aku tidak membuat mommy-mu menangis, dia hanya terharu karena daddy begitu baik dan penyayang," Alex ingin mengetahui respon calon babynya. Tanpa ia duga, saat telinga miliknya di tempelkan ke perut Laras, tendangan kaki mungil kembali ia rasakan.


"Haha, masih di dalam perut tapi sudah pandai berkelahi, ini memang anakku," Sang mafia bangga dengan calon babynya yang akan menjadi jagoan hebat di masa depan, itu harapannya sebagai seorang daddy yang ahli bertarung.


"Hey, dengarkan aku anakku, kau jangan tiru daddymu. Dia memang urakan, meski begitu mommy tetap menyayanginya, dia pria yang baik. Stop menendangnya, beri dia kasih sayangmu baby A ku," Mendengar mommynya berbicara, baby A berhenti menendang Alex lagi. Sang mafia benar-benar excited, dia tidak pernah tahu ada hal luar biasa seperti ini di dalam kehamilan seorang wanita.


"Dia diam sayang, dia tidak menendangku lagi. Ini luar biasa sayang! selain mampu menjinakkanku, kau juga mampu membuat baby A takhluk, kau memang hebat isteriku," Alex bangga memiliki isteri lemah lembut seperti Laras, meski kadang ganas di ranjang, tetap saja dia wanita yang mampu membuat sang mafia mengenal cinta lebih dalam lagi karena cinta bukan sekedar melampiaskan hasrat lalu selesai. Cinta Laras padanya tak terbatas. Begitupun sebaliknya, dia akan memberikan segenap cinta kasihnya kepada sang isteri, hanya untuk Laras seorang.


Alex menyudahi perbincangan dengan calon baby A nya, saat ia harus menuntaskan rasa gemasnya kepada sang isteri, dia mendekatkan mulutnya ke telinga Laras, ia membisikkan sesuatu.


"I love you mommy baby A,"


Hembusan nafas sang suami di telinganya, membuat Laras geli, dia sangat sensitif di area itu. Alex mencoba mengexplore tengkuk dan leher sang isteri dengan bibirnya, tangan Laras mencengkeram kuat pundak kekar sang suami. Sensasi luar biasa menyelimuti sekujur tubuh Laras. Dia sudah terbuai dengan sentuhan bibir Alex.


"Apa ini nyaman?" Sang suami meninggal bekas kepemilikan di leher sang isteri berkali-kali. Laras mengigit ujung bibirnya menahan rasa aneh yang mulai terasa sejak awal Alex beraksi.


"Sayang, stop! aku..." Alex menutup mulut sang isteri dengan mulutnya, pertautan kedua bibir yang sangat hebat dan bersemangat. Laras menikmati momen langka ini. Dia melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Ciuman panas itu bertahan cukup lama, sampai lupa tujuan awal Laras meminta tolong kepada sang suami untuk membantunya membersihkan diri.

__ADS_1


Alex tak mampu menahannya, ia izin kepada isterinya untuk mengeksplor bagian sensitif yang lain, tempat favoritnya duo kenyal yang membuatnya candu. Laras menganggukkan kepalanya. Alex membuka kancing baju sang isteri satu persatu sambil tetap berciuman, setelah semua kancingnya terbuka, Alex melepas pertautan bibir itu dan segera membenamkan wajah tampannya di tempat favorit yang semakin berisi. Laras tak mampu menahan rasa luar biasa ini, dia berkali-kali menjambak rambut Alex, suara indah Laras yang lama tak terdengar mulai menggema di seluruh ruangan. Alex telah membangkitkan gairah seorang ibu hamil.


"Sayang! stop! aku.." Laras memelas kepada sang suami, namun Alex masih terus melakukannya dengan lembut dan teratur.


Calon baby A mereka bergerak sangat aktif membuat Alex menghentikan sementara aksinya.


"Hahaha, aku sedang membuat mommy bahagia sayang, mengapa kau menendangku lagi? wah kau akan jadi musuhku kelak jika tak mau berbagi kasih sayang mommymu. Dia juga isteriku, kau tahu?" Alex tersenyum dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di perut sang isteri.


"Kapan aku mandi? tubuhmu yang tadi basah, kini sudah mengering. Kau terlalu bersemangat sayang," ucap Laras sembari membelai wajah sang suami.


"Tentu saja, kau juga suka kan? mengaku saja, kalau kau sedang tidak hamil. Kau yang akan menyerangku lebih dulu, aku akan sangat kewalahan menghadapi keganasanmu," ucap Alex yang membuatnya tersipu malu.


"Ssstt! baby A nanti bisa mendengar kita, kau bicaralah hal yang lain," jawab Laras. Jari telunjuknya menempel di bibirnya sebagai kode untuk sang suami agar berhenti berbicarakan masalah ranjang di depan calon baby A nya.


Alex hanya tersenyum manis menanggapi ucapan isterinya, dia memutar tubuhnya dan berjalan menuju bathup. Perlahan sang mafia menghidupkan kran air hangat. Setelah siap, ia memberikan sabun cair beraroma mawar ke dalam bak mandi itu.


Alex berjalan menuju sang isteri, ia membantu melepaskan helai kain di tubuh Laras. Setelah terlepas sempura, kini terlihat tubuh sexy Laras yang sedang hamil itu. Miliknya bereaksi, namun Alex mencoba menahan diri.


"Sayang? kau bisa bermain solo setelah ini, aku belum mampu menuntaskan hasratmu, maaf!" ucap Laras sembari mengecup bibir sang suami.


"Tenang sayang, hanya tinggal beberapa minggu lagi kau melahirkan, aku akan menahannya. aku tidak suka bermain solo, aku lebih suka duel denganmu," ucap Alex tanpa ekspresi karena dia memang sedang menahan sesuatu yang harus ia tuntaskan dengan segera.


Sang mafia mengendong tubuh ibu hamil menuju bathup, perlahan ia menurunkan tubuh sexy sang isteri di bak mandi yang penuh aroma mawar itu.


Alex sangat telaten memandikan sang isteri, dia membersikan ujung rambut hingga ujung kaki sang isteri tanpa terlewat.


"Jagoan daddy, sehat-sehat ya di sana!" ucap sang mafia sembari mengelus lembut perut sang isteri.

__ADS_1


Laras selalu terpesona dengan segala tindakan sederhana namun manis yang selalu Alex lakukan padanya. Alex seperti pangeran dalam negeri dongeng yang selalu ibunya ceritakan semasa ia kecil dulu.


'Aku sangat beruntung,' batin Laras, ia menatap wajah tampan sang suami yang tengah duduk di sampingnya, tangan Laras tak kuasa untuk tidak membelai wajah tampan sang suami. Alex membalas tatapan itu, ia tersenyum dan mendaratkan ciuman di kening sang isteri.


__ADS_2