Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Jalan-jalan ya Daddy?


__ADS_3

Alex berpamitan kepada kedua anak buahnya saat waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, waktu terbuang sia-sia karena dua penguntit yang terlalu banyak tingkah.


"Frank, aku pulang dulu. Aku harap, besok kau sudah membawa Fire Blue kemari. Dan untuk kedua pria ini, masukkan ke dalam penjara bawah tanah, biar tahu rasa!" pinta sang mafia.


"Siap bos! laksanakan!" ucap Frank.


Sang mafia keluar dari ruang peradilan itu, segera Alex menuju mobil miliknya yang terparkir di depan markas.


Di sana ada Zicko dan beberapa anggota yang sedang berjaga.


"Aku pulang dulu, urus para penguntit dan tetaplah waspada!" perintah sang mafia.


"Siap bos!" jawab para anak buah serentak.


Alex segera masuk ke dalam mobilnya, setelah menghidupkan mesin mobil, dia segera melaju jauh meninggalkan markasnya.


Sepanjang perjalanan, dia teringat akan keinginan ke lima anaknya yang sudah lebih dari dua bulan di rumah saja. Mereka ingin pergi berlibur.


Alex berinisiatif menelepon salah satu rekan bisnisnya yang memiliki sebuah taman hiburan. Hari ini, dia akan menyewa taman itu dengan harga 300juta, harus eksklusif, penjagaan ketat dan jangan sampai ada orang yang mengenalinya dan anak-anaknya.


"Baik Tuan Alex! segalanya akan aku persiapkan! tunggu beres, nanti dua jam lagi akan saya hubungi. Apa perlu staff kami menjemputmu?" tanya sang rekan bisnis.


"Tidak perlu, aku akan berangkat dengan mobilku." Sang mafia lebih nyaman dengan mobilnya sendiri karena mobil itu yang memilih si kembar lima.


"Baik Tuan! apa ada yang lain?" tanya sang pemilik tempat hiburan.


"Tidak ada." Sang mafia langsung menutup panggilan teleponnya.

__ADS_1


Raut wajah bahagia terpancar, dia merasa menjadi anak kecil lagi, sang mafia dulu waktu kecil sangat suka dengan hewan buas, dia tidak merasa takut dengan mereka. Tapi suatu hari, ada hal yang membuatnya marah, yaitu saat dirinya mendapati ikan yang ia beli, tanpa sengaja jatuh di kandang singa, alhasil Alex harus menahan kekesalan saat ikan tersebut di lahap habis oleh hewan buas itu.


"Cih! bahkan aku melupakan jika aku pernah menjadi bocah yang naif." Alex merasa geli saat mengingat kejadian lucu dan menyeramkan itu.


"Kalau ikan itu masih hidup, pasti sudah jadi fosil. Kakak tidak akan membiarkan binatang peliharaanku hidup." Sang mafia merasa jika dia dan Justin memiliki perbedaan sifat yang jauh berbeda. Justin dengan keangkuhan dan kesombongannya, sang mafia dengan belas kasih namun garang dan bengis.


Tak terasa mobil sang mafia telah terparkir di depan rumahnya. Alex turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.


KLEK!


Saat pintu utama terbuka, sang mafia mendapati pemandangan luar biasa di depannya, kelima anaknya telah siap dengan baju baru yang imut dan lucu. Wajah kelimanya penuh bedak tabur.


"Daddddyyyyy!!!!" Kelima kembar jeniusnya berlari menghampiri sang daddy yang masih terpaku di depan pintu utama.


Kembar lima memeluk kaki sang daddy dengan erat, total ada lima pasang mata kucing yang memohon ingin pergi jalan-jalan.


"Jalan-jalan ya daddy?" ucap Aarav, mewakili ke empat adiknya.


"Oke, tapi kalian tunggu di sini. Daddy ganti baju dulu," pinta sang mafia yang di iringi anggukkan kelima babynya. Satu persatu tangan mungil yang memeluk erat kedua kakinya, telah terlepas. Kini sang mafia mampu berjalan dengan lancar.


Langkahnya terhenti saat sang isteri keluar dari kamar mengenakan mini dress berwarna peach yang dulu membuatnya tergila-gila. Sang isteri menghampiri Alex, mata pria itu tidak mampu berkedip sangking terpesonanya.


"Jangan pakai ini, nanti para pria melirikmu bagaimana? jiwa hororku nanti muncul." Alex bahkan mengatakan hal tidak masuk akal di depan anak-anaknya.


"Ssstt! bicara di dalam kamar saja." Alex segera menuruti ucapan sang isteri.


Sang isteri menggenggam tangan sang mafia, ia menuntunnya menuju kamar utama.

__ADS_1


Setelah sampai di kamar, sang mafia ingin isterinya berganti baju yang biasa di pakai di rumah. Alex sendiri yang akan memilihnya.


"Kau pakai ini, Rok bahan katun,kaos warna peach dengan jaket denim, lebih muda ini. Kalau yang tadi aku khawatir akan datang banyak lamaran ke rumah ini." Alex merasa cemburu, dia tidak ingin kencani isterinya di pandang oleh pria lain.


"Iya sayang, aku ganti pakaian." Laras masuk ke dalam ruang ganti.


Sang suami masih setia menunggu, beberapa menit kemudian, sang isteri keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang lebih fresh.


"Bagaimana sayang? apa aku cocok mengenakan stelan ini? tanya sang isteri memperlihatkan penampilan luar biasanya.


"Oke, aku setuju. Ini lebih baik, karena kita akan ke taman hiburan bukan pesta pernikahan." Sang mafia menahan tawanya, ternyata Laras salah kostum.


"Tetapi beberapa hari yang lalu kau ingin mengajakku ke pesta, apa orangnya tidak jadi menikah?" Laras kesal, dia sudah bersiap-siap, berdandan sejak pagi, eh salah kostum. Dan parahnya lagi rencana jalan-jalan ke taman hiburan, tempat dimana banyak hewan buas yang membuatnya kesal, secara anak-anaknya menyukai mereka semua. Laras akan kerepotan saat menjaga kelima anaknya yang super aktif dan cerdas itu.


"Nanti akan aku urus, setelah ini aku akan menelepon dealer mobil agar segera mengirim mobil keluaran terbaru untuk hadiah pernikahan rekanku, George dan Nirmala." Kedua rekan bisnis sang mafia yang cukup royal kepadanya.


"Oh, ya terserah kau saja. Tetapi aku tidak sanggup harus menjaga mereka di sana sayang, kau tahu sendiri jika kelima baby kita seperti apa jika sudah antusias, bukannya aku tidak mau menjaga mereka, tapi aku kurang tidur hari ini. Aku khawatir jika tidak mampu menuruti setiap keinginan masing-masing anak." Keluhan Laras yang sangat mendasar, tetapi sang mafia telah menjamin tentang hal itu. Dia sudah menyewa tempat hiburan anak-anak itu untuk seharian penuh dengan penjagaan ketat.


"Ada penjaga yang akan mengawasi anak-anak. Taman hiburan itu menjadi milikku selama satu hari, 300juta cukup untuk membuat pemiliknya mengizinkan aku dan keluargaku mengunjungi taman hiburan itu," jelas sang mafia yang tidak pernah perhitungan, dia akan melakukan apapun untuk anak dan isterinya agar selalu bahagia.


"Astaga! 300juta? kau selalu menghabiskan banyak uang hanya untuk hal yang sepele." Sang isteri selalu heran dengan tingkah sang suami yang anti-mainstream.


"Uang, harta, benda, untuk apa semua itu jika anak dan isteri tidak bahagia? aku bekerja siang malam untuk si kembar lima. Untukmu, segalanya hanya demi kebahagiaan keluarga kita."


Suasana haru menyelimuti, Laras memeluk tubuh sang mafia yang memiliki banyak uang dan tidak pelit itu. Dia juga sangat mencintai anak dan isterinya.


"Terimakasih sayang, Love you." Sang isteri memeluk erat-erat tubuh sang mafia, dia merasa beruntung memiliki suami bertanggung jawab seperti Alex Fernando.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Uangku tidak akan habis 10 turunan. Kau tenang saja," celetuk sang suami.


"Iya aku tahu," jawab Laras, ia merasa tenang di dalam pelukan sang mafia.


__ADS_2