Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Satu lawan dua puluh


__ADS_3

Sang mafia berhasil menghindari tembakan dari para anggota Dio. Dia tidak ingin sang tawanan mati dengan cepat, jadi Alex melindunginya.


Karena dia membawa tawanan, sang mafia harus memutar otak. Dia bertarung dan juga baku tembak satu lawan dua puluh dengan Dio berada di punggungnya.


"Sial! tidak Dama, tidak Dio, merepotkan saja!"


DOR!


DOR!


DOR!


Baku tembak masih berlanjut sampai Alex harus bersembunyi dibalik tembok untuk menghindari peluru yang siap menembus tubuh kekarnya.


Sang mafia menelisik sekeliling, dia melihat ada pintu keluar stasiun televisi itu.


Dia segera berlari ke arah pintu, selanjutnya dia membuka pintu tersebut dan lari.


"Sial! lenganku tertembak. Pria sialan ini membuatku terluka awas saja kau jika sudah siuman, aku akan membalasnya!"

__ADS_1


Dia juga merasa sakit kaki bagian kanannya, dia tidak bisa meneruskan pertarungan, jika ia memaksakan diri, dia pasti akan tumbang dan menjadi santapan 20 orang yang siap untuk menembaknya dengan sadis.


Alhasil dia harus lari, tetapi membawa Dio sebagai tawanannya.


Saat Alex hendak menuju tempat parkir, ada mobil yang tiba-tiba berhenti tepat di sampingnya kemudian membuka pintu," Lex masuk!" ucap si pengendara yang ternyata adalah Yovan.


DOR!


DOR!


DOR!


Tembakan brutal dari para anggota Dio, berusaha mencegah sang mafia untuk masuk ke dalam mobil, namun kecepatan gerakan sang mafia mampu membuatnya selamat dari tembakan yang bisa membunuhnya kapan saja.


"Sial! mengapa mereka banyak sekali! tapi kau hebat Lex, mampu menguasai inti dari permasalahannya, yaitu Dio dan amplop coklat video hoax istrimu." Yovan bangga dengan kawannya yang selalu menjadi pria sejati, Alex selalu memahami apa yang harus ia lakukan di saat terdesak.


"Aku terluka dan kau banyak bicara, kau tidak ingin aku sembuh? kau harus mengobati kaki dan lengan ku! aku belum pernah merasakan sakit seperti ini, tetapi tembakan jarak dekat itu benar-benar membuatku terluka." Sang mafia menahan darah yang mengucur dari lengannya menggunakan kain yang ia sobek dari bajunya sendiri.


"Tenang Lex, aku akan mengobatimu nanti. Tetapi lebih baik kita kabur dari para anggota Dio yang membabi buta itu dan mencari tempat persembunyian yang aman." Yovan memberikan saran yang terbaik, dia memikirkan keadaannya yang sedang terluka.

__ADS_1


"Terserah kau saja Yov, aku hanya ingin melihat Dio tewas tepat di depan mata Dama. Aku ingin dia tersiksa dan marah, Dio adalah salah satu kelemahan Dama selain Raf." Sang mafia sudah memahami para musuhnya yang notabene satu keluarga yang saling bekerjasama untuk menjatuhkannya agar Death Angel segera musnah dari muka bumi ini.


....


Mobil para anggota Dio sudah tidak mengejar sang mafia, Yovan menghentikan mobilnya di depan sebuah gudang tua.


Dia mengira, gudang itu dulunya adalah sebuah pabrik yang gulung tikar akibat krisis ekonomi yang terjadi di kota New York beberapa tahun yang lalu.


Sang mafia memapah tubuh Dio yang masih pingsan, sedangkan Yovan memeriksa area sekitar gedung tua untuk memastikan bahwa tempat itu aman.


Setelah memeriksa setiap sudut tempat itu dna Yovan menyatakan tempat itu benar-benar aman, Yovan segera membuka pintu gedung tua, dia mendapati isinya hanyalah meja dan kursi yang sudah lusuh


Dia merasa ngeri harus bersembunyi di tempat itu karena banyaknya laba-laba dan kelelawar yang ada di dalamnya.


Tetapi tempat ini adalah tempat yang paling nyaman untuk bersembunyi sementara waktu.


"Lex, tempat ini aman untuk kita, tetapi sangat menyeramkan."


"Tidak masalah, jika tempat ini sangat menyeramkan dan tidak layak untuk ditempati, berarti, para anggota Dio, aku yakin tidak akan datang kemari."

__ADS_1


"Ide yang bagus bos Alex, tidak salah kami memilihmu menjadi pemimpin."


....


__ADS_2