Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 51


__ADS_3

Melihat perkembangan Justin yang begitu pesat, Guru Fu memutuskan untuk memberikan kakak dari Alex Fernando itu sebuah tongkat kayu yang akan membantunya berjalan. Tetapi pemberian Guru Fu itu di tolak, Justin merasa jika dirinya telah siap dan mampu menopang berat tubuhnya menggunakan kedua kakinya. Justin mencoba beranjak dari ranjang dan belajar berdiri, dia mulai melangkahkan kaki kanannya, tetapi dia terjatuh. Dia berusaha lagi dan jatuh lagi, Justin mulai menyerah, tetapi dia mengingat balas dendam kepada Alex dan cintanya kepada Laras. Semangatnya kembali berkobar, dia kembali berusaha lagi, lagi dan lagi.


"Beristirahatlah, aku akan membuatkanmu ramuan agar saraf-saraf di di kakimu kembali aktif dan kau mampu berjalan dengan kedua kakimu." Ucap Guru Fu.


"Baik Guru Fu." Jawab Justin.


Justin perlahan merebahkan tubuhnya di ranjang, dia merasa lebih baik saat ini. Guru Fu mengatakan jika Justin membuat keputusan besar untuk langsung belajar berjalan tanpa tongkat. Dia memuji mental Justin yang sangat bagus, dia tidak kalah tangguh dengan Alex.


"Guru Fu? apa Alex pernah datang kemari?" Tanya Justin.


"Dia belum pernah datang kemari, Tuan Justin." Jawab Guru Fu berusaha menutupi kenyataan jika Alex pernah bertemu dengannya.


"Bagus, kalau dia sampai tahu keadaanku yang tidak berdaya ini, dia akan dengan mudah menghancurkanku. Guru Fu, jadikan aku muridmu!!!bantu aku membalas dendam padanya dan merebut apa yang seharusnya aku miliki." Pinta Justin.


Guru Fu dalam dilema, dia merasa sedang di antara dua kubu yang berbeda. Dia harus berusaha meyakinkan Justin agar tidak curiga kepadanya jika sebenarnya Guru Fu berpihak kepada Alex Fernando.


"Baiklah, akan ku jadikan kau muridku, tetapi kau harus menuruti semua perkataanku agar kau segera sembuh. Kau minumlah ini Tuan Justin, ini adalah ramuan yang ku buat khusus untukmu."


Justin meminum ramuan yang di buat Guru Fu, setelah itu, Guru Fu meminta Justin untuk pelan-pelan dalam berlatih berjalan.


"Kau terima tongkat kayu ini, jangan menolak lagi. Tuan berlatih pelan-pelan saja, jangan memaksa diri sendiri." Pesan Guru Fu.


"Baik Guru Fu, terima kasih atas semua yang telah kau lakukan untukku. Kau sangat baik, Guru Fu." Jawab Justin.


"Tidak masalah Tuan, sudah menjadi kewajibanku untuk menjagamu dan memastikan kesembuhanmu. Tuan Justin, maafkan aku jika tidak bisa menemanimu lebih lama lagi, ada hal yang ingin ku kerjakan." Ucap Guru Fu.


"Silahkan Guru, selesaikan pekerjaanmu dengan segera."


Guru Fu kemudian keluar dari ruangan Justin. Tiba-tiba ada salah satu muridnya yang mengatakan jika ada anggota Death Angel yang ingin bertemu dengannya.


"Suruh dia masuk ke ruanganku." Perintah Guru Fu.

__ADS_1


Setelah Guru Fu masuk ke dalam ruangannya, utusan dari Death Angel datang. Guru Fu mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.


"Katakan apa yang kau ingin kan?" Tanya Guru Fu kepada utusan dari Death Angel.


"Guru Fu, namaku Willy. Bos Alex memintaku datang kemari untuk memastikan kesehatan Kak Justin." Jawab Willy.


Guru Fu menjelaskan dengan detail keadaan Justin. Dia meminta Willy untuk memberitahukan kepada Alex jika kondisi Justin sudah mulai stabil karena keinginannya untuk sembuh begitu kuat.


"Willy, kau sampaikan pesan ini kepada Alex, Justin ingin menjadi muridku, dia ingin membalas dendam kepada Alex dan merebut kekasih dari bosmu. Alex harus berhati-hati, Justin bukanlah pria yang penuh belas kasihan seperti sebelumnya, aku di sini juga harus waspada setiap saat padanya. Bisa saja saat dia tahu aku mendukung bosmu, dia akan bereaksi dan menghancurkanku." Pesan Guru Fu.


"Baik, Guru Fu. Akan aku sampaikan pesan ini kepada bos Alex. Apa ada yang lain?" Tanya Willy.


"Untuk saat sini sudah cukup." Jawab Guru Fu.


"Kalau begitu, aku pamit Guru Fu." Ucap Willy.


"Ya, kau berhati-hatilah." Pinta Guru Fu.


* * *


"Tuan Fudo, Alex terlibat masalah dengan Tuan Xiauling, aku mendapatkan informasi terbaru jika Alex baru saja mengalami insiden penembakan yang di lakukan oleh Tuan Xiauling di markas utama Toxic." Ucap Zack melapor.


"Masalahnya apa? bagaimana bisa dia ada di markas utama Toxic?" Tanya Tuan Fudo.


Zack mengatakan jika Alex pergi ke markas utama Toxic karena kedua orang tua sang kekasih sedang di sandera oleh Tuan Xiauling. Dia melawan seluruh anggota Toxic untuk menyelamatkan orang tua sang gadis hingga insiden penembakan itu terjadi dan membuat Alex roboh.


"Ini tidak bisa di biarkan, Alex sudah bertindak terlalu jauh. Dia sudah membuat dirinya dalam bahaya. Aku akan segera menelfonnya."


Tuan Fudo membuat panggilan ke nomor ponsel Alex, beberapa saat kemudian panggilan itu terhubung dan mendapat jawaban dari Alex.


"Tuan Fudo?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Iya, ini aku. Apa kau baik-baik saja?" Jawab Tuan Fudo.


"Aku baik Tuan, ada apa gerangan Tuan Fudo menelfonku?" Tanya Alex.


"Apa kau tertembak oleh Xiauling karena ingin menyelamatkan keluarga gadis itu?" Jawab Tuan Fudo.


"Sial!!! berita ini sudah sampai ke telinga Tuan Fudo." Umpat Alex dalam hati


Alex menghela nafas panjang dan mulai menjelaskan kronologi kejadiannya. Tuan Fudo mengatakan jika Alex telah bertindak terlalu jauh hingga mengakibatkan bos mafia itu terluka.


"Lex, aku tahu jika gadis itu segalanya untukmu. Tetapi akan lebih baik jika dirimu lebih berhati-hati lagi. Kau adalah bos Death Angel, harusnya kau lebih waspada dengan segala hal yang di lakukan oleh musuhmu." Ucap Tuan Fudo.


"Lain waktu aku akan lebih berhati-hati dan waspada Tuan." Jawab Alex.


"Apa lukamu sudah sembuh?" Tanya Tuan Fudo.


"Luka ku tidak begitu parah Tuan, kau tidak perlu khawatir." Jawab Alex.


"Lex, jaga dirimu baik-baik. Kau harus segera temukan Xiauling. Dia akan berbuat hal yang lebih berani saat tahu kau terluka." Ucap Tuan Fudo.


"Baik Tuan, aku akan menjaga diriku dan Death Angel sebaik mungkin. Tuan, Richi mengatakan kepadaku jika markas utama Toxic memiliki pintu rahasia yang kemungkinan besar terhubung dengan markas-markas Toxic yang lain. Apa itu benar?" Jawab Alex.


"Iya, di sana memang ada pintu rahasia dan pintu tersebut terhubung dengan beberapa markas Toxic yang lain, apa kalian pernah masuk ke dalam nya?" Tanya Tuan Fudo.


"Belum Tuan, waktu itu aku sedang terluka, Richi berusaha mengejar Tuan Xiauling yang kabur lewat pintu rahasia itu. Richi ingin masuk ke dalam pintu tersebut, namun langkahnya terhenti saat pintu itu tidak bisa di buka dengan mudah, Richi harus memasukkan kata sandi berupa kombinasi angka agar pintu itu bisa terbuka." Jawab Alex.


"8821, itu kombinasi angka dari pintu rahasia markas utama Toxic." Ucap Tuan Fudo.


Alex kini telah menemukan titik terang dari kode pintu rahasia markas Toxic. Ternyata dugaannya benar, Tuan Xiauling memakai kode 8821 untuk kata sandi pintu rahasia markas utamanya.


* * *

__ADS_1


__ADS_2