
Ghara dan Erland sudah siap dengan masing-masing katana di tangannya. Seperti mata elang, keduanya memiliki pandangan yang jeli dan terfokus. Bunyi dua katana yang saling bersentuhan terdengar nyaring di telinga, kelihaian keduanya dalam melakukan banyak jurus saat menggunakan katana tidak di ragukan, dua orang itu sudah menjadi partner sejak lama dalam naungan Lucifer. Terkenal memiliki keahlian yang sama, membuat keduanya memiliki kekuatan yang seimbang.
"Kau masih hebat juga Land! tapi kali ini, aku yang akan membuatmu terluka!
Satu tebasan katana mengenai pundak Erland saat pria itu ingin menghindari tendangan Ghara.
"Sial!" umpat Erland yang seketika mundur. Dia merasakan sakit yang teramat, darah segar mulai mengalir dari pundaknya.
"Haha, akhirnya kau bisa terluka juga, harusnya bos Lucifer mengetahui jika orang kepercayaannya akan menjadi pria lemah seperti ini!" ucap Ghara penuh dengan kepuasan. Dia merasa di atas angin, Erland pikir, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan serangan balik.
Satu tendangan mampu membuat Ghara terjatuh, sambil terus memegangi pundaknya yang terasa nyeri.
"Hah! kau ternyata juga mudah di kalahkan! tanpa katana, kau bukan apa-apa!" Erland menguasai keadaan. Dia segera memukul wajah Ghara hingga babak belur, Asley yang mengetahui tentang hal ini kemudian menghampiri keduanya.
"Kau cukup kuat juga, katana bukan senjata yang pas untuk kalian, Ehm...kita ganti permainan!" Erland sudah tidak sabar menghajar Asley, saat dia bangkit dari posisi memukul lawan, bogem mentahnya langsung mengenai wajah Asley yang berdiri di sampingnya. Erland adalah pria yang tidak suka basa-basi, sekali pukul dia akan melakukan tepat sasaran.
Dua penjaga bos Asley, telat memberikan perlindungan. Seketika itu, pria licik itu tumbang dengan wajah memar.
"Sial kau! masukkan dia di dalam penjara bersama bosnya! ikat dan siksa sampai pagi!" pekik Asley penuh emosi. Dia tidak akan menyangka jika kulitnya mampu tersentuh oleh bogem mentah anak buah sang mafia.
Erland tidak diam saja, dia menghindar kala mendapatkan serangan dari dua penjaga Asley. Pukulan demi pukulan mendarat di sekujur tubuh masing-masing penjaga, Erland mampu menepis semua pukulan dari mereka. Hingga pada satu titik, dia harus menyerah saat luka di pundaknya terkena tendangan maut salah satu penjaga Asley. Pria itu jatuh tersungkur, melihat dua penjaga lengah, dia mengambil dua katana yang berserakan di lantai dan segera melakukan jurus untuk mengelabuhi dua penjaga, karena dia akan menghabisi Asley dengan dua tebasan katana.
__ADS_1
"Pergi ke neraka kalian berdua!"
Dua tebasan katana berhasil Erland hadiahkan kepada kedua penjaga, mereka tersungkur bersimbah darah, namun masih bisa melawan. Tetapi bodohnya si penjaga saat bangkit dan kembali melakukan perlawanan. Satu tindakan mampu membuat keduanya tewas bersimbah darah.
"Haha! kau kuat juga, baiklah! harusnya kau melawan aku pria brengsek!" ucap Asley yang mulai menunjukkan taringnya.
"Diam dan cepat bunuh aku kalau kau bisa!" Erland kembali ke dalam performa terbaiknya, membuat Asley semakin bersemangat untuk menghabisinya.
Kedua orang tersebut terlibat baku hantam yang sengit. Mau tidak mau sang mafia hanya bisa melihat dari balik jeruji besi.
'Sial! mengapa aku seperti orang bodoh! hanya bisa melihat anak buahku berjuang sendirian! Oh Tuhan, aku sangat merindukan istri cantikku, apa dia baik-baik saja. Jika dia ada di sini pasti kekuatanku akan kembali! lima jagoan daddy! maaf daddy belum mampu mengalahkan mereka, untuk kali ini daddy sedang dalam kesulitan! semoga kalian semua memahamiku yang tidak berdaya ini!' Batin sang mafia berkecamuk, sebagai bos, dia menyesal tak mampu membantu anak buahnya bertarung karena keadaan dirinya yang tidak memungkinkan.
...* * * ...
Seketika Erland menunjukkan kepiawaiannya mengelabui musuh, dengan cekatan dan cermat, Erland mampu melukai musuh, kini Asley jatuh tersungkur, namun bisa tetap sombong.
"Aku bisa saja langsung membunuhmu, tetapi kematian terlalu cepat untukmu." Erland mengarahkan dua katana ke arah wajah Asley, pria itu hanya tersenyum licik.
Asley tidak merasa seperti orang lemah, karena dia memiliki satu lagi kejutan untuk Erland.
"Kau bisa lihat? ini siapa?" Asley masih sempat-sempatnya mengambil ponsel dan memperlihatkan video di dalam ponselnya.
__ADS_1
"Sial! kau mau apa dengan mereka? lepaskan anak dan istriku!" pekik Erland penuh emosi.
"Haha, kau masuklah sendiri ke dalam jeruji besi itu, setelah tangan dan kakimu aku ikat, mereka pasti akan ku lepaskan!" ucap Asley penuh tipu daya.
"Tidak akan! kau harus mati di tanganku karena telah melibatkan anak dan istriku dalam masalah ini!" Saat Erland akan menebas kepala Asley, suara tembakan beruntun terdengar dari video tadi.
Seketika Erland membanting ponsel milik Asley dan menghajar pria licik itu habis-habisan.
#Just info...
Hay teman-teman, maaf ya othor update gak menentu kali ini, sebenarnya di otak othor udah tersusun rapi setiap part yang akan othor persembahkan untuk para reader setia babang Alex, namun karena othor sibuk di Real Life, semuanya othor simpan dulu sampai akhirnya bisa up..
Maaf jika othor mengecewakan kalian semua..😭😭😭🥲
Oh iya, sambil nunggu update chapter terbaru babang Alex...
Kuy! kepoin novel teman othor yang gak kalah keren!
Happy reading!!!
__ADS_1
Love you all!
❤️❤️❤️