Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Otw Macau


__ADS_3

Franklin terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh sang bos agar tidak kena marah. Dia adalah satu dari beberapa anak buah yang sangat menghormati Alex sebagai pemimpin.


“Iya bos, aku ikut. Tapi sebentar ya, aku pesan tiket ulang. Ini sudah tidak berguna lagi,” tukas Franklin sembari meraih ponsel yang ada saku celananya.


Ponsel sudah ditangan, dia segera memesan tiket ke Macau untuk mereka berdua. Ternyata tiket yang tersedia hanya ada di dua jam lagi. Alex tidak masalah jika harus menunggu.


“Kau ikut denganku sebentar, aku ingin membicarakan hal penting kepadamu,” ucap Alex. Dia merangkul pundak Franklin dan membisikkan sesuatu kepada sang anak buah,” Frank, kau harus menikah! aku memiliki calon untukmu.”


Seketika Frank terperanjat, dia menatap wajah sang bos yang menaik turunkan kedua alisnya sembari tersenyum.


“Bos? Apa kau tidak salah bicara?” tanya Franklin heran.


“Tidak sama sekali, harus menurut padaku sekarang. Kau jangan menutup dirimu gara-gara Richi menikahi Angela,” sindir sang bos yang sangat menohok kata-katanya.


“Astaga! mengapa jadi membawa-bawa Richard dan Angela. Mereka adalah pasangan sempurna, aku tidak akan mencampuri urusan mereka bos!” jawab Frank yang sudah mengambil sikap.


“Oke, ayo kita ke Cafe yang ada di sana, aku akan memberimu beberapa gadis yang cantik di Macau.” Alex menunjuk sebuah Cafe yang berada di dekat Bandara tersebut.


“Oke. Kau jangan bermain-main dengan para gadis bos! Ingat Nyonya Laras sedang mengandung anak ke-6 mu, apa kau tega membuat gadis yang bos perjuangkan selama ini terluka?” Franklin mencoba mengingatkan Alex tentang apa tujuannya hidup jika bukan anak dan istri.

__ADS_1


Seketika Alex memukul kepala Frank lumayan keras, sang mafia kesal.


“Apa kau gila? aku tetap bersama istriku sampai aku mati! Dasar kau!” Alex meraih leher Franklin dan menariknya lumayan kuat hingga pria itu merasa sesak di dada.


“B-bos! l-lepaskan!” pinta Franklin yang mulai sesak napas.


“Haha ....” Sang bos justru tertawa saat mengetahui anak buahnya seakan kehabisan napas. Alex merasa kasihan dengan Franklin kemudian melepaskan lengannya yang mencekik leher sang anak buah.


Keduanya berjalan berdampingan menuju Cafe dengan Frank yang mengusap lehernya yang sakit.


Alex menatap Frank dengan senyum geli dan mengusap kepalanya kasar.


....


Di Cafe ...


Keduanya telah duduk berhadapan dengan memesan 2 cup coffe latte. Alex kembali membahas tentang gadis Macau bersama Frank.


“Namanya Mina, dia cantik, keponakan Tuan Win. Pemilik bar yang ada di dekat bandara internasional Macau.” Alex kembali memancing Frank untuk berkomentar.

__ADS_1


Frank tidak menggubris saat sang bos bicara, dia justru sibuk dengan ponselnya.


“Frank?” panggil bos mafia, suaranya terdengar berat, membuat Franklin terkejut.


“Ada apa bos? maaf ya? aku sedang mengirim pesan kepada Morgan. Dia bertanya tentang banyak hal.”


Franklin memang sangat profesional dalam bekerja sampai bos di depannya tidak ia perhatikan.


Alex bangkit dan merebut ponsel milik Frank. Dia langsung menghubungi Morgan.


“Gan, kau tidak perlu mengerjakan semua itu dan satu lagi! jangan mengganggu Frank karena dia sedang bersamaku membahas hal penting.”


Tut ... tut ... tut ...


Panggilan telepon terputus, sang mafia juga menyimpan ponsel milik Frank.


“Bos! oke, aku mengalah! aku akan mendengarkan apapun katamu,” ucap Franklin pasrah.


“Harusnya kau menurut dari tadi, banyak tingkah kau Frank!” jawab Alex sembari menahan tawa.

__ADS_1


.....


__ADS_2