Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Ini saatnya!


__ADS_3

Di tempat lain, Guru Fu bersama anggota gabungan telah berada di perjalanan menuju markas Asley. Semua persiapan telah sempurna, tinggal eksekusi saja.


"Guru, Asley itu seperti apa?" tanya Tuan Hans sangat penasaran dengan siapa ia berhadapan sampai sang menantu menjadi sanderanya padahal Alex adalah pria dengan kekuatan lebih dari bos mafia yang lain.


"Dia itu licik, tak ubahnya Justin. Dia bisa melakukan apapun. Asley memang begitu sejak dulu. Tidak ada hal yang baik di dalam dirinya selain kejahatan yang terkonsep. Asley pria penuh perhitungan, makanya Alex yang belum ada persiapan akan tumbang seketika, karena bos mafia kita adalah pria yang tidak menyukai penjagaan ketat. Tetapi besok lagi, aku akan menyarankan padanya bahwa pentingnya pelindung di sisinya," ucap Guru Fu. Pria tua nan gagah itu memikirkan keselamatan sang mafia karena akan banyak orang yang terluka jika Alex sampai tersandera lagi oleh musuh, apalagi ia mendapatkan luka cukup parah, akan butuh beberapa bulan untuk memulihkan lukanya.

__ADS_1


"Kita berhadapan dengan lawan sepadan ternyata. Bagus, aku akan fokus terhadap Asley. Dia harus kita musnahkan dari muka bumi agar tidak berbuat ulah kembali." Tuan Hans juga memiliki pendapat yang sama. Dia tidak sabar untuk memberikan pelajaran berharga bagi si licik Asley.


Mobil para anggota gabungan berjalan beriringan dengan pimpinan Guru Fu yang ada di depan. Suasana menjadi semakin tegang saat mobil Guru Fu berada di perbatasan markas Asley. Kurang selangkah lagi, mereka akan sampai tempat yang menjadi tujuan para anggota gabungan.


"Tuan Hans, kita akan segera sampai, katakan kepada anggota kepolisian jika sudah mendekati markas Asley, jangan lakukan apapun tanpa komando dariku, paham?" pinta Guru Fu selaku pria yang bertanggung jawab dalam memimpin penyerangan gabungan.

__ADS_1


"Tim A, Tim B dan C, serta Tim D sebagai tambahan, kita telah sampai di tempat target penyerangan, aku mohon kalian profesional dalam menjalankan setiap peran, jangan lupa saling memberi kabar saat satu Tim telah selesai dengan tugasnya," ucap Guru Fu mengingatkan para anggota agar tetap waspada dan menjaga komunikasi antar anggota. Mereka menggunakan kode dalam melakukan setiap tugas dan hanya anggota di bawah kepemimpinan Alex dan Guru Fu yang tahu kode tersebut. Sedangkan anggota kepolisian hanya bertugas meringkus para mafia agar di jebloskan ke dalam penjara.


Tim A yang di pimpin oleh Erland mulai menjalankan tugasnya. Dengan hati-hati mereka mengendap-endap masuk ke dalam markas. Satu persatu penjaga berhasil Erland dan anggota Tim A singkirkan, setelah penjaga di lapis pertama telah tumbang, kini giliran Tim B masuk untuk mengepung markas yang di jaga oleh seratus orang lebih itu.


Dalam waktu beberapa menit saja penjagaan lapis pertama mampu di terobos oleh Tim A pimpinan Erland. Tak kalah heroik, Willy dan anggota Tim B juga sudah mengepung lapis pertama pertahanan markas milik Asley.

__ADS_1


Guru Fu mendapatkan laporan dari keduanya tentang keberhasilannya menjalankan tugas masing-masing.


"Bagus! semoga segera usai penderitaanmu Lex! kami sudah datang! kami akan habisi pria yang telah melakukan hal buruk kepadamu! Asley, tunggu kematian pedih yang akan kau dapatkan karena berani menyentuh putra Tuanku!" ucap Guru Fu penuh api dendam yang membara.


__ADS_2