
Tengah malam yang sunyi, Alex masih belum mampu memejamkan matanya, pikirannya menerawang jauh, menyiratkan kekhawatiran jika dia tak akan mampu menemani sang isteri melahirkan. Titah tuan Fu adalah sebuah keharusan. Alex menatap wajah sang isteri, "Kau adalah jiwaku Laras, tetaplah bersamaku," Alex mengecup kening sang isteri. Ia melihat tubuh sang isteri menggeliat dan berubah posisi membelakangi dirinya. Alex tersenyum, ia beranjak dari tempat tidurnya, kakinya melangkah keluar dari kamar utama. Saat dia membuka pintu, ia menatap ada Richi yang sedang berada ruang tamu. Dengan langkah cepat, Alex mendekati sang sahabat.
"Kau sedang apa di sini?" tanya Alex, kini ia duduk di samping sang sahabat.
"Aku tidak bisa tidur karena perjamuan makan besok pagi, aku merasa akan lebih lama di sana, bagaimana dengan isteriku? aku akan gelisah jika sehari saja tidak bersama Angela," Richi nampak uring-uringan dengan misi satu ini.
"Aku dan kau satu pemikiran, aku juga merasakan hal yang sama denganmu," Alex menepuk pundak Richi.
"Sudah saatnya kau turun ke medan pertempuran Lex, biarkan Laras bersama Angela di sini. Toh ada banyak orang yang akan menemaninya, isterimu nampaknya sudah lebih siap darimu tentang masalah ini," ucap Richi mencoba menghibur sahabatnya.
"Iya, aku pikir juga begitu, aku masih memiliki tanggung jawab sebagai bos Death Angel," Alex mulai bersemangat lagi dan tidak khawatir tentang sang isteri.
"Kita tidur lagi saja, besok harus sampai di sana kurang dari jam delapan pagi, para tetua sangat disiplin, kau hubungi pilot tuan Immanuel agar datang ke pulauku jam lima pagi," pinta sang mafia yang kini telah beranjak dari tempat duduknya.
"Siap bos!" jawab Richi yang langsung menelepon tuan Immanuel.
Alex masuk ke dalam kamar utama, tapi alangkah terkejutnya saat ia melihat sang isteri telah duduk bersender di tempat tidur.
"Kau darimana suamiku?" tanya Laras sembari menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Keluar sebentar sayang, ada hal yang harus aku bicarakan dengan Richi," jawab sang mafia.
Alex mendekati sang isteri, "Sayang, jika besok aku lama kembali, kau jaga dirimu baik-baik ya?" pinta sang suami.
"Mendekatlah lagi sayang," pinta sang isteri yang melihat sang suami duduk si samping ranjang.
Alex mengikuti ucapan sang isteri, Ia kini duduk di samping Laras. Laras mengandeng tangan Alex, ia juga menyenderkan kepalanya di pundak sang suami.
"Sayang, aku tahu kau akan pergi jauh setelah ini. Aku tidak mempermasalahkan itu sayang. Tunaikan tugasmu sebagai seorang bos mafia, ada banyak orang di sini yang menyayangiku. Aku rela kau terjun ke medan pertempuran lagi, pengorbananmu sudah cukup banyak untukku, kau sudah kehilangan waktu dan kebebasanmu karena aku, pergilah!" Laras semakin mempererat genggaman tangannya di lengan Alex, suaranya mulai bergetar.
Alex mengetahui jika sang isteri sangat sedih atas kepergiannya, namun ia juga tahu jika Laras sangat ingin dirinya menjadi bos mafia lagi.
__ADS_1
"Baiklah! berikan aku kekuatan sayang," ucap Alex sembari menatap wajah sang isteri yang juga menatap wajahnya.
"Jadikan pagi ini, pagi terakhir yang indah untuk kebersamaan kita," jawab Laras yang langsung mendekatkan bibirnya ke arah bibir sang suami,sang isteri tak kuasa menahan air matanya saat Alex menyentuh bibir itu dengan lembut.
Kesedihan tertumpah di sana, Laras meresapi setiap sentuhan yang sang suami berikan padanya. Laras dan Alex begitu menikmati pertautan bibir itu.
"Aku akan sangat merindukan sentuhan ini sayang, cepatlah kembali," Untuk sejenak, Laras melepas sentuhan itu, ia membelai wajah sang suami dengan mesra.
"Jadilah wanitaku selamanya, aku akan kembali padamu," Alex kembali menyergap bibir itu lagi. Pertautan kembali berlanjut, kali ini berlangsung cukup lama dan intens.
Tangan nakal sang mafia mulai bergerilya. Dia bermain di tempat yang sangat berisi itu, Alex sangat hati-hati dalam menyentuh setiap jengkal tubuh sang isteri. "Aku akan memberikan kesan terbaik sebelum turun ke medan perang," Alex mulai menjelajahi pemandangan indah sang isteri.
Ia melepas kancing baju sang isteri dengan hati-hati, saat semuanya telah di tanggalkan, Alex melahap habis dua aset kenyal yang semakin berisi itu. Suara indah Laras mulai terdengar, Alex semakin gencar memberikan serangannya, aset berharganya di penuhi dengan tanda kepemilikan sang mafia.
Alex telah sampai di perut sang isteri, ia mencium perut buncit Laras, ia merasakan tendangan kecil dari calon baby A nya.
"Dia menendang bibirku sayang," ucap Alex yang sangat excited dengan gerakan kaki calon babynya.
Alex menatap sang isteri dan tersenyum kepadanya, "Kau sudah jatuh terlalu dalam, matamu penuh gairah sayang," ucap sang mafia.
"Jangan hentikan! lakukanlah lagi," pinta Laras, ia meminta Alex segera melakukannya.
Perlahan, Alex melepaskan helai kain yang menempel di tubuhnya dan tubuh sang isteri.
"My sexy wife," tukas sang mafia yang kembali melihat tubuh polos sang isteri.
Alex menarik tubuh Laras di atas pangkuannya," Kau milikku selamanya," ucap sang mafia sembari mencium kening sang isteri.
Laras menuntun milik sang suami menuju peraduannya, sensasi luar biasa membuat hasrat keduanya semakin menggebu. Pelan tapi pasti, gerakan beritme kembali terulang, Laras menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk sang mafia.
"Ini bukan yang terakhir sayang, kau rasakan setiap detik kebersamaan kita ini, kelak kita akan bersama kembali," Alex membenamkan wajahnya di dua aset yang sangat menantang itu.
__ADS_1
Terdengar kembali suara indah Laras saat Alex begitu rakusnya melahap dua keindahan yang sexy dan mempesona itu.
"Sayang, aku sudah..." Laras mencengkeram pundak sang suami saat sesuatu mulai meluncur di bawah sana. Laras mengigit bibirnya sembari memejamkan matanya.
Alex tidak ingin berlama-lama menyiksa sang isteri, ia kembali menguasai keadaan. Sang mafia sedang dalam performa terbaiknya.
Gerakan yang semula teratur, kini berubah menjadi liar. "Sayang! I love you," ucap Alex yang tak henti membisikkan kata cinta kepada sang isteri.
Saatnya telah tiba, Alex segera menuntaskan apa yang tertahan sejak tadi, kening mereka berdua saling bersentuhan dengan Laras melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, sedangkan Alex melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang isteri.
"Entah sejak kapan aku menjadi tergila-gila padamu, yang aku tahu, kau tak akan mampu lepas dariku sayang," ucap sang mafia dengan menghembuskan nafas pelan.
"Suamiku, berhati-hatilah, jangan terlalu menggilaiku, kau akan merindukanku saat kita berjauhan dan obatnya tak mudah kau dapatkan selain memelukku," canda sang isteri yang membuat situasi mencair.
"Cih, kau tahu saja," Alex membantu merebahkan tubuh sang isteri di samping tubuhnya, dua insan dengan tubuh polos itu, kini telah berselimut kain yang sama.
"Kau selalu luar biasa sayang," ucap sang isteri.
"Kau juga, selalu menggairahkan," Alex menatap wajah sang isteri yang tersenyum manis di sampingnya.
NB :
Bang tampan mau bertarung lagi!
Yok dukung dia biar kuat jauh dari sang isteri tercinta...
Tetap stay bareng othor ya gaes, kita nantikan the five brother mafia lahir...
Salam bucin... ❤️❤️
__ADS_1
Bersambung...