Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 136


__ADS_3

Pria paruh baya itu telah sampai di markas rahasianya yang berada di sebuah hutan di kota timur. Dia membawa Key ke dalam sebuah ruangan. Kedua anak buahnya mengikat kaki dan tangan Key yang terduduk lemah di atas kursi kayu yang lusuh.


Key pingsan saat kedua anak buah tuan Shin memukulnya karena memberontak. Tuan Shin menyadarkan Key dari alam bawah sadarnya dengan menyiramkan seember air ke wajah Key, saat tersadar, dia menatap pria tua yang ada di depannya.


"Apa maumu tua bangka?" tukas Key kesal.


"Kau mau kan jadi bos dalam sehari? kita basmi Alex bersama," pinta sang pria.


"Cih! siapa kau? ingin menjadikanku bos dalam sehari? kau sama saja dengan Davis Lee, ku bunuh kau pria tua!" Amarah Key memuncak, dia sudah sangat kecewa dengan apa yang terjadi padanya. Dia telah menjadi pengkhianat yang tertimpa kesialan.


Key memberontak, dia mencoba melepaskan diri dari ikatan tali yang melilit sangat kuat di kedua kaki dan tangannya.


"Kau boleh juga, tapi sayangnya nasibmu sungguh buruk, kau belum beruntung dalam menjadi pemimpin, maka dari itu bergabunglah dengan tuan Shin, aku adalah tua bangka pemilik bisnis senjata api yang pernah Death Angel obrak-abrik di masa dulu, apa kau masih ingat?" Tuan Shin menempelkan pistol di kening Key, ia berupaya untuk mengancam Key.


"Oh, pantas saja! kau ayah Jasmin wanita murahan yang hanya mengejar bos Alex bukan? dia itu harusnya tahu diri! dia hanya wanita malam, mana mau bos dengannya!" tukas Key.


Pria tua itu kesal, kemudian menembak kaki Key saat berani mengucap kata murahan kepada sang putri. Wajahnya meringis kesakitan. Tapi Shin tak mau mengampuni Key. Dia menyuruh kedua anak buahnya melepas ikatan tali dan mendorong tubuh Key hingga tubuh sang pengkhianat tersungkur.


Dia menginjak kepala Key dan berkata, "Aku bisa saja membunuhmu, tapi aku butuh kau! jadilah bos untuk gengku, berdirilah di depanku! kau akan ku beri banyak uang, kekuasaan, tahta, wanita. Aku tidak mampu melawan Alex jika tak ada kau, kau adalah harapanku, paham?" Tuan Shin semakin menggila, dia menghajar tubuh Key yang lemah itu.


"Baik, aku mau! tapi kau berjanji, beri aku semua hartamu, aku ingin berkuasa!" jawab Key lirih sembari menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Hahaha... akhirnya! anak buahku, bawa dia ke kamar khusus, bawa pelayan tercantik untuk merawatnya, beri dia semua fasilitas terbaik," Tuan Shin puas, dia mampu menaklukkan Key.


"Baik bos!" Kedua anak buah tuan Shin membawa Key ke kamar terbaik di markas mereka.


...* * *...


Di perbatasan kota selatan, Angela sudah membentuk tim agar Key cepat di temukan. Saat mereka sedang berdiskusi, seorang pria yang menjadi mata-mata telah memberikan info tentang Key yang di bawa oleh tuan Shin. Tapi Angela masih ragu karena di temukan kartu nama Davis Lee bukan tuan Shin saat berada di ruang penyimpanan uang itu, sang anggota yang menjadi mata-mata meyakinkan Angela jika Key pergi bersama tua bangka itu.


Angela dan tim segera bergerak ke kota timur, dia benar-benar ingin memastikannya. Karena ini masalah internal anggota, setelah Key di temukan, hanya bos Alex yang akan membuat keputusan, hukuman apa yang pantas untuk sang pengkhianat.


Angela meminta anggotanya menyiapkan dua mobil berisi masing-masing dua puluh anggota. Saat dua mobil telah siap, Angela dan para anggota pergi menuju markas tuan Shin yang berada di hutan kota timur.


Sepanjang perjalanan, semua anggota sangat kesal dengan tingkah Key yang sangat berani melawan bos Alex. Mereka mengumpat segala tindakan yang di lakukan oleh Key.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, mereka sampai di markas rahasia tuan Shin. Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju markas tersebut. Jalan yang landai dan basah membuat perjalanan mereka terhambat, namun mampu mereka lalui.


Angela dan dua orang anggota Death Angel meringsek masuk ke dalam markas itu. Sedangkan anggota yang lain mengepung markas tersebut.


Saat Angela berhasil masuk ke dalam ruangan utama markas, ia melihat tuan Shin dan anggotanya sedang mengadakan pesta bersama para gadis, Angela dan dua anggota Death Angel mendekati tuan Shin yang tengah duduk di singgasana bersama dua gadis di sampingnya.


"Hebat kau Angela! berani sekali datang kemari hanya dengan dua orang saja! gadis bodoh!" Tuan Shin dan anak buahnya tertawa terbahak-bahak.


"Dimana Key?" Angela tidak menggubris perkataan tuan Shin, dia hanya fokus dengan tujuannya membawa Key dan mengadilinya sesuai perintah bos mafia.


"Apa kau hanya mencari pria tidak berguna? mari kita bersenang-senang sayang, tubuhmu sangat indah, wajahmu juga cantik, mari duduk di pangkuanku, kita menghabiskan wine termahal ini," Tuan Shin terlihat angkuh dan sombong. Di tangannya ada segelas wine, ia menyodorkan wine itu ke arah Angela. Namun Angela merebut segelas wine tersebut dan membuangnya ke wajah tuan Shin. Suasana menjadi semakin tegang, semua mata tertuju pada Angela.


"Aku tanya sekali lagi! dimana Key?" Suara Angela semakin meninggi, dia sangat marah. Gelas wine itu ia banting ke lantai.


"Bedebah! serang mereka bertiga!" Tuan Shin menyuruh anak buahnya menyerang Angela dan dua anggota Death Angel lainnya. Namun sebelum mereka bergerak, sudah ada banyak anggota Death Angel yang masuk secara bersamaan ke dalam markas tuan Shin.


"Lawan kita sudah sebanding, mari bertarung!" ucap Angela dengan pistol di tangannya.


Semua gadis yang ada di ruangan itu berhamburan keluar, mereka ketakutan dan segera menyelamatkan diri saat Angela memberondong tembakan ke segala arah. Anak buah tuan Shin membalas dengan tembakan ke arah Angela dan para pengikutnya. Terjadilah baku tembak yang sengit di antara kedua kubu.


"Tuan Shin, akan aku tunjukkan kebodohanku!" Angela menghajar para pelindung tuan Shin yang mencoba menghalanginya untuk menghabisi tua bangka itu. Angela menunjukkan kapasitasnya sebagai tangan kanan sang mafia, gerakan tubuhnya sangat lihai dalam menghindari pukulan dari anak buah tuan Shin, dia membalas dengan menembaki mereka satu persatu. Kini dia berhadapan dengan tuan Shin.


"Cih! gadis bodoh!" Tuan Shin mendorong tubuh Angela dan berlari menjauhinya.


Angela terjatuh, namun dengan sigap, timah panas berhasil ia keluarkan dan menembus lengan tuan Shin, dia merasa kesakitan tapi tak mengurungkan niatnya untuk melarikan diri. Anggota Death Angel yang berada di luar markas berhasil menangkap pria tua itu dan membiarkannya hidup untuk di jadikan tawanan.


Tanpa sepengetahuan Angela, Alex telah mengirim Richi untuk membantu penyerangan. Richi muncul dari balik para pria yang sedang baku tembak dan baku hantam.


"Sayang, mengapa kau tak memberitahuku jika sedang dalam misi?" ucap Richi. Dia membantu Angela melibas para musuh di depannya.


"Diam kau kak! selesaikan para musuh, nanti ku jelaskan," Angela terkena pukulan lawan, Richi yang mengetahui sang kekasih terluka, langsung naik pitam dan menghujami pria itu dengan pukulan tanpa ampun. Dia membuat babak belur pria yang menyakiti Angela.


"Jangan sentuh gadisku!"


Richi benar-benar kesal, dia menembaki pria yang membuat Angela terluka. Padahal Angela sendiri masih mampu bertarung.

__ADS_1


Ada banyak anak buah tuan Shin yang melarikan diri. Angela membiarkannya karena tujuan utamanya adalah membawa Key pergi.


Saat sebagian musuh telah tewas, salah satu anggota Death Angel mencari Key di setiap sudut ruangan yang ada di markas itu. Namun tak kunjung ia temui sosok sang pengkhianat. Tapi saat dia berhenti di depan pintu kamar yang belum ia periksa, anggota Death Angel itu mendobrak pintu dan mendapati Key sedang bersama dua wanita cantik di atas ranjang.


"Pengkhianat sialan! masih sempat kau bersenang-senang?" ucap sang anggota yang membuat dua wanita di depannya ketakutan.


"Aku tidak ada urusannya dengan kalian berdua, pergilah!" sambung sang anggota.


Kedua wanita itu pergi dari kamar khusus itu dan hanya menyisakan sang anggota dan Key.


"Kalau bukan bos yang meminta kami untuk mengurungmu lebih dulu, sudah ku habisi sejak tadi!" ucap sang anggota penuh amarah.


Dia mengendong Key di pundaknya, ia menyimpan berjuta dendam kepada sang pengkhianat karena dia adalah salah satu anggota paling setia di Death Angel.


Saat berada di tengah ruangan yang di jadikan tempat pertarungan, telah nampak mayat bergelimpangan dimana-mana, anggota Death Angel yang terluka langsung di bawa ke dalam mobil untuk mendapatkan perawatan. Dia menghampiri Angela yang sedang bersama Richi.


"Key sudah aku temukan, selanjut bagaimana?" tanya anggota Death Angel itu.


"Bawa dia ke markas!" perintah Angela.


"Baik Angela!" jawab rekannya itu yang langsung membawa Key keluar dari markas tuan Shin.


Richi menatap wajah sang kekasih yang penuh peluh dan darah itu, ia kagum dengan sang kekasih yang begitu kuat dan tangguh, Richi tak kuasa menahan diri untuk tidak memeluk tubuh Angela. "Kau hebat! aku semakin mencintaimu!"


Pelukan hangat yang di berikan oleh sang kekasih terasa sangat istimewa karena ini adalah pertama kalinya Richi berani memeluknya di depan banyak anggota Death Angel.


Richi melepaskan pelukannya, mata mereka berdua saling bertatap. Ada rasa yang membuncah di dalam hati keduanya, perlahan tapi pasti, keduanya mendekatkan bibir masing-masing. Pertautan bibir yang semula teratur, kini mulai menuntut, Angela dan Richi menikmati momen ini. Tanpa keduanya sadari, semua anggota melirik ke arah keduanya.


"Lanjut di mobil Richi! di sini banyak mayat, kurang romantis!" ledek salah satu anggota.


Angela sudah tenggelam dalam sentuhan bibir itu, saat mendengar orang menegur keduanya, Angela membuka mata. Perlahan Richi dan Angela melepas pertautan bibir yang mulai memanas itu.


"Sial! mereka mengganggu saja," ucap Richi.


"Benar kata mereka kak, kau memang tidak romantis sama sekali, kau lihat saja! di lantai banyak mayat, dan kau memaksaku untuk melayani ciumanmu!" jawab Angela gemas.

__ADS_1


"Ya nanti kita lanjutkan di mobil, kau masih ingin?" tanya Richi.


"Bereskan dulu Key, baru kau memikirkan hal itu," jawab Angela tersipu malu.


__ADS_2