
"Jangan bergerak, kalian sudah terkepung."
Richi dan anggota yang lain terkejut saat suara seorang pria yang ternyata milik wakil kepala polisi telah menodongkan senjata ke arah dirinya dan orang-orang yang berada di dalam markas utama Toxic, dengan sigap, semua anggota kepolisian yang datang bersamanya kemudian menangkap semua orang yang berada di markas itu.
Para anggota Death Angel sepertinya telah siap untuk melawan anggota kepolisian yang telah mengepung markas situ, tetapi Richi memiliki pemikirannya sendiri, Richi menyuruh semua anggota Death Angel untuk menurunkan senjata mereka dan membiarkan dirinya juga para anggotanya untuk ikut pergi ke kantor polisi bersama wakil ketua polisi, Tuan Roger.
"Richard, lama tidak bertemu. Mana bos mu?" Tanya Tuan Roger sambil memborgol tangannya.
"Dia pergi menyelamatkan Pak Hans dari Tuan Xiauling."
Ucapan Richi membuat Tuan Roger tertawa terbahak-bahak. Dia menganggap ucapan Richi hanyalah lelucon belaka.
"Mana mungkin seorang Tuan Hans mau berurusan dengan Alex? aku tahu dari awal Tuan Hans ingin Alex tiada." Jawab Tuan Roger.
"Terserah kau saja, cepat bawa kami ke luar dari tempat ini dan kau bicaralah sendiri dengan Tuan Hans."
Tanpa basa-basi Tuan Roger membawa semua orang yang berada di markas itu pergi dari hutan itu. Mereka semua di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya telah menculik Tuan Hans.
Perjalanan keluar dari hutan sangat dramatis karena banyak anggota dari Toxic yang kelelahan akibat di hajar oleh Alex, meski begitu tidak ada satu pun dari mereka yang berkeinginan untuk kabur karena senjata api yang standby di tangan para anggota kepolisian itu bisa saja mengeluarkan timah panas ke arah anggota geng yang berniat kabur.
"Hey, Richi!!! kau ini tidak ada rasa jera, sudah ku katakan jangan buat keributan, kau masih saja tidak mendengarku." Ucap Tuan Roger.
"Awalnya aku juga malas harus bertemu denganmu, apalagi kepala polisi Hans. Dia pria menyebalkan yang pernah ada di dunia ini. Alex dan kami para anggota Death Angel telah berhasil menyelamatkan dirinya dan sang istri dari kematian justru kami yang di hukum. Bos mu itu kadang harus tes kejiwaan, Tuan Roger. Tuan Hans mungkin memiliki penyakit jiwa yang akut, jadi dia berbuat hal yang tidak masuk akal." Ucap Richi kesal.
Sekali lagi, Tuan Roger di buat tertawa oleh ucapan Richi yang menganggap bosnya sakit jiwa. Tuan Roger sendiri ternyata juga merasa jika bos nya itu memiliki penyakit semacam itu.
"Ide yang bagus, kadang Tuan Hans memang harus tes kejiwaan. Dia sudah terlalu lama bermusuhan dengan bos mu itu. Kami semua sebagai bawahannya juga heran, mengapa dirinya begitu terobsesi kepada Alex, padahal sudah lama dia tidak melakukan tindakan kriminal." Jawab Tuan Roger.
"Jadi, apa kau percaya dengan perkataanku tentang Alex yang menyelamatkan Tuan Hans?" Tanya Richi.
"Itu bisa saja terjadi, tapi lebih baik kau jelaskan di kantor polisi saja." Jawab Tuan Roger.
__ADS_1
Setelah melewati jalan yang penuh rintangan, akhirnya para anggota kepolisian, Richi dan anggota Death Angel serta anggota Toxic yang terluka itu telah keluar dari hutan belantara itu.
Mereka masuk ke dalam mobil polisi yang sudah berjejer untuk membawa mereka ke kantor polisi di pusat kota.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, akhirnya para anggota mafia itu sampai di depan kantor polisi. Mereka di paksa membuka baju mereka dan tiarap.
"Siapa di antara kalian yang akan bertanggung jawab atas hilangnya Tuan Hans!!!????" Tanya Tuan Roger.
"Aku." Jawab Richi.
"Sial!!! kau memang selalu di depan Richi, kau ternyata telah siap untuk membusuk di penjara bersama mereka semua?" Ucap Tuan Roger dengan senyum menyeringai.
"Sebelum kau menghukum kami, aku ingin kau mendengar sendiri suara bos mu. Dia akan mengatakan yang sebenarnya."
Richi yang sedari tadi tidak sudi untuk tiarap dan melepas bajunya, kemudian mengambil ponsel yang berada di saku celananya dan menelfon seseorang.
"Bos!!! dimana Tuan Hans?" Tanya Richi kepada Alex.
"Tuan Richi, bos mu sedang beristirahat, kau hubungi dia nanti saja saat Tuan Alex telah sadar. Aku tidak tega membangunkannya." Ucap gadis yang menjawab panggilan telefon Richi.
"Iya, bagaimana keadaanmu Tuan? apa kau baik-baik saja?" Jawab Laras.
"Bagus jika ini adalah kau, nona minta tolong kau berikan panggilan telefon ini kepada Tuan Hans. Aku dan anggotaku sedang berada di kantor polisi." Ucap Richi.
"Aku tidak tahu ayah dan ibuku dimana, aku belum menemuinya dari tadi. Coba kau hubungi Angela saja. Mungkin saja mereka berdua ada bersamanya." Jawab Laras.
"Baik nona, aku akan menghubungi Angela saja."
Richi menutup panggilan telefonnya dan menghubungi Angela.
"Kak? apa ini kau? bagaimana keadaanmu? apa kau baik-baik saja?" Tanya Angela.
__ADS_1
"Aku baik Angela, tujuanku menelfonmu adalah ingin berbicara dengan Tuan Hans. Apa kau tahu dia ada dimana?" Tanya Richi.
"Dia sedang bersamaku."
Sesaat kemudian, suara Angela berubah menjadi suara seorang pria tua.
"Roger, Apa kau mencariku?"
Tuan Roger terkejut saat dia mendengar suara bos nya dari ponsel milik Richi.
"Tuan Hans katakan kepada bawahanmu agar tidak sembarangan menangkap kami yang telah menyelamatkanmu." Pinta Richi.
"Berikan ponselmu kepada Roger, aku ingin bicara."
Richi memberikan ponsel miliknya kepada Tuan Roger, mereka terlihat sedang membicarakan hal yang penting. Setelah sepuluh menit berlalu, Tuan Roger mengembalikan ponsel milik Richi.
"Untuk semua anggota kepolisian pusat kota, berdasarkan perintah dari Tuan Hans, kita di minta untuk melepaskan Richi dan seluruh anggota Death Angel. Selain mereka, masuk kan ke dalam sel penjara."
"Siap pak!!! perintah di laksanakan!?!" Ucap seluruh anggota kepolisian dengan serentak.
Semua anggota Toxic di giring ke dalam penjara, Richi mengatakan kepada Tuan Roger, jika dia mengatakan hal yang benar.
"Kali ini aku percaya kepadamu. Tolong kau jaga Tuan Hans dan istrinya. Kalian semua boleh pergi."
Ucap Tuan Roger.
"Baiklah, ternyata Tuan Hans masih punya belas kasihan." Jawab Richi.
"Apa aku boleh tahu hubungan antara bos mu dan anak dari Tuan Hans?" Tanya Roger.
"Mereka sepasang kekasih." Jawab Richi.
__ADS_1
"Tapi, Tuan Hans memanggil bos mu dengan calon menantu? sejak kapan Tuan Hans memanggil Alex dengan sebutan "calon menantu"? apa dunia sudah mau kiamat ya? masak iya anak kepala polisi menikah dengan seorang bos mafia?" Ucap Tuan Roger heran.
"Kau tidak perlu heran, kau siap-siap saja mendapat perintah untuk memesan gedung yang megah untuk pernikahan bos ku dan putri Tuan Hans." Ucap Richi.