
Pesawat kini berada di atas awan, untung hari ini cuacanya sangat cerah jadi penerbangannya sangat lancar. Namun, berbeda dengan apa yang ada di wajah Han Bin, itu terlihat murung dan tidak bersemangat.
Berulang kali Willy menggodanya dan mengajaknya bercanda tetapi tidak ada respon apapun dari sang bocah.
Hingga beberapa jam kemudian, pesawat lepas landas di Bandar Udara Internasional Makau.
Semua penumpang mengantri untuk turun dari pesawat itu, tinggal tiba saatnya 13 orang yang menjadi anggota mafia itu benar-benar menginjakkan kakinya di bumi Macau.
"Setelah ini, kita akan ke mana?" tanya Willy.
"Kita ke bar dekat bandara, bar milik Tuan Win. Kita akan menemui Yovan di sana," beber Richi.
"Oke," jawab Willy.
Semua anggota Death Angel berjalan keluar dari bandara.
Langkah mereka sempat terhenti karena Han Bin enggan kembali ke Macau, sepertinya malas untuk pulang ke rumah.
"Hey bocah! aku akan mengembalikan kekasihmu tenang saja," ucap Willy.
"Aku malas." Han Bin mengatakan apa yang ada di hatinya.
__ADS_1
"Tinggalkan saja dia di sini! dia bukan anggota profesional," sindir anak buah sang mafia.
"Dia hanya bocah tidak perlu ikut campur masalah kita," tukas satu lagi anggota yang merasa bocah itu terlalu berlebihan dalam bersikap.
"Aku tidak perlu ikut kalian, aku bisa pulang sendiri!" Han Bin mencari jalan lain untuk pergi tetapi Willy mencegahnya.
Dia itu di pundaknya dan membiarkannya memberontak.
Setelah itu, ke-13 anggota Death Angel kembali berjalan menuju pintu keluar bandara.
Di depan Bandar Udara Internasional Makau...
"Turunkan aku paman!" teriak Han Bin punggungnya.
"Jalan pak!" perintah Willy 5 mobil telah mengangkut ke-13 anggota tersebut.
Richi, Willy dan Han Bin berada di satu mobil yang sama, si bocah ada habis-habisnya mengumpat.
Dia kesal kepada Willy.
"Kau gila ya! bagaimana bisa bos mafia kau gendong di pundak dan mempermalukanku!" Si bocah sangat kesal.
__ADS_1
"Haha, aku sangat senang mengerjaimu," jawab Willy dengan tawa yang mengembang.
Richi tak mengatakan apapun karena keduanya sudah seperti kucing dan tikus, mereka akan menyerang balik Richi.
Sepanjang perjalanan hanya umpatan yang Richi dengar, untung saja jarak bandara dengan bar cukup dekat jadi tidak terlalu merepotkan telinganya yang harus mendengarkan kata-kata menyebalkan dari dua mulut busuk itu.
"Turun!" pekik Willy saat si bocah masih saja membangkang.
"Ku tendang juga kau ya?"
Bug!
Willy pantat si bocah dan membuatnya jatuh tersungkur, dia merasa kesakitan tapi Willy membiarkannya.
Richi membantu sang bocah bangkit dan mengajaknya masuk ke dalam bar, tapi bocah itu memang tidak ingin masuk.
"Ada apa? di sini adalah tempat kami berinvestasi, semuanya adalah orang-orang yang pro dengan bos Alex, jangan takut apapun," pinta Richi yang dijadikan perlindungan terhadap sang bocah.
"Bukan itu, aku malas berada di tempat ini karena selalu ada ayah dan gadis-gadis nya disini." Han Bin ternyata memiliki masalah lain diluar permusuhannya dengan MK.
"Ayahmu? orang-orang yang berada di tempat ini hanyalah pria yang berduit dan memiliki kekuasaan, apakah ayahmu salah satu dari mereka?" tanya Richi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini kepada siapapun tetapi kebenarannya memang ayahku orang yang memiliki uang yang banyak dan kekuasaan yang melebihi raja di Makau ini."
....