
Tengah malam yang dingin di Paradise Land...
Saat Alex membuka matanya, dia tidak melihat Laras ada di sampingnya. Alex turun dari ranjang dan memungut pakaian yang berserakan di lantai karena pergulatan hebat yang terjadi diantara keduanya. Segera saja bos Alex mengenakan pakaian itu dan keluar dari kamar utama, dia mulai mencari sosok sang isteri di dapur, di ruang tamu, tapi tak kunjung ia jumpai Laras di sana.
'Apa dia ada di luar?' batin Alex bertanya-tanya.
Daripada penasaran, Alex segera membuka pintu utama dan keluar dari bangunan megah itu menuju bibir pantai. Pandangan matanya tertuju pada sosok yang sedang duduk di atas pasir sembari menatap ombak, di temani oleh sinar bulan purnama yang indah.
Alex menghampiri sosok itu, dia berdiri di sampingnya.
"Isteriku? apa yang kau lakukan di sini?" tanya Alex.
"Menenangkan diri sayang, mengapa kau terbangun? apa tidurmu nyenyak?" ucap Laras.
"Saat aku membuka mata, kau tidak ada di sampingku, jadi aku mencarimu," jawab Alex.
"Mengapa kau mencariku?" tanya Laras.
"Kau kan istriku, wajarlah jika setiap bangun tidur harus melihat isteriku dulu, kalau tidak, seperti ada yang kurang," jawab Alex.
"Cih! kau pandai merayu, ehmm...sebenarnya aku ingin mengajakmu keluar, tetapi saat ku lihat kau terlelap, aku merasa kasihan jika harus membangunkanmu, wajahmu terlihat lelah, saat aku mencium wajahmu 'pun kau diam saja," goda Laras sembari melirik ke arah sang suami yang juga tengah menatapnya.
"Apa? kau terpesona pada wajahku yang tampan ini?" tanya Alex.
"Haha, iya...kau memang tampan sayang, kemarilah! duduk di sampingku," ajak Laras.
Alex mengiyakan permintaan sang isteri, tubuh kekarnya kini bersanding dengan sang isteri di suasana romantis di tengah malam itu.
"Sayang, aku ingin seperti air laut yang tenang itu," ucap Laras sembari menyenderkan kepalanya di pundak sang suami.
"Air laut itu tenang kalau tidak ada ombak, jika gelombang air laut itu datang, dia akan bergejolak," jawab bos Alex.
"Iya, itu juga seperti aku," tukas Laras.
"Haha...kau bukan air laut, kau ini isteriku yang cemburuan," ledek Alex.
"Kau ini!" ucap Laras sembari mencubit pinggang sang suami.
"Aduh! kau mencubitku, awas akan ku balas," jawab Alex.
__ADS_1
Alex terus saja menggelitik seluruh tubuh Laras hingga dia terbaring di atas pasir. Mereka belum berhenti saling menggoda saat mata keduanya kembali bertatapan, tubuh Alex yang berada di atas Laras, membuat gadis itu terhimpit.
"Kau memang cantik sayang," ucap bos Alex sembari menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah sang isteri.
"Kau pandai merayu," jawab Laras tersenyum.
Gadis itu membiarkan sang suami kembali mendaratkan ciuman di bibirnya yang mungil itu, hanya beberapa menit saja, tetapi mampu membuat Laras merasakan sensasi yang hebat, dia ingin kembali mendapatkan sentuhan itu, tetapi kali ini Alex tidak mau menurut kepada sang isteri.
"Satu kali lagi," ucap Laras.
Ia memejamkan mata, berharap sang suami yang tampan dan gagah itu kembali membuatnya candu dengan bibir tipisnya.
"Hmm, cukup untuk hari ini, kita kembali ke kamar sayang, masih tengah malam ini," goda bos Alex.
"Sayang! kau yang memulainya tetapi tidak ingin mengakhirinya," gerutu Laras.
"Kadang aku harus jual mahal, agar kau tahu rasanya menjadi aku," ledek Alex.
"Terserah kau saja!" jawab Laras yang kemudian bangkit dari atas pasir, dia membersihkan sisa pasir di celana dan bajunya tanpa memperdulikan sang suami yang sedang menggodanya itu.
Melihat sang isteri mulai kesal, Alex meraih tubuh mungil Laras ke dalam pelukannya.
Lima menit kemudian, Alex masih memeluk isterinya, lima detik selanjutnya, ia melepaskan pelukan itu dan menelangkupkan kedua tangannya pada wajah cantik sang isteri.
"Aku hanya bercanda, jangan kesal," ucap bos Alex.
"Tidak sayang, aku sudah berhenti kesal karena pelukanmu yang hangat dan lembut ini," jelas bos Alex.
Perlahan bibir bos Alex kembali bertaut dengan bibir sang isteri, mereka berdua menikmati ciuman panas di tengah malam yang indah, di temani sinar rembulan dan deburan ombak pantai yang sangat menenangkan.
"Hah!" ucap Laras menghembuskan nafasnya kasar.
"Ada apa?" tanya Alex sesaat setelah melepaskan tautan bibirnya.
"Aku menahan nafas karena kau terlalu ganas! semakin hari kau pandai berciuman sayang," puji sang isteri.
"Haha, kau imut sekali! tiba-tiba aku ingin baby A ku tidak hanya lima jagoan, tetapi tambah satu putri cantik dan imut yang sepertimu," goda bos Alex.
"Impianmu tentang keturunan sungguh luar biasa sayang," ledek Laras.
__ADS_1
"Pastinya, aku memang suka keluarga yang banyak anak, sebenarnya aku ingin sebelas anak darimu, tetapi aku diskon menjadi 5 baby A tampan dan satu baby A cantik," jelas Alex menahan tawa.
"Ha? sebelas?" ucap Laras sembari menepuk jidatnya.
"Haha...apa ada yang aneh dengan ucapanku?" jawab Alex mulai melepas tawanya.
"Aku hanya akan menghabiskan waktu untuk bereproduksi, dan kau yang di untungkan," gerutu Laras.
"Tidak sayang, aku hanya bercanda, aku tidak ingin kau menjadi tua karena terlalu memikirkan hal yang belum terjadi, lima baby A sudah cukup bagiku, jangan marah ya?" pinta bos Alex.
"Hm," jawab Laras singkat.
Sang mafia mengalihkan perhatian sang isteri dengan bertanya tentang masa depan pendidikannya.
"Kau ingin lanjut kuliah atau berhenti?" tanya Alex.
"Aku ingin sekali melanjutkan tetapi aku sudah menjadi isterimu, aku ingin mengurusmu saja, kau pria yang sibuk, sangat jarang bisa menemaniku setiap hari, jika aku kuliah, jarak kita akan jauh dan aku tidak ingin, hatiku tersiksa jika sedetik saja tidak menatapmu," ucap Laras.
Sang isteri yang berdiri di samping bos Alex kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang suami.
"Sayang, aku membebaskanmu dari segala kegiatan di luar tugas seorang isteri, lanjutkan pendidikanmu, jangan menjadi bodoh seperti aku," jawab bos Alex.
"Tapi sayang...," tukas Laras ragu.
"Kau diamlah, biar aku yang mengatur segalanya, kau dan aku tetap di sini, biarkan anak buahku yang mengurusnya," jawab Alex santai.
"Terimakasih sayang, kau selalu pandai membuatku bahagia," ucap Laras mempererat pelukannya.
"Tentu saja, aku kan suamimu," jawab bos Alex.
"Baiklah!" tukas Laras.
Keduanya memutuskan untuk segera kembali ke dalam bangunan megah itu dan berjalan menuju kamar utama, setelah masuk ke dalam kamar, Laras merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Alex duduk di sampingnya sembari mengambil ponsel di atas nakas.
Sang mafia membuka layar ponsel itu dan mendapatkan dua pesan dari nomor yang tidak di kenal.
'Alex Fernando, kekuasaanmu akan berakhir, satu persatu, anggotamu akan ku habisi! ' Isi pesan satu.
'Serahkan isterimu padaku,' Isi pesan kedua.
__ADS_1
...* * *...