
Willy telah selesai dengan Asley, dia segera keluar dari penjara bawah tanah milik pria licik tersebut. Di sepanjang perjalanan, ia harus melewati lorong-lorong gelap mencekam. Untung cahaya lampu dari ponsel miliknya, mampu membuat penerangan meskipun minim sekali cahayanya. "Zu? apa kau sudah yakin jika semua anak buah Asley tertangkap? atau ada yang kabur?" tanya Willy sembari melewati lorong gelap itu itu bersama 1 anggota Timnya.
"Ada 2 yang kabur will, mereka lari ke arah utara. Tapi anggota polisi mampu meringkusnya, kini misi kita telah selesai," jawab Zu Feng yang merupakan anggota andalan Willy di Tim A. Dia memiliki pengamatan yang luar biasa, Willy selalu memberikan tugas berat kepadanya, seperti mencari informasi tentang para pengedar narkoba kelas kakap sekelas Dio. Mungkin pria itu belum tertangkap, namun radarnya telah diketahui oleh Zu. Setelah A.X tewas. Willy akan segera mencari tahu tentang Dio, pria yang menjadi incarannya selama ini karena berpotensi menghancurkan bos mereka.
"Bagus! setelah ini, kau yang memimpin TIM A membawa para tawanan ke markas utama Death Angel," perintah Willy penuh ketegasan. Dia meminta Zu untuk memimpin karena Willy harus berbicara dengan Guru Fu.
"Baik Will, apa Asley sudah benar-benar tewas? aku cemas, dia hidup lagi." Kekhawatiran Zu beralasan, karena Asley tak mudah di kalahkan, namun pada akhirnya, Willy mampu meyakinkan Zu agar tidak terlalu berprasangka yang akan memperburuk keadaan.
__ADS_1
Setelah melewati lorong yang begitu panjang, kini keduanya sampai di pintu gerbang markas Asley. Di sana terlihat banyak mayat bergelimpangan. Tidak ada hal yang menyeramkan di bandingkan darah yang mengalir dari para anggota Asley yang tewas dengan puluhan luka tembak, di sisi lain, ada beberapa anggota Death Angel yang harus meregang nyawa karena ini. Guru Fu akan memberikan penghormatan terhadap mereka dengan memberikan tempat peristirahatan terbaik di tanah suci para pendahulu Death Angel, yaitu sebuah tempat yang menjadi saksi bisu kekejaman Naga Api. Tanah kelahiran sang mafia.
Willy bersama Zu menghampiri bos Alex yang tengah mendapatkan pengobatan di dalam mobil, sang mafia pingsan, dia mendapatkan perawatan intensif. Luka memar, serta luka yang lain membuat sang mafia terlihat mengenaskan.
"Nyonya Laras jangan sampai mengetahui jika bos Alex dalam kondisi seperti ini, dia akan menangis tanpa henti. Aku tahu jika wanita itu sangat mencintai bos kita." Willy menatap kondisi sang mafia, dia berharap agar Alex segera sembuh. Dengan adanya peristiwa ini, Willy akan senantiasa menjaga sang mafia meskipun pria itu akan menolaknya.
"Bagus! kita akan menjaga mereka, Zu! kita akan membahas tentang saudara A.X, mereka lebih berbahaya dari si pria licik itu," ucap Willy yang akan siap bertarung lagi setelah ini.
__ADS_1
Mobil yang membawa mereka telah sampai di markas utama Death Angel, semua anggota Tim segera turun dari mobilnya. Tak terkecuali para anggota kepolisian yang bekerja dengan mafia pimpinan Alex Fernando itu.
"Aku selaku pihak kepolisian, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam karena bantuan Willy dan kawan-kawan, mampu menyergap markas Asley. Kami juga pertama kali dalam sejarah bekerja sama dengan kalian, tetapi benar apa kata Tuan Hans. Kalian semua adalah pria tangguh dan berdedikasi tinggi terhadap organisasi dan bos kalian. Untuk itu, kami menawarkan kerjasama lebih formal dengan kalian, apakah ada yang tidak setuju dengan hal ini?" tanya wakil kepolisian.
"Tunggu bos kami lebih baik keadaannya, dia sedang dalam masa kritis, tidak etis rasanya jika harus melangkahi bos Alex." Willy mewakili semua anggota Death Angel dalam menjawab pertanyaan wakil kepolisian tersebut.
"Tidak masalah, oh ya, para tawanan bisa kalian bawa ke kantor polisi agar segera di usut tuntas, ada orang lain yang lebih hebat dari A.X. Kami belum mampu menemukan dua pria itu, seharusnya mereka itu di bunuh saja. Tetapi aku tidak ingin kalian mengotori tangan untuk menghabisi mereka satu persatu. Biarkan kami yang bertindak, kau perintahkan para rekanmu untuk ikut bersamaku ke kantor polisi pusat," jelas pihak kepolisian.
__ADS_1
"Baik komandan!" ucap semua anggota Death Angel serentak.