
Sementara itu, bos Alex yang masih berada di perjalanan menuju hutan kota utara di buat heran dengan jalanan yang tiba-tiba saja macet.
"Sial!!! di saat seperti ini mengapa harus macet!!" umpat Alex.
Tiba-tiba ada sesosok pria yang mengetuk kaca mobilnya. Karena dia merasa sang pria itu tidak berbahaya, dia membuka kaca mobilnya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Alex.
"Tolong beli bunga saya." jawab sang pria.
"Berapa harganya?" tanya Alex.
"Seratus ribu lima tangkai." jawab sang pria.
Alex memberikan uang itu kepada sang pria, namun bos mafia itu di kejutkan oleh tato di tangan kanan sang pria.
"Terima kasih Tuan."
Saat sang pria hendak pergi, Alex menghentikannya.
"Apa kau pernah bergabung dengan sebuah geng?" tanya Alex.
Sang pria kikuk, dia terkejut dengan pertanyaan Alex.
"B-lum, T-uan," jawab sang pria terbata-bata.
"Masuklah ke mobilku, aku membutuhkan jawabanmu." perintah Alex.
Sang pria tidak dapat menolak karena Alex mengancam akan melenyapnya jika dia tidak mau mengikuti perintahnya.
Jalanan kembali lancar, dengan seorang pria yang berada di sampingnya, Alex bergegas mengendarai mobilnya.
Di sepanjang perjalanan, saat Alex bertanya tentang arti tato di tangan kanan sang pria, Ia selalu mengelak. Dia membuat banyak alasan yang tidak masuk akal.
"Kau anggota inti Lucifer, aku tahu dari tato yang ada di tangan kananmu itu, masih tidak mau mengaku?" tanya Alex.
"Ampuni aku Tuan, aku tidak ingin mati sia-sia," ucap sang pria yang terlihat ketakutan.
"Bawa uang ini, beli ponsel, ini kartu namaku. Kau hubungi aku jika butuh bantuan."
__ADS_1
"Kau baik sekali Tuan, siapa namamu?" tanya sang pria.
"Kau bisa membaca kan? kau baca di kartu nama itu." jawab Alex.
"A L E X F E R N A N D O."
Sang pria terperanjat, dia melirik ke arah pria yang namanya baru saja di bacanya itu. Dia diam sejenak kemudian mengucapkan banyak hal.
"Tuan Alex, ternyata kau Tuan Alex Fernando pemimpin Death Angel. Tolong aku, lepaskan aku dari pengaruh Lucifer. Mereka selalu menerorku hingga anak dan istriku menjadi ketakutan setiap harinya." jelas sang pria.
"Siapa namamu?" tanya Alex.
"Morgan, anggota inti Lucifer yang kabur karena akan di jadikan budak iblis." jawab sang pria.
"Jadi rumor itu benar, ternyata hal itu yang membuat banyak anggota Lucifer kabur termasuk Erland."
Morgan terkejut saat mendengar nama Erland di sebut, dia menyangka jika Erland sudah tewas.
"Tuan tahu dimana Erland?" tanya Morgan.
"Dia ada di markasku." jawab Alex.
"Aku masih banyak urusan." jawab Alex singkat.
"Urusan apa Tuan, jika aku bisa,aku akan membantumu." ucap Morgan.
"Kau bisa membantuku dengan segera turun dari mobil." jawab Alex.
Tiba-tiba ponsel Alex berdering, ada nama Richi di layar ponselnya.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Kau cepatlah kemari, hanya kau yang mampu mengatasi Tuan Hans." gerutu Richi.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Tuan Hans telah melakukan penyelidikan, mengambil semua keputusan tanpa mempertimbangkan aku yang berada di sampingnya." jawab Richi
"Sebentar lagi aku datang. Kau tidak perlu gelisah, pria tua itu biar aku yang mengurusnya. Tentang Tuan Xiauling? ada bukti baru?" ucap Alex.
__ADS_1
"Sudah, aku menemukan bercak darah di lantai kamar itu. Darah tersebut masih segar, aku menduga ada yang baru saja datang, mungkin saja dia terluka dan masuk ke dalam kamar ini untuk mencari obat karena di sekitar noda itu ada kotak P3K yang isinya telah berserakan dimana-mana." jelas Richi.
"Baik, aku segera datang." jawab Alex.
Richi menutup panggilan telepon itu, tanpa Alex sadari, Morgan mendengarkan percakapan antara dirinya dan Richi.
"Kau mencari Tuan Xiauling?" tanya Morgan.
"Iya, ada apa?" jawab Alex.
"Aku bisa memberikan informasi dimana dia berada." ucap Morgan.
"Kau turunlah, aku masih banyak pekerjaan, sambung di telepon saja. Beli ponsel, telepon aku." perintah bos mafia itu.
"Dia ada di sebuah rumah di desa yang terletak di kota utara. Dia baru saja datang beberapa hari yang lalu bersama orang-orang kepercayaannya," jelas Morgan bicara tanpa henti memperdulikan Alex yang menyuruhnya turun dari mobilnya.
"Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Alex ragu.
"Bisa." jawab Morgan yakin.
Morgan membawa Alex menuju desa dimana selama ini dia tinggal, dia harus bekerja ke kota karena himpitan ekonomi. Sejak dia tidak bekerja bersama Wang Zhie, sumber keuangannya menghilang. Apalagi setelah dia kabur, dia harus extra berhati-hati dalam bertindak, keluar rumahpun harus menggunakan identitas dan penampilan baru agar tidak di kenali oleh anggota Lucifer. Kali ini dia beruntung karena Alex lah yang menemukan dirinya sebagai mantan anak buah Wang Zhie.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya mereka berdua sampai di desa tempat Morgan tinggal.
Mobil Alex berhenti di sebuah rumah sederhana dengan atap jerami di atasnya, halaman rumah itu cukup luas. Mereka turun di depan rumah itu, Morgan meminta Alex untuk memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya dan segera membawa Alex menuju rumah yang di jadikan persembunyian Tuan Xiauling.
Hanya butuh lima belas menit untuk sampai ke tempat yang di maksud. Alex dan Morgan bersembunyi di balik pohon untuk memantau situasi rumah yang di jadikan tempat persembunyian adik dari Tuan Fudo itu.
"Lihat Tuan, pria yang ada di depan rumah itu dan pria di sampingnya, mereka yang pertama kali datang ke rumah ini. Entah dari mana mereka bisa muncul, aku hanya tahu mereka sudah ada di sini dan berlalu lalang di desa ini dengan bebas." jelas Morgan sambil menunjuk pria yang di maksud.
"Rumah itu terhubung dengan ruang rahasia di bawah tanahnya, ruang rahasia berupa lorong yang saling terhubung dengan markas yang lain dan berpusat di markas utama Toxic yang terletak di hutan kota utara." jawab Alex.
"Wow, kau hebat Tuan. Kau bisa sedetail itu mengetahui informasi tentang musuhmu, tidak di ragukan lagi, jika kau memang pemimpin yang paling berkuasa di kota ini," ucap Morgan kagum.
"Hentikan omong kosongmu, bantu aku masuk ke dalam sana." pinta Alex.
"Baik Tuan, kau harus menyamar sebagai anggota mereka jika ingin masuk ke dalam rumah itu. Tuan Xiauling akan segera kabur jika tahu ada yang mengetahui penyamarannya, apa lagi kau, bos Death Angel. Pagi ini dia belum datang kemari, hanya ada beberapa anggota saja yang datang." jawab Morgan.
"Terserah kau saja, yang penting aku bisa melenyapkannya dengan segera." jawab Alex.
__ADS_1
"Siap Tuan, ikut aku kembali ke rumah, aku memiliki baju yang sama seperti yang mereka kenakan," ucap Morgan sambil mengajak Alex menyingkir dari rumah itu.