Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 75


__ADS_3

Wang Zhie memperhatikan kedua penjaga yang sedang membakar mayat anak buahnya, kemudian Ia memutuskan untuk segera pergi dari markas utamanya menuju ke suatu tempat dengan mengendarai mobil miliknya, dia berhenti di sebuah pemakaman pribadi keluarganya. Dia bersimpuh di sebuah pusara yang kering, dia menaburkan bunga dan menyiram air di pusara tersebut.


"Yanze, entah dimana jasadmu berada, aku tidak mampu menahan kesedihan saat pertama kali mengetahui kau telah tiada. Aku hanya mampu mengubur kenangan masa kecil kita. Kau sahabat terbaikku, kau yang selalu melindungiku. Meskipun kita memiliki konsep pemikiran yang berbeda, namun kau akan tetap akan menjadi sahabat terbaikku." ucap Wang Zhie di atas pusara yang di buat sendiri olehnya.


Wang Zhie dan Yanze adalah dua sahabat sejak kecil, mereka berdua sudah di tinggalkan oleh kedua orang tua mereka karena terjadi pertarungan antar geng di desanya. Beranjak dewasa, Yanze memilih bergabung bersama kakaknya di geng Young Devil sedangkan Wang Zhie bergabung dengan geng Lucifer. Lucifer dan Young Devil sangatlah berbeda jauh, perbedaannya dari segi kekuatan yang mereka dapat, Yanze di latih berbagai jenis bela diri oleh kakaknya meski dia harus tumbang di tangan bos Alex, sedangkan Wang Zhie harus rela mengorbankan dirinya menjadi budak iblis. Banyak perubahan di dalam dirinya, hingga selama beberapa tahun, mereka sama sekali tidak bertegur sapa. Hingga dia tahu sang sahabat telah tewas.


"Lagi-lagi aku harus berurusan dengan Alex." batin Wang Zhie yang mengetahui penyebab kematian sang sahabat karena ulah Alex Fernando.


Setelah selesai menjenguk Yanze, bos Lucifer itu pergi ke rumah seseorang yang akan membantunya untuk memperkuat beteng pertahanan Lucifer saat akan menyerang Alex. Dia adalah geng yang sedang naik daun, geng itu di isukan akan menggeser tahta Alex Fernando sebagai penguasa seluruh wilayah di kota itu.


"Sial!!! Gerald, tak kunjung menjawab panggilan telepon dariku." umpat Wang Zhie.


Beberapa menit kemudian, panggilan telepon itu mendapatkan jawaban.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Gerald.


"Kau darimana saja?" jawab Wang Zhie.


"Apa urusanmu? banyak wanita yang menginginkan diriku bersamanya tiap malam, siapa yang bisa menolak?" ucap Gerald santai.


"Kau masih saja tidak masuk akal seperti dulu. Aku menelponmu dari tadi dan kau sibuk dengan wanitamu, kurang ajar sekali kau!!!. ucap Wang Zhie.


"Wang Zhie, ku kira kau sudah mati, jadi aku tidak menggubris panggilanmu." jawab Gerald.


"Sial!! apa kau juga menganggapku telah mati?" ucap Wang Zhie.


"Tentu saja, dua tahun lamanya kau koma akibat ulah si brengsek itu. Mana mungkin kau bisa hidup lagi." jawab Gerald.


"Lupakan saja tentang dua tahun lalu, anggap saja ini nyawa ke kedua yang ku miliki, aku masih punya tujuh nyawa lagi." ucap Wang Zhie yang memicu tawa Gerald.


"Kau pikir dirimu manusia kucing? kau hanya beruntung saja. Katakan apa tujuanmu menelponku." jawab Gerald.


Wang Zhie menjelaskan keinginannya untuk bertemu dengan Gerald hari ini di Bar pusat kota untuk membicarakan sebuah kerjasama. Gerald setuju, dia meminta Wang Zhie untuk menunggunya dua puluh menit lagi karena jarak dari markas milik Gerald menuju Bar pusat kota cukup jauh. Kesepakatan telah di setujui, dua pria tampan dan gagah akan segera bertemu setelah lama tidak berjumpa.


* * *

__ADS_1


Di apartemen milik bos Alex, Laras tiba-tiba merasa sangat merindukan kekasihnya. Dia ingin sekali menelpon Alex, namun dia takut mengganggu. Tetapi hal yang mengejutkan terjadi saat ponselnya bergetar dan tertera nama "Big Baby" di layarnya. Seketika itu juga Laras menjawab panggilan dari sang kekasih.


"Aku rindu." ucap Laras.


"Aku juga." jawab Alex.


"Cepatlah kembali." pinta Laras.


"Segera sayang, dan siapkan dirimu untuk ronde kedua kita." canda Alex.


"Sial!! kau selalu saja memikirkan itu. Tidak ada hal yang lain kah?" tanya Laras.


"Ada." jawab Alex.


"Apa itu?" tanya Laras.


"Melenyapkan musuh." jawab Alex.


"Iya, aku tahu, kau memang sedang banyak misi, tetapi ubahlah mainsetmu itu. Kau sangat menakutiku dengan pola pikirmu." ucap Laras.


"Manusiawi kan? pria memang butuh hal yang bisa membuatnya bersemangat, salah satunya adalah itu "olahraga" di atas ranjang." canda Alex.


"Aku kenapa? maaf sayang hari ini aku belum bisa kembali ke apartemen. Masih ada hal yang perlu aku selesaikan." jawab Alex.


"Lanjutkan misimu sayang, kau harus menang di segala pertarungan, berjanjilah!!" pinta Laras.


"Imbalan apa yang akan kau beri jika aku mampu mengalahkan semua musuhku?" tanya Alex.


"Lima baby untukmu, apa itu cukup?" jawab Laras.


"Plus "olahraga" ronde kedua." ucap Alex.


"Kita lihat saja nanti," canda Laras.


"Aku akan menyatapmu dengan lahap setelah ini." jawab Alex.

__ADS_1


"Terserah kau saja." ucap Laras.


"Baiklah, lebih baik aku menurut saja padamu. Maaf sayang, aku masih banyak pekerjaan, aku akan menghubungimu lagi nanti. Love you sweet baby." jawab Alex.


"love you too my big baby." ucap Laras.


Laras lega saat mendengar suara sang kekasih, ada rasa bahagia di dalam hatinya. Dia merasa lengkap saat ada Alex di dalam hidupnya. Meskipun kekasihnya seorang mafia, setidaknya Alex masih ada waktu untuknya.


"Aku harus memberikan kejutan untuk Tuan Alex, entah makanan apa yang dia suka, aku akan berusaha memasak sesuatu untuknya."


Laras beranjak dari sofa dan menuju dapur, dia mencari bahan makanan di dalam kulkas apapun yang bisa Ia masak. Saat dia kebingungan, Angela dan nyonya Fira datang.


"Apa yang akan kau buat?" tanya nyonya Fira.


"Sebuah hidangan untuk Tuan Alex." jawab Laras.


"So sweet sekali kau nona, apa kau tahu makanan kesukaan bosku?" tanya Angela.


"Aku tidak tahu, apa kau tahu?" tanya Laras.


"Semua hal dia suka, apalagi makanan khas Jepang, dia sangat menyukainya." jawab Angela.


"Aku tidak pandai memasak, apalagi makanan khas Jepang," ucap Laras putus asa.


"Aku bisa, mau ku bantu?" tanya Angela.


"Benarkah?" jawab Laras kembali sumringah.


"Ibu juga akan membantu." ucap nyonya Fira.


"Kau sangat baik nona, aku sangat senang jika hanya kau yang akan menjadi pendamping bosku." ucap Angela.


"Tentu saja, dia akan anakku, pastilah baik hatinya." jawab nyonya Fira.


Mereka bertiga saling pandang dan tertawa bersama. Ada kehangatan keluarga di kebersamaan mereka bertiga, Laras merasa memiliki seseorang adik dan nyonya Fira kini memiliki dua anak yang sangat Ia sayangi. Nyonya Fira, Laras dan Angela bekerjasama membuatkan berbagai hidangan yang bertema makanan khas Jepang khusus untuk bos Alex.

__ADS_1


"Terima kasih karena kalian telah membantuku." ucap Laras.


"Sama-sama nyonya Alex Fernando." jawab nyonya Fira dan Angela serentak.


__ADS_2