
"Richi, bagaimana? gadis itu sudah kau urus?" Tanya Alex.
"Bagaimana dengan nona Laras? apa dia tidak marah jika kau ada di sini?" Jawab Richi.
"Dia sudah tidur, jadi aku bisa turun dan menemuimu." Ucap Alex.
"Lex, gadis itu seorang penipu. Tapi dia tidak mau buka mulut, siapa yang telah menyuruhnya." Jawab Richi.
"Dimana dia?" Tanya Alex.
"Ada di dalam mobil, dia masih mengumpat dari tadi." Jawab Richi.
Alex membuka pintu mobilnya, dia menatap tajam mata gadis itu.
"Siapa yang menyuruhmu?"
Melihat Alex yang penuh amarah, gadis itu menjadi lebih berani.
"Kau terka saja sendiri, kau tidak akan pernah mampu melawannya, kau harus menikahiku setelah ini." Jawab gadis itu sombong.
"Cih, anak yang kau kandung itu bukan darah dagingku, kau terlalu lancang untuk datang kemari. Katakan siapa yang menyuruhmu? atau akan aku lenyapkan kau di sini bersama bayimu?" Ucap Alex penuh amarah.
Tiba-tiba terdengar suara orang bertepuk tangan, perlahan muncul sosok yang kenalnya bersama dua orang yang berada di sampingnya.
"Tuan Xiauling!!!!" Ucap Alex.
"Luar biasa, bos mafia telah mengancam seorang gadis yang meminta pertanggung jawaban padanya, bahkan tega ingin melenyapkan ibu serta bayinya. Reputasimu sebagai pemimpin Death Angel yang bersih akan ternodai dengan kelakuanmu yang tidak bermoral itu, Tuan Alex Fernando." Jawab Tuan Xiauling.
"Tutup mulutmu itu Tuan, kau bisa saja membuat gadisku percaya dengan rekayasamu, tapi aku tidak akan bisa kau tipu." Ucap Alex.
"Itu bos ku sudah datang, kau lawan saja." Jawab gadis itu yang ternyata adalah anak buah dari Tuan Xiauling.
Gadis itu keluar dari mobil dan berdiri di samping Tuan Xiauling. Ternyata kehamilannya juga rekayasa. Alex semakin kesal di buatnya, tetapi Richi mencegah bosnya untuk meluapkan kekesalannya kepada Tuan Xiualing, karena itu akan membuat suasana menjadi semakin kacau.
"Apa yang kau inginkan Tuan?" Tanya Alex yang kini telah berhadapan dengan Tuan Xiauling.
"Kehancuran gadis itu."
__ADS_1
Jawaban Tuan Xiauling membuat Alex tidak mampu menahan amarah lagi, dia memberikan bogem mentah kepada wajah Tuan Xiualing. Kedua anak buahnya berusaha melindungi, mereka ingin membalas apa yang di lakukan Alex kepada Tuannya. Tetapi Tuan Xiauling menahan mereka agar tidak bertindak bar-bar.
"Emosimu telah meluap, itu menunjukkan jika kau akan mengalami kekalahan. Tunggu saja kejutan yang lain dari ku." Ucap Tuan Xiauling yang pergi begitu saja bersama ketiga anak buahnya.
Alex mencoba mengejar Tuan Xiauling tapi Richi mencegahnya, Richi menenangkan sang sahabat agar tidak terpancing emosi karena gertakan dari Tuan Xiauling.
"Lex, kau lebih baik tidak usah menghiraukan ucapan si Tua itu, emosi mu akan membuat nona Laras menjadi menderita." Ucap Richi.
"Sial!! kenapa aku menjadi lemah jika tentang Laras!!!" Jawab Alex sambil mengacak kasar rambutnya.
"Karena ada cinta di hatimu Lex, itu wajar. Rasa ingin melindungi orang yang di cintai, tidak terima jika sang gadis di sakiti. Perasaan yang wajar di rasakan, tetapi kau juga harus sadar posisimu sebagai bos Death Angel, secara tidak langsung kau telah membawa nona Laras masuk ke dalam dunia kita yang penuh bahaya ini. Setidaknya kau harus bersikap lebih tenang, agar musuh tidak mudah mengalahkan kita." Ucap Richi.
"Apa yang kau katakan itu benar Richi, maafkan aku tadi terbawa emosi." Jawab Alex.
"Tidak masalah Lex, lebih baik kita segera menyusun rencana, Tuan Xiauling sudah selangkah lebih maju daripada kita. Dia juga telah mengetahui tentang nona Laras. Pasti mata-matanya ada dimana-mana. Kita sedang menghadapi orang yang licik, tidak butuh senjata untuk melawannya. Kita hanya butuh rencana dan strategi yang matang untuk menghancurkan kelicikannya." Ucap Richi.
"Kau benar Richi, sudah lah kita pikirkan saja besok. Kau harus istirahat, tidurlah di apartemenku." Jawab Alex.
"Aku tidak mau, nanti aku mengganggumu bersenang-senang. Aku kembali ke markas saja." Ucap Richi.
"Nona Laras memang luar biasa, dia mampu membuat orang sepertimu yang tidak tahu aturan itu menjadi jinak dan penurut." Goda Richi.
"Siall!! kau anggap bos mu ini apa?" Ucap Alex kesal.
"Maaf bos !!! lebih baik kita masuk ke dalam saja, tiba-tiba saja aku mengantuk."
Richi mengambil langkah seribu untuk menghindari amarah sang bos.
"Tapi yang di katakan Richi memang benar, sial!!! aku menjadi seperti si Larry, hewan peliharaan kesayanganku itu."
* * *
"Pekerjaan bagus Mery, selain cantik, kau juga pandai berakting. Setelah ini, akan aku beri kau bonus karena pekerjaanmu yang luar biasa." Ucap Tuan Xiauling.
"Terima kasih bos, setelah ini apa yang harus ku lakukan?" Tanya Mery.
"Kau terus pengaruhi gadis itu agar percaya padamu. Tenang saja, ada aku dan nyonya Fira yang melindungimu." Ucap Tuan Xiauling.
__ADS_1
"Nyonya Fira, Ceo Dounghun Farmasi itu?"Tanya Mery.
"Benar, dia juga ibu dari gadis itu. Dia mengatakan padaku jika anaknya telah di bawa oleh seorang pria. Dia meminta bantuanku dan aku menyusun rencana untuk menjauhkan mereka dengan memberimu pekerjaan pura-pura menjadi korban dari Alex." Jawab Tuan Xiauling.
"Bos Death Angel itu sepertinya sangat mencintai sang gadis, Tuan. Gadis itu akan membantu kita menghancurkan Alex dengan mudah." Ucap Mery.
"Tujuan ku memang itu Mery. Sudahlah kau lebih baik beristirahat, besok ada pekerjaan lain untukmu." Jawab Tuan Xiauling.
"Baik Tuan." Ucap Mery.
Setelah Mery pergi, Tuan Xiauling terlihat menelfon seseorang.
"Halo, nyonya Fira. Aku sudah menemukan putrimu, kau harus tepati janjimu." Ucap Tuan Xiauling.
"Besok datanglah ke kantorku, Tuan. Aku akan memberikan apa yang kau inginkan." Jawab nyonya Fira.
"Ku harap kau tidak berdusta nyonya Fira. Jangan beritahu suamimu tentang kesepakatan di antara kita, setelah urusan kita selesai, akan aku antar kau menemui putri tercintamu." Ucap Tuan Xiauling.
"Jangan kau mengkhawatirkan suamiku atau apapun itu." Jawab nyonya Fira.
"Bagus kalau begitu, aku pegang janjimu."
Tuan Xiualing menutup panggilan telefonnya dan tersenyum bahagia karena sebentar lagi Ia akan menjadi milyarder.
"Ceo Dounghun itu memang bodoh, mudah sekali aku tipu. Tunggu kehancuranmu, Alex Fernando. Kau terlalu sombong, pria sok baik yang menyebalkan."
Tuan Xiauling kemudian memutuskan untuk keluar dari ruangannya karena harus pergi menemui seseorang yang sangat penting baginya. Dia terlihat mengendarai mobil pribadinya dan menuju sebuah tempat yang tidak jauh dari markasnya.
Setelah sampai di sebuah gang sempit, Ia membungkukkan setengah badannya kepada pria yang berdiri di depannya.
"Selamat datang kakak, akhirnya kau keluar dari penjara sialan itu." Ucap Tuan Xiauling.
"Kau cepat sekali datang, Xiauling. Kau memang anak buahku yang patuh." Jawab pria misterius itu.
"Sudah lebih dari 30 tahun aku tidak melihatmu kak, pemerintah memang kejam kepada mafia seperti kita. Tapi di saat Death Angel berkuasa, mereka tidak berkutik." Ucap Xiauling kesal.
"Ternyata kau masih kesal dengan kakakmu? Fudo itu terlalu luar biasa, tapi saat aku kembali, tak akan ku biarkan dia dan geng nya hidup dengan tenang." Jawab pria misterius itu.
__ADS_1