
"Ini tidak seberapa Lex, kau tahu? aku pernah tertusuk dua puluh pisau dan aku masih hidup!" Raf memang pria tak pernah mengenal rasa takut. Di saat seperti ini, dia masih saja menyombongkan diri.
"Oke, akan aku buktikan jika kau memang kebal!"
Jleb!
Jleb!
Jleb!
Tiga tusukan di pundak dan punggung, sudah cukup membuat Raf kembali meringis kesakitan. Darah mengalir dari sana, ini baru awal,
"Belum ada apa-apanya!" Raf, dia memang sangat senang mendapatkan penyiksaan.
Alex melepaskan ikatan tali yang melilit tangan dan kakinya.
Setelah terlepas, Alex mengatakan sesuatu hal yang menyakitkan bagi Raf.
"Kau sangat mencintai Laras bukan? tetapi dia sudah menyerahkan jiwa raganya untukku, begitu 'pun aku. Aku sangat mencintainya, kami berdua saling mencintai, tanpa ada yang mampu memisahkan, termasuk kau!" Ujung pisau Alex hampir saja mencongkel mata Raf yang penuh dosa itu, tetapi masa penyiksaan masih panjang. Sang mafia belum ingin melenyapkan Raf, kematian terlalu indah untuknya.
Ternyata kelamahan pria itu adalah segala hal tentang Laras, dengan sigap, Raf segera melepaskan bogem mentah ke arah wajah sang mafia. Namun karena pukulan itu terlalu lemah, justru Raf yang roboh.
__ADS_1
"Sialan! kau menyebut dirimu pria yang menjadi suami Laras tetapi tidak ada di sisinya saat dia membutuhkanmu! suami macam apa kau ini!" Raf begitu peduli dengan sang istri, membuat Alex geram.
"Tutup mulutmu!"
Bug!
Alex menendang muka Raf, dia sudah bersabar dengan segalanya, tetapi tidak untuk satu ini.
"Hubungan suami-istri bukan hanya menghabiskan malam bersama dan usai, tetapi ada rasa pengertian dan menyayangi, aku dan dia tidak pernah mengekang satu sama lain! ini sudah tugasku, tidak perlu kau menceramahi tentang itu. Lebih baik kau persiapkan untuk penyiksaan berikutnya!"
Bug!
"Cih! bos mafia bodoh! hanya ini nyalimu?" Raf kembali memprovokasi Alex.
Sang mafia masih ingin menyiksa Raf, dia membiarkan pria itu terkapar tak berdaya dengan luka parah di sekujur tubuhnya.
"Aku pernah mengetahui tubuh moleknya saat masih berhubungan dengan Juna, aku rasa dia pernah tidur dengannya juga, kau jangan terlalu berpikir gadis itu akan selalu polos! Haha, Juna pernah memberitahuku juga Laras cinta mati dengan Juna, apa kau tidak mengetahui tentang hal ini?" Raf terus saja membisikkan kata-kata mengandung provokasi.
Alex berjongkok di samping raga Raf yang terkulai lemah tak berdaya.
"Kau dengarkan ini, yang lebih mengetahui Laras adalah aku, dia tidak pernah tidur dengan pria lain."
__ADS_1
Alex menahan diri saat mengatakan ini, dia teringat akan kejadian kelam Laras yang di paksa melayani kebejatan Justin.
Sang mafia menutup matanya sejenak, kemudian siap untuk kembali berucap.
"Aku yang merenggut kegadisannya, apa itu perlu di jelaskan? aku yang tidur dengannya, bukan Juna!" Alex merasakan cemburu yang teramat mengingat memang dirinya yang merusak hidup sang istri, meskipun mereka berdua memang di takdirkan untuk tetap bersama.
Raut wajah Raf merah padam, dia hanya memancing Alex agar marah, tetapi justru pria itu mengatakan tentang kebejatannya. Dia mengakui secara terang-terangan, dan Raf membencinya.
Dia selalu menjadikan Laras fantasinya saat berhubungan dengan para gadis sewaannya. Saat dia mengetahui jika Juna tak memiliki andil apapun, dia gagal. Sangat gagal membuat Alex cemburu.
Raf tersiksa batinnya.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1