
Joan menatap wajah sang mafia yang masih murung, dia tidak suka harus membiarkan anak-anak Alex terbebani dengan apa yang dipikirkan oleh saya.
Joan berinisiatif untuk mengajak anak-anak bermain lagi di wahana yang lain, sedangkan ia membiarkan Alex di Cafe tersebut.
"Lex, aku akan mengajak anak-anak pergi sebentar, kau tenangkan pikiranmu di sini!" pinta Joan, selalu pengertian seperti biasanya.
"Oke, terima kasih atas bantuanmu Jo?" Alex merasa senang karena kehadiran job bisa membuat kondisi lebih baik.
Anak-anak Alex meninggalkan sang daddy yang masih bergelut dengan perasaannya, dia menelpon Yovan untuk berbicara sebentar.
"Yov! tak bisakah kau kembali pada kami?" ucap si mafia penuh harap.
"Kau urusi saja gengmu, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu," jawab Yovan ketus.
"Aku tidak ingin membuatmu terbebani dengan apa yang sudah aku lakukan, jangan pernah menghubungiku lagi!" Yovan tiba-tiba saja menutup panggilan teleponnya kemudian nomor tersebut tidak aktif lagi saat Alex menghubunginya ulang.
__ADS_1
"Sial! mengapa aku terlalu menginginkannya kembali? jika dia saja tidak ingin kembali, ****! menyebalkan!" Alex bangkit dari tempat duduk dan membayar semua makanan yang ada di kafe tersebut, dia sedang ingin royal karena kesal terhadap Yovan.
....
Di wahana yang lain ...
Joan sangat senang karena bisa bermain dengan kelima baby A.
Dia tidak menyangka jika anak-anak sudah sebesar ini.
"Apa yang kalian fikirkan? apakah karena dadi marah kepada kalian semua?" Joan mencoba menulis siapa yang terjadi dan dan apa yang ingin kelima baby sampaikan.
"Iya, Daddy karena lebih mementingkan pekerjaan daripada mengajari kami beladiri," ucap Alexis, ternyata dia memiliki pendapat sendiri yang membuatnya kesal kepada sang daddy.
"Ehm, daddy tidak jahat sayang, dia hanya sedang tidak enak badan, Daddy banyak pekerjaan, jadi daddy bersikap seperti itu! kalian jangan mengambil hati ya? lebih baik kita bermain saja," pinta Joan, dia meminta ke-5 baby B untuk masuk ke dalam bak yang berisi banyak bola.
__ADS_1
Mereka semua bermain dengan sangat gembira, Joan terima keponakannya dengan pandangan yang miris karena akibat pengkhianatan Yovan, membuat Alex sangat terpukul hingga mempengaruhi emosi anak-anaknya..
"Paman Jo, aku sangat senang kau ada di sini, Daddy paling sibuk, dia selalu super sibuk untuk memberikan kami waktu bermain sebentar saja. Jika ada Paman Jo, semuanya pasti baik-baik saja!" ujar Adya yang merasa senang karena cuman adalah tipe pria yang mampu membujuk anak-anak.
"Oke, untuk beberapa hari ke depan kita bermain bersama ya? Paman Jo, akan menemani kalian semua." Joan kepada anak sang mafia agar tetap bahagia meskipun Daddy mereka belum bisa menemani bermain.
Tapi yang ada dipikirannya juga sama dengan Alex, dia masih penasaran apa yang dilakukan oleh MK yovan benar-benar pergi dari Death Angel dan memilih MK menjadi tempat bernaungnya.
Kelak, semuanya akan terbongkar. Tunggu saja MK, Alex pasti akan menghabisimu setelah ini!
"Paman? mengapa melamun? ayo bermain dengan kita?" pinta Aarav, saat melihat sang paman hanya diam saja.
"Oh oke,maaf, paman sedang memikirkan banyak hal," jawab Joan sekenanya.
Dia tidak akan mengatakan apapun yang ada di dalam pikirannya.
__ADS_1