
Alex masuk kembali ke dalam kamar itu tanpa rasa malu dan merebut ponsel milik Frank, dia segera menghubungi beberapa anak buahnya agar menjemputnya di apartemen milik sang gadis di alamat xxxx.
Sang mafia terlihat canggung saat melihat kedua orang itu bermesraan di depannya, tapi dia mencoba untuk tetap sok cool.
"Apa yang kalian lihat?" tanya sang mafia.
"Bos, kau eperti orang kebingungan, sedari tadi hanya mondar-mandir saja." Sang anak buah menyindir sang bos.
"Tidak, aku hanya tidak ingin melihat orang lain bermesraan, sebenarnya aku sangat iri." Alex sangat to the point.
"Hahahaha, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu bos? sudah memiliki istri setelah ini bisa kan kau bermesraan dengannya," ucap Frank yang kini lebih berani dalam mengungkapkan isi hatinya dengan beberapa tindakan yang manis terhadap calon istrinya.
"Hahaha ... kau sekarang melawan padaku ya? mata-mata sudah punya calon istri dan akan memiliki anak? kau akan tau rasanya repotnya dan menyedihkannya menjadi seorang ayah, tidak akan merasakan lagi indahnya masa berdua. Kau akan mendapatkan halangan yang sangat hebat dari anak-anakmu saat ini menyentuh istrimu," jawab sang mafia yang mengandung curhatan penuh makna.
__ADS_1
"Itu kan kau bos, bukan kami. Aku hanya akan meminta calon istriku dua anak, kau kan maniak bos!" celetuk Frank membuat sang mafia terbahak-bahak.
"Kwkwkak, kau memang anak buah sialan! bagaimana bisa mengatakan hal itu kepada bosmu, namun yang kukatakan itu benar! aku memang maniak, aku bisa tidur dengan istriku 6 kali sehari, saat kami baru saja menikah. Saat dia mengandung juga aku sering menengok babyku, ini definisi kejantanan yang sesungguhnya." Sang mafia sangat percaya diri dalam membanggakan dirinya sendiri yang sangat diluar nalar, dia adalah mafia yang sangat menyiksa sang istri.
"Wah! apakah istrimu baik-baik?" tanya Angela.
"Iya, dia baik-baik saja karena, dia adalah pasangan mafia terbaik dan terhot. Laras bisa mengimbangi ku, kau juga harus banyak belajar dari istriku! bagaimana cara menyenangkan seorang suami," jawab Alex yang semakin ngelantur.
Sang mafia melempar ponsel milik Frank, dan menutup pintu kamar itu dengan sangat keras.
"Hah! sialan, lagi-lagi aku melakukan hal yang menyebalkan! harga diri seorang mafia jatuh tersungkur akibat aku yang iri melihat Frank bermesraan," tukas sang mafia sembari mengusap kepalanya kasar.
Dia merasa menjadi bos yang aneh.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, orang-orangnya belum juga datang.
Sang mafia menunggu sembari menonton televisi, dia memilih channel berita hari ini.
Di kabarkan bahwa orang paling penting di kota Macau telah tewas akibat penembakan misterius yang dilakukan oleh pria yang diduga anggota mafia kelas kakap yang dari dulu menguasai kota Macau ini. Di harapkan, untuk penduduk Macau bisa membantu pemerintah untuk menangkap orang tersebut, ini adalah fotonya.
Alex awalnya tidak terlalu memperhatikan berita tersebut tetapi saat melihat wajahnya terpampang nyata di layar kaca, dia terhenyak.
"Astaga! apa aku akan menjadi buronan lagi? ini pasti ulah Aldren! dia telah menabuh genderang perang dengan ku!"
Sang mafia menghantam meja kaca yang ada di depannya sehingga menimbulkan suara yang nyaring, dia sangat kesal hari ini.
....
__ADS_1