Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 124


__ADS_3

Alex tetap memeluk sang isteri meski mendapatkan penolakan. Sang mafia membisikkan kata cinta di telinga sang isteri, kemudian Laras berbalik dan memandang wajah tampan itu, dia mencium pipi sang suami dan memeluknya begitu erat.


"Maaf sayang, aku terlalu merepotkan bukan?" ucap Laras.


"Tidak, aku senang di repotkan olehmu, kau kan isteriku, awalnya aku akan tetap melakukan hal itu , saat ingat kau hamil, aku urungkan niat untuk berbuat brutal, maaf ya?" jawab bos mafia.


"Ide konyol ini apa kau yang merencanakannya? suaramu jelek, tetapi terlalu percaya diri," ledek Laras.


"Ibumu, siapa lagi? dia kan suka sekali mengerjaiku, sama seperti ayah mertua," ucap Alex.


Laras tertawa mendengar ucapan sang suami, kini salah paham itu telah usai, Alex dan Laras kembali menikmati moment bersama.


"Sayang, kapan kau akan kembali menjadi bos mafia?" tanya Laras di sela bermain ombak dengan sang suami.


"Setelah anak kita lahir, aku juga tidak ingin kau sendiri saat melahirkan lima anak kita," jawab Alex.


"Kau terlalu terobsesi dengan lima baby, jika anak kita hanya dua bagaimana?" tanya Laras.


"Tidak masalah!" Alex sangat antusias berapapun anak yang akan Laras lahirkan.


"Syukurlah jika kau mau menerimanya, aku takut saat harapanmu tidak terwujud, kau akan meninggalkanku," Laras terlalu merasa khawatir tentang hal yang belum pasti, dia bermain dengan pemikiran dan prasangkanya sendiri, membuat Alex kadang tidak memahami sang isteri yang tiba-tiba berubah sikap dalam satu waktu. Dia harus lebih banyak belajar memahami sang isteri yang sedang mengandung darah dagingnya itu.


"Kalau kau memiliki saudara kembar, apa dia juga akan menyukai?" tanya Alex.


"Hahaha, mungkin saja, tapi ibu bilang di keluarga kami hanya ayah yang memiliki garis keturunan kembar, ayah memiliki saudara kembar bernama James, dia ada di luar negeri, pekerjaannya menjadi seorang agen rahasia, tapi dia sudah pensiun, kini sedang menikmati indahnya hidup," jawab Laras.


"Wow, luar biasa juga, bisa habis aku di interogasi olehnya," ucap Alex.

__ADS_1


"Dia tidak mau kembali ke kota ini karena sudah terlalu banyak mafia, seolah-olah agen rahasia hanya buang-buang waktu datang kemari, dia sudah menjadi seorang kakek biasa, tak perlu takut padanya," jelas Laras sembari duduk di atas pasir dengan menjulurkan kakinya, membiarkan ombak kecil menyentuhnya, ia mulai merangkai satu demi satu huruf di atas pasir itu.


"ALEX FERNANDO, I LOVE YOU," Itulah kata-kata yang coba Laras tulis, ungkapan rasa cinta kepada sang suami.


Alex melirik, dia tersenyum melihat sang isteri yang sedang merangkai kata untuknya. Sang mafia membalas kata-kata yang tertulis di atas pasir dengan menggendong tubuh sang ibu hamil dan membawanya ke dalam gedung megah itu.


Mereka tak kunjung melepas pandangan mata masing-masing, sang isteri melingkarkan kedua tangannya di leher bos mafia. Alex menurunkan tubuh si ibu hamil dan memintanya untuk menunggunya sebentar karena sang mafia ingin menyiapkan air hangat untuknya.


Setelah air hangat siap, Sang mafia melepaskan kain yang menutupi tubuh sang ibu hamil, dia menelan ludah saat melihat tubuh polos sang isteri yang semakin sintal itu.


Perlahan Laras masuk ke dalam bak mandi, Alex berada di luar bathup, dia segara memandikan sang isteri. Di sentuhnya setiap jengkal tubuh sexy di depannya ini, saat tangannya mulai jahil, Laras mencoba menahan diri untuk tidak bersuara indah, dia menutup mulutnya.


"Suaramu itu, jangan coba kau tahan, relaks sayang," pinta sang suami yang masih betah bermain di bawah sana.


Tubuh Laras sesekali bergetar, saat Alex membuat nyaman sang isteri.


"Baik sayang," jawab Alex.


...* * *...


Tubuh sang isteri kini berada di gendongan Alex, satu handuk melilit di tubuh sang isteri, rambut sebahu milik Laras masih basah, Alex merebahkan Laras di atas ranjang dan mengeringkan rambut sang isteri menggunakan handuk yang lain.


"Kau pakai baju dulu sayang, biar aku yang mengambilnya untukmu," pinta Alex.


Alex mengambil satu kemeja putih miliknya di lemari pakaian, dia senyum-senyum sendiri saat ingin memakaikan kemeja putih itu karena akan melihat pemandangan indah setelah ini.


"Sayang, kau akan menjadi semakin menawan saat memakai kemeja ini," Alex segera melepas handuk yang melilit di dada sang isteri, kini nampak dua aset indah di depan mata bos sang mafia.

__ADS_1


Sang mafia sudah tidak tahan ingin membenamkan wajahnya di kedua tempat sensitif itu, tanpa bos Alex sadari, Laras mencoba menggodanya.


Alex langsung menyergap gundukan indah itu, seketika tangan Laras menjambak rambut Alex, sang mafia masih terus beraksi dengan ritme yang pelan dan teratur.


Kini langkahnya semakin jauh, Alex telah sampai di tempat tersembunyi dari sang isteri, pelan tapi pasti, penyatuan itupun terjadi. Terlihat kain yang menempel di kedua tubuh pasangan yang sedang memadu kasih itu berserakan di lantai, menjadi bukti bahwa hawa panas telah menyelimuti seluruh ruangan.


Alex menurunkan ritme gerakannya, hanya butuh beberapa menit saja untuk menuntaskannya, tubuh sang mafia telah lunglai seperti tak bertenaga.


Alex membantu Laras memakai kemeja putih milik sang suami dan memintanya beristirahat.


Pertama kalinya Alex melakukannya di saat Laras mengandung, dia terlalu was-was untuk menuntaskan hasratnya karena takut sang baby akan mengalami hal buruk. Tetapi saat sang isteri meminta jatah, dia tidak bisa menolaknya, apalagi di saat perasaan sang isteri begitu peka, sang mafia tidak ingin membuat Laras kesulitan memahami dirinya sendiri yang sudah banyak berubah itu, Alex akan senantiasa bersama Laras sampai kapanpun dan menuruti setiap keinginannya yang masih wajar, yang paling utama tidak membahayakan sang isteri dan juga baby mereka.


"Kau senang?" tanya Alex yang kini berada di samping tubuh Laras dan mengelus perut sang isteri.


"Sangat senang, terima kasih," jawab Laras yang begitu menikmati momen kebersamaan ini.


Untuk beberapa saat, keduanya berisitirahat dan mengobrol banyak hal.


"Sayang, bagaimana keadaan Death Angel tanpamu?" Tiba-tiba saja sang isteri menanyakan kabar gengnya.


"Ada apa denganmu sayang? tidak biasanya kau bertanya?" Alex heran dengan pertanyaan sang isteri yang menurutnya sangat aneh, daripada si ibu hamil marah lagi, bos Alex segera menjawab pertanyaan sang isteri.


"Baik-baik saja, Richi dan Angela serta anggota yang lain mampu menghandle tugasku, tak perlu kau risaukan hal itu," jelas Alex yang kini telah menutupi tubuh Laras dengan selimut.


"Ini juga bukan keinginanku sayang, aku hanya bersikap sesuai dengan perasaanku yang tiba-tiba terlalu peka ini, maaf ya?" ucap sang isteri.


"Tidak masalah, aku memahaminya. Sayang, aku ingin mandi, setelah selesai, aku yang akan membantu membersihkan tubuhmu," pinta bos mafia, Laras seketika menjadi wanita penurut, sedikit demi sedikit Alex mulai menaklukkan hati seorang ibu hamil dengan segala kesulitan yang belum ia mengerti. Saat Alex menuju kamar mandi dengan membawa dua handuk, tidak terasa kedua mata indah sang isteri telah terpejam.

__ADS_1


'Syukurlah, semua berjalan baik hari ini,' batin sang mafia.


__ADS_2