Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Makan setelah eksekusi


__ADS_3

Alex cara menjauh dari tempat pembakaran karena dia ingin masuk kedalam markasnya. Perutnya terasa keroncongan karena sedari tadi banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.


Pekerjaan yang ekstrem yaitu membunuh, suatu hari sudah biasa ia lakukan jika ada musuh yang membangkang.


Dengan tubuh penuh darah, Alex melenggang santai menuju menteri saat setelah masuk ke dalam markas.


Dia mulai memasak sesuatu yang ia sukai, karena di sana hanya ada mie ramen, dia membuatnya seperti olahan yang lebih menarik dengan banyak topping di atasnya.


Tak lupa, sang mafia menambahkan bubuk cabe di atasnya, karena dia sangat menyukai aroma dan rasa pedas yang menyala di lidahnya.


Jus wortel kesukaannya pun juga sudah ia siapkan, semua hidangan buatan sendiri telah siap.


Alex bersiap di meja makan dan melahap semua yang baru saja ia masak.


Rasa 8 yang melebihi rasa rindu kepada sang istri, hingga Yovan ya sudah dari tadi mengikutinya geleng-geleng kepala.


Mana ada orang seperti Alex di dunia ini, setelah memenggal orang dia justru kelaparan.

__ADS_1


"Lex, apa kau tidak ada niat untuk membagi makanan denganku?" ucap Yovan yang merasa lapar juga.


"Di sana ada mie ramen, kau bisa buat sendiri. Jangan mengganggu waktu makanku," jelas sang mafia dengan tenangnya.


"Tetapi aku ingin meminta makanan darimu," tukas Yovan yang kini menghampiri sang mafia. Dia duduk manis disamping bos Death Angel yang sedang makan mie ramen dengan lahapnya.


Alex terlihat sangat bahagia ketika menemukan makanan yang ia sukai, beberapa menit kemudian makanannya telah habis dan ia segera meminum jus wortel.


"Selesai, kenyang sekali!" ucap sang mafia sembari menyandarkan tubuhnya di kursi.


Yovan menatap tubuh sang mafia yang penuh darah, dia meminta sang mafia agar segera mandi karena terlalu bau untuk berada di dekatnya.


"Haha, okelah aku yang salah sekarang! pada intinya kau harus segera menemui istrimu, aku baru saja mendapatkan telepon dari ayah mertua mu bahwa istrimu sangat merindukan kabar darimu! jika kau tidak mandi dia akan bersedih karena mengetahui kau baru saja mau eksekusi musuhmu!" Yovan menjadi sangat berisik membuat sang mafia kesal.


Dia memukul kepala Yovan dan pergi begitu.


Tapi yang pasti, dia masuk ke dalam kamar dan bersiap-siap untuk menemui sang istri tercinta.

__ADS_1


"Dasar bos mafia gila!" umpat Yovan dengan senyum mengembang di bibirnya.


Perut Yovan keroncongan, dia juga ingin makan. Saat pria itu beranjak dari tempat duduknya, ada panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.


"Halo? ini siapa ya?" tanya Yovan heran.


"Aku Sia, bisakah kau bertemu denganku hari ini di Cafe xxx, aku sedang berada di New York dan mengingatmu!" Suara sang penelepon sangat familiar di telinga, dia ingin sekali bertemu dengannya.


Jantung Yovan berdegup dengan kencang, cara mengetahui jika sang penelepon adalah Theresia.


"Sia, aku akan segera menemuimu! tunggulah aku di sana 10 menit lagi!"


Yovan tidak berselera makan karena dia akan bertemu dengan cinta pertamanya yang hancur karena perlakuan MK.


Dia segera bersiap-siap untuk pergi ke Cafe xxx mengendarai mobil mewah sang bos.


"Sia, aku akan segera datang! kita selesaikan kisah yang belum kita mulai sama sekali, karena aku sangat mencintaimu!" ucap Yovan segera menuju garasi tempat mobil mewah sang mafia berada.

__ADS_1


....


__ADS_2