Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 169


__ADS_3

Pagi hari di rumah mewah Hang Zhi....


Hang Zhi membuka matanya dan mendapati sang isteri ada di pelukannya. Dia tersenyum, berkat kelicikan yang ia lakukan, Hang Zhi mampu tidur dengan sang isteri tanpa mendapatkan penolakan seperti sebelumnya.


Tapi berbeda untuk sang isteri, saat ia membuka mata dan menyentuh dada bidang itu, ia langsung terkejut dan melepaskan diri dari pelukan sang pria tampan yang terobsesi dengannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyara dengan posisi membelakangi Hang Zhi.


"Apa yang aku lakukan? apa itu pertanyaan yang harus kau ajukan kepadaku saat semalam kau begitu hebat, bahkan aku kewalahan menghadapimu," jawab Hang Zhi sembari menelusuri punggung mulus penuh tanda kepemilikan dengan jari-jari nakalnya.


"Tidak ada hal seperti itu, jika ada, aku hanya akan memberikannya kepada Jiho," tukas Kyara yang tidak membuat Hang Zhi marah. Tapi saat hal aneh ini terjadi, membuat Kyara heran. Bukannya kesal atau memukul sang isteri di saat mengetahui Kyara menyebut nama Jiho, tetapi si pria hanya tersenyum sembari tetap memainkan jarinya di punggung Kyara. Anehnya lagi, Hang Zhi mendekati tubuh polos berbalut selimut itu dan memeluknya erat.


"I love you, Kyara," bisik Hang Zhi di telinga Kyara sembari mengecup leher isterinya.


"Lepaskan aku!' pinta Kyara yang menyadari jika dia telah melakukan kesalahan.


"Jika kau berharap semalam itu adalah aku, maaf! aku hanya membayangkan wajah Jiho, tidak ada kau di sana," Dada Kyara sangat sesak, penuh sekali dengan penyelesalan.


Hang Zhi membiarkan Kyara marah, bahkan sang suami masih melingkarkan kedua tangannya di pinggang sang isteri. Tetapi saat mengetahui sang isteri menangis, dia segera melepaskan pelukannya.


"Sial! mengapa harus menangis? apa kau ini begitu sedih saat melakukan hal itu bukan dengan Jiho, tetapi denganku? baiklah, aku akan mencarinya dan menyerahkan si culun itu kepadamu agar kalian bisa ku binasakan bersama!" Watak iblisnya kembali mendominasi.


"Iblis!" ucap Kyara yang beranjak dari ranjang kemudian meraih helai kain miliknya yang telah berserakan dimana-mana. Dia melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.


"Gadis keras kepala, sampai kapan kau akan memikirkan Jiho? aku harus benar-benar membunuhnya agar kau melupakannya? jika itu yang kau inginkan, baiklah! akan kulakukan dengan segera," ucap Hang Zhi, dia meraih celana yang ada di samping ranjangnya, setelah itu, dia mengambil ponsel di saku celana tersebut. Dia terlihat menelepon seseorang.


"Cari Jiho sampai ketemu! bawa dia padaku dengan kondisi hidup!" pinta Hang Zhi kepada salah satu anak buahnya.


"Baik bos! tugas segera dilaksanakan!"jawab anak buah Hang Zhi.


Setelah selesai memerintahkan anak buahnya untuk mencari Jiho, dia mendapatkan panggilan telepon dari seorang yang penting.


"Hang? apakah ada waktu hari ini?" tanya sang penelepon.


"Ada apa tuan?" jawab Hang Zhi heran dengan pria penting yang tiba-tiba saja menghubunginya.

__ADS_1


"Bawa Kyara ke markas, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian berdua," jawab sang pria penting.


"Baik tuan, jam berapa?" tanya Hang Zhi.


"Kau datanglah jam 10 pagi, jangan terlambat," sang pria penting segera mengakhiri panggilannya.


Hang Zhi heran, tidak biasanya orang penting itu menghubungi dirinya bahkan mengajaknya dan sang istri berkunjung ke markasnya yang sangat rahasia itu.


"Aku merasa tidak melakukan kesalahan kepada tuan Gao? mengapa dia ingin bertemu?" ucap Hang Zhi menduga-duga.


Sembari menunggu sang istri selesai membersihkan diri, Hang Zhi mengirimkan pesan kepada beberapa anak buahnya untuk mencari hadiah terbaik untuk Chen Gao. Dia ingin sekali mendapatkan tempat di hati pria penting itu karena tuan Chen Gao adalah satu-satunya orang yang mampu membuat dirinya menjadi bos besar.


"Aku akan menjadi hebat setelah ini," Hang Zhi begitu percaya diri atas usaha yang dilakukannya sehingga mampu menikahi Kyara, gadis dari kalangan Blue Dragon.


...* * *...


Setelah selesai membersihkan diri, Kyara perlahan keluar dari kamar mandi. Dia mengambil baju dari dalam lemari, sudut mata Kyara tertuju kepada wajah Hang Zhi yang tiada henti memandangnya, karena risih, dia memilih untuk mengganti baju di kamar mandi saja.


"Kau mau kemana?" tanya Hang Zhi.


"Ganti saja di sini, aku sudah melihat tubuh polosmu setiap malam, apa yang ingin kau sembunyikan?" ucap Hang Zhi menggoda Kyara.


Kyara tidak menghiraukan kata-kata Hang Zhi, dia lebih memilih untuk segera mengenakan bajunya.


"Dasar gadis aneh, kau semalam begitu lihai menyenangkan hatiku, tapi mengapa kini sok angkuh?" ucap Hang Zhi yang kesal dengan sikap Kyara yang tidak pernah menghiraukan dirinya.


Di dalam kamar mandi...


"Jiho, maafkan aku! harusnya aku tidak memberikan hal berharga itu kepada kep*rat itu," Kyara kembali menangis, dia merasa sedih saat mengenang ciuman pertamanya bersama Jiho.


"Tapi kali ini, aku harus berani, sebisa mungkin aku harus menghubungi Jiho," Tekad yang kuat dari seorang gadis yang ingin segera mengakhiri penderitaannya.


Setelah mengenakan baju, ia membuka pintu kamar mandi, alangkah terkejutnya dia saat mendapati tubuh kekar Hang Zhi terpampang nyata di depan matanya.


"Mengapa kau lama sekali? apa aku harus masuk dan membantumu memakai baju?" goda Hang Zhi.

__ADS_1


Kyara merasa khawatir jika Hang Zhi mendengar apa yang ia rencanakan, untuk itu, dia bersikap wajar agar Hang Zhi tidak mencurigainya.


"Kau tahu, aku me...," Belum sempat Kyara menjawab pertanyaan Hang Zhi, tiba-tiba saja pria brengsek itu menyergap bibir ranumnya. Secara refleks, Kyara mendorong tubuh Hang Zhi.


"Apa yang kau lakukan?" Kyara menatap wajah Hang Zhi yang sangat mirip dengan Jiho itu, ia merasa kesal, ingin sekali Kyara memaki si kurang ajar Hang Zhi, tetapi karena ia ingin segera menghubungi Jiho, Kyara bersikap acuh kemudian berlalu.


"Aneh sekali, biasanya dia akan memakiku habis-habisan, mengapa dia hanya diam saja? sial! bibirnya memang sangat manis, jika mengingat kejadian semalam, aku ingin sekali melakukannya setiap hari. Kau memang luar biasa Kyara," Hang Zhi masih berhalusinasi tentang malam yang indah itu, meskipun dia tahu, hanya Jiho di hati Kyara, tetapi dia tidak perduli.


Saat Hang Zhi mandi, Kyara mengambil ponselnya yang berada di laci nakas. Sudah sekitar 2 minggu ini, dia tidak menghubungi siapapun. Gadis itu memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Jiho. Kedua tangannya gemetaran, jika Hang Zhi sampai tahu dia menghubungiku seseorang, apalagi itu Jiho, pasti dia akan mati disana.


Kyara menguatkan niat dan tekad, dia ingin sekali lepas dari genggaman Hang Zhi. Perlahan, Kyara menulis pesan kepada Jiho.


'Jiho, tolong aku! Hang Zhi menyekapku, ayah menjualku kepadanya, dan dia menyiksaku, tolong Jiho, datanglah kemari! selamatkan aku!'


Belum sempat ia mengirimkan alamat rumah Hang Zhi, pria itu tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar mandi. Tubuhnya yang atletis sangatlah indah, tetapi Kyara sama sekali tidak tertarik dengan penampilan Hang Zhi, mengingat segala kejahatan yang telah sang suami lakukan padanya. Kejahatan setiap malam yang membuatnya mati rasa, serta sikap kasar dan arogan yang Hang Zhi miliki.


"Nanti aku akan meminta pelayan mengirimkan sarapan untukmu, hari ini aku akan menemanimu sampai jam 10 pagi saja karena kita akan pergi ke markas Blue Dragon," ucap Hang Zhi yang mencoba memberikan perhatian kepada Kyara.


"Tidak perlu kau temani, aku sudah terbiasa sendiri," ucap Kyara ketus.


Hang Zhi curiga dengan ponsel yang berada di tangan Kyara.


"Kau menggunakan ponsel itu? bukannya itu sudah rusak?" tanya Hang Zhi.


"Iya memang sudah rusak, jadi aku ingin membuangnya," jawab Kyara beralasan.


"Buang saja, nanti aku akan membelikanmu ponsel yang baru," ucap Hang Zhi yang menjadi lebih lembut.


"Tidak perlu, terimakasih," Kyara lega karena Hang Zhi tidak bertanya terlalu mendetail tentang ponsel yang sebenarnya belum rusak itu.


"Aku tetap ingin membelikanmu ponsel, entah kau setuju atau tidak. Oh ya, aku ingin sekali menemani mu, aku masih belum puas memelukmu semalam. Aku tidak masalah kau membenciku tetapi lakukanlah satu kali lagi seperti semalam, aku mohon," Hang Zhi benar-benar memohon kepada Kyara untuk menyenangkan hatinya sekali lagi.


Kyara mulai panik, dia memutar otak untuk menolak permintaan Hang Zhi, tapi nasib baik masih berteman dengan Kyara, sebuah panggilan telepon dari ponsel Hang Zhi menyelamatkannya dari kebrutalan saudara kembar Jiho itu.


"Sial! siapa yang menelepon ku, sepagi ini?" ucap Hang Zhi yang segera menjawab panggilan itu.

__ADS_1


Kali ini Kyara selamat, dia kemudian menyimpan ponselnya di tempat yang lebih aman, untuk selanjutnya, dia akan menghubungi Jiho kembali. Kyara sudah mendapatkan keberaniannya saat semalam bermimpi menikmati malam berdua dengan Jiho.


__ADS_2