Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Pertarungan sengit ll


__ADS_3

"Asley! kau rasakan ini!" Erland membuat si licik babak belur. Namun bukan berarti wajah yang yang penuh dengan mudah memar itu sudah kalah. Asley memiliki mulut yang tajam dan penuh dengan racun. Apapun yang dia katakan akan meracuni hati dan pikiran orang yang mendengarnya.


"Cih! Biarpun kau membunuhku, kau tidak akan pernah bisa melihat anak dan istrimu bahagia. Meskipun aku bisa membunuh mereka, namun akan lebih baik bila anakmu aku jual kepada mucikari, dan istrimu aku jadikan budak! apa itu sepadan dengan apa yang kau lakukan kepadaku?" ucap Asley dengan senyum sarkasnya. Dia sudah merasa menang, karena mampu membuat Erland goyah. Dia mengetahui kelamahan Erland, tukang jagal Death Angel itu, tidak mampu jika harus melihat anak dan istrinya menderita karena dirinya.


"Lepaskan mereka!" pekik sembari menendang wajah Asley.


"Hahaha! sebuah penghargaan bagiku mendapatkan tendangan dari tukang jagal sepertimu!" jawab Asley mulai bangkit karena Erland telah menyingkir dari tubuhnya.


Kedua orang itu saling bertatapan, Erland mengambil katana dan mengarahkan kepada Asley.


"Lepaskan mereka! jika tidak! kita harus mati bersama-sama! jadilah ksatria, lawan aku brengsek!" pinta Erland sembari melemparkan satu lagi katana kepada Asley.


"Hahaha, baiklah jika kau memaksa! tapi yang akan mati lebih dulu adalah dirimu!" ucap Asley dengan tenangnya.


Mereka kembali bertarung, dua katana yang saling bergesekan menjadi saksi betapa kerasnya pertarungan keduanya.


Hingga satu tebasan katana hampir memenggal kepala Erland.


"Haha, kau tidak cukup tangguh untuk melawanku!" Asley berada di atas angin.


"Kau hanya beruntung!" ucap Erland kembali menyerang Asley dengan jurus yang dipelajari saat masih menjadi anggota Lucifer.


Pukulan dan tendangan bayangan yang Erland lakukan, masih mampu di tepis oleh Asley. Kini giliran Asley yang bergerak, dia melakukan pukulan bertubi-tubi ke arah Erland, hingga anak buah bos Alex itu babak belur.


"Hah! akhirnya, aku mampu membuatmu babak belur dan akan segera aku kirim ke neraka!" ucap Asley yang bersiap menancapkan dua katana sekaligus ke arah dada Erland. Namun tiba-tiba...

__ADS_1


DOR..


DOR..


DOR..


DOR...


DOR...


DOR...


Terdengar suara tembakan dari arah belakang Asley. Ada enam timah panas yang bersarang di punggung pria licik itu, Asley seketika ambruk di dada bidang Erland.


"Erland! kau baik-baik saja! maaf, aku terlambat!" pekik suara yang sangat ia kenal. Dia tersenyum saat melihat Willy datang untuk menyelamatkannya.


Willy dan lima anggota TIM A yang mampu meringsek masuk ke dalam penjara bawah tanah milik Asley, kemudian langsung bertindak. Dia meminta dua anggotanya untuk membawa Erland pergi, namun sebelumnya dia menyingkirkan mayat pria brengsek itu dari tubuh Erland dengan satu tendangan.


"Kau akan baik-baik saja Land!" ucap Willy dengan wajah penuh kekhawatiran karena luka parah yang Erland derita.


Di sudut penjara itu, dia mencari sosok sang bos, di bawah lampu temaram, dia menatap pria yang tak berdaya, saat dia memastikan jika pria itu adalah bos mafia, Willy merasa bahagia.


"BOS ALEX!" pekik Willy yang seketika menghancurkan kunci gembok jeruji besi itu.


Melihat sang bos begitu lemas tak berdaya, Willy merasa kesal, dia menyalahkan dirinya karena tak mampu menjaga bosnya dengan baik, bahkan seorang Willy juga meneteskan airmatanya.

__ADS_1


"Bos! maafkan aku!" ucap Willy penuh airmatanya dan ingus di hidungnya.


Dengan terbata-bata bos Alex mengatakan jika Willy tidak perlu menangis, karena jika ingusnya sampai terjatuh di lukanya, luka sang mafia akan semakin parah.


Willy tersenyum, di saat terluka parah, bos mafia itu masih bisa bercanda.


"Teman-teman kalian bantu aku memapah bos Alex dan bawa dia keluar, aku akan melihat keadaan Asley, masih hidup atau sudah mati. Dia adalah mafia meresahkan, nyawanya ada 10," perintah Willy yang segera di laksanakan oleh ke dua anggota TIM A.


Satu orang lagi ikut bersamanya untuk mengecek kondisi Asley.


"Dia sudah mati Will," ucap satu anggota yang bersamanya.


"Syukurlah!" jawab Willy mengucap rasa syukur karena ia berhasil menyelesaikan misi penghabisan Asley Xie.


.


.


.


.


Just info :


Othor buat chapter ini penuh perjuangan karena sambi momong anak, jadi kasihanilah othor dengan kasih like, hadiah, vote ya 😭😭😭😂😂😂... agar othor semangat update!!!

__ADS_1


LOVE U ALL


❤️❤️❤️


__ADS_2