
Laras dan Alex menemani kelima anaknya bermain, mereka bertujuh menjadi keluarga bahagia yang sangat kompak. Namun, Alex tidak pernah memungkiri jika dirinya masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya, apalagi tadi aksinya yang menarik tubuh sang istri dalam dekapannya. Dadanya, menjadi sesak dan nyeri.
Berulang kali sang mafia batuk, membuat sang istri khawatir.
"Sayang? kau baik-baik saja kan?! mana yang sakit?" Sang istri perhatian kepada suaminya, dia segera mengambilkan segelas air putih yang tersedia di atas meja, Laras meminta sang suami duduk dan meminum air tersebut.
Kelima anaknya masih sibuk bermain, Laras dan Alex duduk berdampingan sembari melihat anak-anaknya memainkan Lego dan robot-robotan.
"Lex," panggil sang istri mesra.
"Jika ada satu lagi anak perempuan menjadi lebih sempurna ya?" Laras memancing suami agar segera menghadirkan satu baby B.
"Tadi kau sendiri yang marah padaku, harusnya kita sudah mengeksekusi." Alex menyayangkan sikap sang istri yang cemburu itu. Jika Laras tidak marah, baby B akan segera muncul. Paling tidak proses untuk memunculkan itu sudah dilakukan.
__ADS_1
"Yah kau menyalahkanku lagi!" Jurus jitu seorang wanita, tidak pernah mau kalah.
Alex langsung mengalihkan pembicaraan agar mood sang istri menjadi lebih baik lagi.
"Haha, sayang? kau tahu? aku ingin nama yang indah untuk anak perempuanku!" Bahkan sang mafia harus menurunkan harga dirinya yang kejam itu dengan tertawa tanpa alasan yang jelas hanya untuk membuat sang istri tetap dalam mood yang baik.
"Siapa nama yang kau pilih?" tanya Laras penasaran dengan rencana suami yang ingin memberikan nama istimewa kepada calon baby B.
"Bellanca Damaris Fernando, cantik tidak nama itu?" Alex hanya mengatakan nama itu secara reflek. Dia menemukan nama itu saat membaca sebuah buku nama yang indah di seluruh dunia.
"Bellanca itu berpendirian teguh, sedangkan Damaris itu lembut. Kalau Fernando nama belakangku. Cantikkan nama itu? apakah kau setuju menggunakan nama itu?" Sang mafia berharap istrinya mau menerima saran darinya.
"Hm, tidak masalah! nama itu aku suka." Laras menghormati setiap pendapat yang dilontarkan oleh sang suami, kebetulan nama Bellanca yang berarti berpendirian teguh sangat cocok dengan calon baby B karena dia akan menjadi satu-satunya wanita di keluarga besar sang mafia, jika tidak memiliki pendirian teguh dia akan hancur perlahan, begitu juga dengan arti nama Damaris yaitu lembut. Kelak baby B akan menjadi seorang ibu, dia akan menjalani perannya dengan tegas dan lembut sesuai dengan namanya.
__ADS_1
Kelima anaknya tanpa sengaja mendengar perbincangan kedua orang tuanya. Mereka kemudian berkumpul di sekitar kedua orang tuanya.
"Kapan baby B lahir mommy? aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya!" ucap Adya sembari memegang robot-robotan di kedua tangannya.
"Iya daddy! kapan kita akan bertemu adik perempuan?" timpal si tengil yang juga sangat menginginkan adik perempuan.
"Nanti malam, kalian berlima tidur dengan kakek dan nenek ya? daddy akan segera menghadirkan adik perempuan!" Akhirnya sama mafia bisa beralasan untuk bermesraan dengan sang istri.
Laras yang mengetahui hal ini, hanya bisa tersenyum. Dia tidak habis pikir dengan ide sang suami tanpa perlu bersembunyi dari kelima anaknya yang selalu cemburu buta itu, Alex mampu mencuri waktu untuk bermesraan.
"Baik, tapi janji harus ada baby B!" pinta Adelio penuh semangat.
"Daddy berjanji sayang! ayo kita bermain lagi, soalnya nanti malam daddy dan mommy berusaha menghadirkan adik untuk kalian. Jadi kita bermain sepuasnya hingga sore hari! ayo!" Alex bersemangat karena hasratnya akan terpenuhi tanpa gangguan siapapun.
__ADS_1
Laras geleng-geleng kepala dengan sang suami.
"Mafia ini!" ucap Laras yang segera ikut bergabung dengan anak dan suaminya bermain Lego dan robot-robotan.