Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 23


__ADS_3

Tuan Hans bergegas menuju Bar yang berada di pusat kota saat sang istri menelfonnya. Namun dia kesal saat di Bar itu tidak ada orang yang di maksud.


"Dimana Alex?" Tanya Tuan Hans.


"Mereka sudah pergi suamiku." Jawab nyonya Fira santai.


"Mengapa kau biarkan dia pergi?" Tanya Tuan Hans mulai di buat kesal oleh sang istri.


"Karena saat aku akan menghubungimu, teman si Alex mengancam ingin melumpuhkanku jika aku tidak mengikuti ucapannya, aku tidak di perbolehkan menelfon siapapun karena dia memintaku meletakkan ponsel di atas meja. Saat dia pergi aku baru bisa menelfonmu." Jawab nyonya Fira datar.


"Siallll?!??!! berani sekali dia mengancam istri seorang kepala polisi, tidak akan ku lepaskan mereka berdua." Ucap Tuan Hans geram.


Karena Alex telah kabur, Tuan Hans meminta anggotanya untuk mencari petunjuk tentang keberadaan sang bos mafia itu di tempat kejadian perkara. Untuk langkah selanjutnya, menunggu komando darinya.


Setelah selesai memberikan tugas kepada anggotanya, kepala polisi itu mengantar sang istri pulang kerumah. Sesampainya dirumah, keributan masih berlanjut, Tuan Hans menyalahkan nyonya Fira yang dengan mudahnya menyerahkan sang putri tercinta kepada Alex.


"Kau selalu saja ceroboh, Fira!!!" Ucap Tuan Hans.


"Suamiku, berhentilah menyalahkanku. Aku juga tidak tahu jika dia adalah Alex Fernando, orang yang sedang kau cari. Saat aku mengetahui segalanya, aku segera mengajak Laras pulang bersamaku. Tetapi Laras menolak, dia lebih memilih pergi dengan bos mafia itu." Jawab nyonya Fira.


Tuan Hans semakin kesal. Selain membawa kabur Laras. Alex juga membuat anak gadisnya tergila-gila pada bos mafia itu. Tuan Hans bertekad untuk menangkap sang mafia dengan kasus tambahan agar semakin banyak dakwaan hakim terhadapnya.


"Dulu kau bisa mengelabui hukum, tapi kali ini tidak akan pernah aku biarkan penjahat sepertimu bebas berkeliaran di luar. Kau telah mencoreng muka kepolisian dengan menyuap hakim dan melenggang santai meninggalkan kursi dakwaan tanpa hukuman yang seharusnya kau tanggung."

__ADS_1


Nyonya Fira baru kali ini melihat sang suami begitu bersemangat dalam bekerja. Dia sering bercerita tentang Alex, di setiap kata-kata yang di ucapkan Tuan Hans terkesan terlalu terobsesi memenjarakan bos mafia itu dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya, yaitu hukuman mati, tapi tidak se antusias saat mengetahui jika anak gadisnya juga terlibat hubungan dengannya. Mungkin ini yang di namakan kasih sayang ayah kepada anak gadisnya. Seorang ayah yang tidak ingin anak gadis satu-satunya itu salah jalan dan merusak masa depannya dengan memilih Alex sebagai pendamping seumur hidupnya.


"Tenanglah sayang, anak kita akan baik-baik saja selama kau tidak terlalu agresif dalam memberikan ancaman kepada bos mafia itu. Coba kau bicara dengannya dari hati ke hati. Jangan langsung menyuruhnya menjauhi anak kita. Itu akan membuat Alex bisa berbuat nekat dan Laras sendiri akan menjadi korban. Jangan gegabah suamiku." Ucap nyonya Laras mencoba menenangkan sang suami.


"Apa rencanamu?" Tanya Tuan Hans.


"Aku akan pergi ke tempat dimana terakhir kali kami bertemu, tempatnya berada jauh di tengah hutan. Aku rasa itu markas milik geng nya. Waktu itu dia yang menyelamatkanku dari penjahat yang menyekap dan menculikku." Jawab nyonya Fira.


"Bukannya kau bilang yang menyelamatkanmu adalah Nando?" Tanya Tuan Hans heran.


"Ku kira namanya adalah Nando, setelah pemilik Bar itu memanggil Nando dengan nama Alex, aku baru sadar jika orang yang menyelamatkanku adalah Alex Fernando. Meskipun dia penjahat setidaknya dia masih memiliki rasa hormat terhadapku." Jawab nyonya Fira.


"Itu karena kau belum mengetahui saja apa yang telah dia lakukan, apa saja kasus kriminal yang melibatkan dirinya. Kalau kau tahu, kau tidak akan menganggap dia seperti itu." Ucap Tuan Hans emosi.


"Sudah lah sayang, tidak usah marah-marah. Lebih baik kau segera kembali bekerja." Jawab nyonya Fira.


* * *


Seorang pria berumur sekitar empat puluh tahun berdiri di belakang Tuan Fudo yang sedang memberi makan ikan koi di kolam depan rumahnya.


"Apa kabar Kak? apa kau baik-baik saja?" Tanya sang pria.


Tuan Fudo menoleh dan terkejut saat ada tamu tidak di undang datang ke rumahnya. Dia meletakkan kotak pakan ikan koi di lantai kayu rumahnya dan mengajak sang pria masuk ke dalam.

__ADS_1


"Ku buatkan teh hijau kesukaanmu, Xiauling." Ucap Tuan Fudo kepada tamu yang tidak di undang itu.


"Kau masih selalu baik padaku Kak, padahal aku selalu jahat padamu." Jawab tamu tidak di undang itu yang ternyata adalah adik dari Tuan Fudo, Xiauling.


Tampak raut ketegangan di mata keduanya saat menyeduh teh, seperti ada dendam yang membara di antara mereka berdua.


"Xiauling, sampai kapanpun kau adalah adikku. Tidak akan ada yang bisa merubahnya." Ucap Tuan Fudo.


"Tapi sayang sekali Kakak, kali ini tujuanku datang kemari bukan untuk kembali menjadi adikmu. Tapi untuk membalaskan dendam Justin karena telah tewas di tangan anak kesayanganmu." Jawab Xiauling mulai emosi.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Tuan Fudo.


"Suruh anak kesayanganmu menemuiku, tapi jangan ada satu anggota Death Angel pun yang mengetahuinya." Pinta Xiauling.


"Untuk apa kau ingin bertemu Alex? kalian terpaut usia cukup jauh untuk bertarung di medan pertarungan. Kau akan kalah melawannya." Ejek Tuan Fudo.


"Kau bisa saja meremehkanku, tapi aku ingin melakukan kesepakatan dengannya." Jawab Xiauling.


"Sudahlah adikku, kita terlalu tua untuk berkuasa. Biarkan yang muda menggantikan peran kita." Ucap Tuan Fudo.


"Diam kau Kak!!! kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat tetua memilihmu menjadi bos Death Angel. Kau sudah berkuasa terlalu lama sehingga dengan mudahnya kau berkata seperti itu. Aku bisa saja melenyapkanmu dengan pistol yang ku bawa ini, tapi aku tidak akan menggunakan cara itu, aku hanya memintamu menyuruh anak kesayanganmu itu menemuiku." Jawab Xiauling.


Tuan Fudo memenuhi permintaan sang adik, setelah itu Xiauling pergi tanpa berpamitan dengan kakaknya. Tuan Fudo sudah memahami sifat Xiauling yang urakan dan tidak tahu aturan, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.

__ADS_1


Sekarang yang menjadi fokus Tuan Fudo adalah apa yang akan Xiauling lakukan saat bertemu Alex. Dia terlihat lebih tenang dan jauh berbeda dengan Xiauling yang di kenalnya dulu. Tapi sikapnya yang tenang ini sangat membahayakan masa depan Death Angel. Dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya. Bahkan rela mencelakai dirinya yang notabene kakak kandungnya sendiri.


"Aku harus segera memberitahu Alex untuk tetap waspada karena musuh terbesarnya sudah bangun dari tidur panjangnya. Xiauling, sang perebut tahta Death Angel telah kembali menunjukkan taringnya. Orang yang lebih licik dari Yanze. Semoga Alex mampu melawan kelicikan Xiauling." Gumam Tuan Fudo.


__ADS_2