
Alex dan sang ayah duduk di sebuah kursi taman yang tidak jauh dari wahana binatang, agar dia bisa menjaga anak-anaknya.
"Ada apa ayah? MK? apa yang dia lakukan hari ini?" tanya sang mafia heran dengan apa yang disampaikan oleh ayahnya.
"Dia membawa Yovan ke Macau, entah apa yang mereka lakukan di sana. Aku hanya tahu itu, Yovan yang memberitahunya kepadaku tadi, setelahnya dia lost contact," jelas Tuan Hans yang mengkhawatirkan keadaan Yovan.
"Sialaan, MK itu mau apa dia? bagaimana bisa dia dibawa oleh MK? ini sangat aneh ayah." Sang mafia kemudian mengecek cctv yang mengarah gerbang markas utama.
Dia melihat ada mobil mewah berwarna hitam favoritnya keluar dari markas, dia baru menyadari jika yang membawa mobilnya adalah Yovan.
Dia geram.
"Astaga! Yovan ... Yovan! pria itu terlalu ceroboh, bagaimana bisa terperangkap oleh MK!" Alex menyayangkan sikap Yovan yang terburu-buru.
"Setelah ini, bagaimana Lex?" tanya Tuan Hans yang juga kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Aku akan menghubungi Guru Fu dan meminta Tuan Fudo meneleponku, dia lebih paham kota Macau daripada aku." Sang mafia kemudian menghubungi Guru Fu, beberapa menit kemudian, panggilan telepon itu mendapatkan jawaban.
__ADS_1
"Hallo Lex? ada apa?" tanya Sang Guru.
"Aku minta tolong kepada Guru, untuk menghubungi Tuan Fudo. Yovan dibawa pergi oleh MK ke Macau!" ucap Alex.
"Baiklah! setelah ini aku akan memintanya menelepon," jawab Guru Fu.
Dia mematikan ponsel miliknya, kemudian Alex menunggu panggilan telepon dari Guru Fu.
Beberapa menit kemudian panggilan itu terjawab.
Tetapi Tuan Fudo tidak terlalu menggubris kabar tersebut.
"Biarkan saja, dia lebih mementingkan gadisnya daripada geng kita, aku tidak suka orang seperti itu." Ucapan Tuan Fudo sangatlah ambigu, dia meminta penjelasan.
"Maksud Tuan?" tanya Alex, dia merasa aneh dengan apa yang dikatakan oleh tetua Death Angel itu.
"Yovan menelepon padaku bahwa dia sudah bergabung dengan MK, dia meminta maaf padaku karena demi gadis bernama Sia, Yovan harus mengalah kepada MK. Ini sangat tidak terpuji, makanya aku tidak suka jika dia kembali ke Death Angel. Dia terlalu pengecut untuk menjadi pahlawan kesiangan." Tuan Fudo berbicara dengan nada yang tinggi, dia sepertinya marah dengan Yovan.
__ADS_1
Alex tidak dapat berkata apapun karena sudah menjadi keputusan Tuan Fudo.
Jika Tuan Fudo memintanya untuk tidak mengurus Yovan, maka dari itu, dia tidak akan ikut campur lagi.
"Baiklah Tuan, aku tidak akan mencampuri urusannya, maaf sekali lagi karena mengganggu istirahat Tuan Fudo." Alex juga merasa geram dengan tindakan yang gegabah.
Saat panggilan telepon itu ingin ia akhiri, tiba-tiba saja Tuan Fudo ingin bertemu dengan Alex.
"Datanglah ke kediamanku esok hari, ada misi penting untukmu," jelas Tuan Fudo.
"Baik, esok hari aku akan datang tepat waktu," jawab Alex. Dia tidak mengetahui apapun, sang mafia hanya menuruti apa yang dikatakan oleh tetuanya.
Panggilan telepon itu pun terputus, ini saatnya kembali menjaga anak-anak.
"Kau sudah mendengar sendiri ayah, apa yang dikatakan oleh Tuan Fudo? dia tidak ingin berurusan dengan Yovan, dia sekarang seorang pengkhianat wajib kita basmi!" jelas sang mafia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri para putra tercintanya.
....
__ADS_1